Malang, Optimaise News – Dr. Agung Suprojo, Ketua Forum Komunikasi Pimpinan LPP RRI Malang sekaligus Dekan FISIP UNITRI, datang ke stasiun RRI Malang pada 22 Juli 2026. Kepala LPP RRI Malang Diana Rusnawati menyambut langsung kunjungan silaturahmi itu. Diskusi mereka menghasilkan lima kesepakatan program kerja jangka pendek.
Inti artikel
- Agung Suprojo, Ketua Forum Komunikasi Pimpinan LPP RRI Malang sekaligus Dekan FISIP UNITRI, datang ke stasiun RRI Malang pada 22 Juli 2026
- Kepala LPP RRI Malang Diana Rusnawati menyambut langsung kunjungan silaturahmi itu
- Diskusi mereka menghasilkan lima kesepakatan program kerja jangka pendek
Kedua pihak ingin menempatkan radio publik lebih dekat ke warga lewat budaya, kampung, dan kampus. Tagline Membawa RRI ke Masyarakat menjadi acuan bersama. Langkah ini digagas Optimaise News pantau sebagai respons jelang HUT Kemerdekaan RI agar stasiun tak hanya mengudara dari studio.
Lima Langkah Konkret dari Silaturahmi Pimpinan
Pertemuan di lingkungan stasiun menghasilkan daftar program yang langsung bisa dijalankan. Agung dan Diana sepakat fokus pada akses budaya, kehadiran di kampung, dialog veteran, serta perluasan ke kampus mitra. Semua langkah bersifat jangka pendek agar dampaknya terasa sebelum peringatan 17 Agustus.
Kesepakatan ini bukan sekadar wacana. FKP dan manajemen RRI Malang menetapkan mekanisme usulan sederhana dari komunitas. Dengan begitu warga bisa mengajukan kebutuhan tanpa birokrasi berbelit. Optimaise News mencatat pendekatan ini sejalan semangat radio publik yang melayani.
Fasilitas Gamelan Dibuka untuk Latihan Komunitas

RRI Malang membuka akses seperangkat gamelan yang ada di lingkungan stasiun. Komunitas seni tradisional boleh memakai alat itu untuk latihan bersama. Langkah ini menjaga warisan budaya Jawa Timur tetap hidup di ruang publik.
Agung Suprojo menekankan bahwa gamelan bukan hanya pajangan. Warga yang ingin berlatih tinggal berkoordinasi dengan petugas stasiun. Diana Rusnawati menyambut baik agar radio ikut merawat seni tradisi di tengah arus digital.
Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang temu antar generasi. Anak muda bisa belajar dari seniman senior tanpa harus sewa tempat mahal. Hasil latihan kelak bisa diliput atau ditayangkan di program RRI Malang.
Penyiar Siap Isi Malam Tirakatan di Kampung
Penyiar RRI akan diterjunkan mengisi Malam Tirakatan atau Malam Tujuh Belasan di kampung-kampung yang direkomendasikan FKP. Kehadiran mereka membawa hiburan dan informasi langsung ke warga. Formatnya sederhana, hangat, dan akrab seperti silaturahmi tetangga.
FKP akan memetakan lokasi prioritas agar jangkauan merata. Penyiar tidak hanya membawakan acara, tetapi juga mendengarkan keluhan warga. Data lapangan itu bisa menjadi bahan program ke depan.
Kegiatan ini memperkuat ikatan emosional antara stasiun dan pendengar. Di malam kemerdekaan, suara RRI terdengar dari gang-gang sempit hingga halaman balai desa. Warga merasa radio milik mereka benar-benar hadir.
Veteran Diberi Ruang Dialog Semangat Merdeka
Veteran RI diundang mengisi program dialog kemerdekaan di RRI Malang. Mereka berbagi kisah perjuangan dan nilai-nilai yang masih relevan hari ini. Format dialog dipilih agar pendengar muda bisa bertanya langsung.
Diana Rusnawati menilai suara veteran penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Program ini dijadwalkan menjelang dan selama peringatan HUT RI. Rekaman atau siaran langsung bisa diulang di platform digital stasiun.
Agung Suprojo menambahkan bahwa forum ini juga menjadi ruang apresiasi. Banyak veteran yang jarang mendapat panggung publik. Radio publik punya kewajiban moral mengangkat suara mereka.
Kehadiran RRI Diperluas ke Acara Kampus Mitra
Kampus PTN dan PTS mitra boleh mengajukan kehadiran RRI di upacara penerimaan mahasiswa baru atau orientasi pendidikan. Tim RRI bisa mengisi hiburan, talkshow singkat, atau liputan khusus. Kerja sama ini memperluas jangkauan ke generasi muda.
FKP berperan menjembatani permintaan dari perguruan tinggi. Prosedur pengajuan dibuat ringkas agar kampus tidak ragu. Kehadiran RRI di kampus juga membuka peluang magang dan kolaborasi konten mahasiswa.
Dengan begitu stasiun radio mendapat pendengar baru. Mahasiswa mengenal RRI bukan hanya sebagai radio orang tua, melainkan mitra yang aktif di lingkungan mereka. Sinergi ini diharapkan berlanjut setelah masa orientasi selesai.







