Jakarta, Optimaise News – Gol rebound Arda Guler di menit ke-21 membawa Real Madrid CF menang 1-0 atas Getafe pada pekan ke-33 Liga Spanyol di Stadion Coliseum Alfonso Perez, 23 April 2025. Kemenangan itu mengunci 72 poin di peringkat kedua, empat poin di belakang Barcelona yang mengoleksi 76.
Inti artikel
- Kemenangan itu mengunci 72 poin di peringkat kedua, empat poin di belakang Barcelona yang mengoleksi 76
- Bukan hanya skor yang membebani lawan
- Tekanan ke puncak klasemen semakin terasa, sementara Getafe tetap di urutan ke-12 dengan 39 poin
Bukan hanya skor yang membebani lawan. Tekanan ke puncak klasemen semakin terasa, sementara Getafe tetap di urutan ke-12 dengan 39 poin. Optimaise News menelusuri informasi bahwa urutan ancaman awal Madrid yang berulang kali dihalau David Soria justru membuka jalan gol penentu.
Peluang awal Madrid yang berujung rebound Guler
Los Blancos langsung mengambil inisiatif sejak peluit awal. Fran Garcia melepaskan ancaman pertama, namun kiper Getafe David Soria berhasil menutup ruang.
Serangan berikutnya datang lewat Brahim Diaz. Soria lagi-lagi melompat tinggi dan menghalau bola. Rebound jatuh tepat di depan Arda Guler. Gelandang Turki itu menyambar dan memasukkan bola ke gawang pada menit 21. Skor berubah 1-0 untuk Real Madrid CF.
Keunggulan satu gol tidak membuat Madrid menahan diri. Brahim Diaz kembali melepaskan tendangan, tetapi Soria masih waspada. Alur itu memperlihatkan pola yang sama: tekanan berulang di sepertiga akhir, kiper lawan sibuk, lalu peluang tersisa dimanfaatkan pemain yang posisi ideal.
Angka klasemen usai pekan 33: Madrid 72, Getafe 39
Dengan tiga poin dari Getafe, Real Madrid CF mengumpulkan 72 poin dari 33 pertandingan. Barcelona tetap memimpin 76 poin. Selisih empat poin itu menjadi konteks utama bagi pembaca awam: setiap kemenangan tandang Madrid langsung menempel ketat puncak, tanpa harus menunggu gagalnya rival.
Getafe tidak beranjak dari posisi ke-12. Mereka punya 39 poin dari 33 laga dan unggul tujuh poin dari zona degradasi. Kekalahan tipis di rumah sendiri tidak meruntuhkan posisi, tetapi membatasi ruang manuver di tengah klasemen.
Secara statistik di lapangan, Madrid menguasai bola 64 persen dan tampil lebih baik secara keseluruhan. Sumber lain mencatat penguasaan sekitar 68 persen lawan 36 persen untuk Getafe. Getafe tetap menghasilkan tujuh tendangan tepat sasaran, sementara total percobaan mereka dilaporkan mencapai 20 dibanding 14 milik Madrid. Angka itu menjelaskan mengapa skor tetap rapat meski dominasi bola di pihak tandang.
Peluang Getafe yang gagal di babak kedua
Babak kedua membuka ruang bagi tuan rumah. Alvaro Rodriguez menerima umpan Coba da Costa dan menyundul, tetapi bola melambung di atas mistar. Peluang itu menjadi peringatan bahwa keunggulan satu gol belum aman.
Madrid merespons dengan menekan kembali. Vinicius Junior melepaskan tendangan yang ditepis David Soria. Ritme berganti: Getafe mencari penyamaan, Madrid menjaga jarak lewat penguasaan dan serangan balasan.
Menjelang peluit panjang, Alvaro Rodriguez kembali mendapat kesempatan menyamakan kedudukan. Kali ini Thibaut Courtois yang menonjol. Kiper Belgia digambarkan gagalkan tendangan penentu itu sehingga skor 1-0 bertahan sampai akhir. Peran Courtois di menit krusial menutup celah yang sempat dibuka Getafe.
Reaksi Guler dan fokus ke final Copa del Rey
Arda Guler merayakan gol bersama rekan setim di lapangan. Ia menyebut golnya bagus dan menekankan bahwa tim berjuang sebagai satu kesatuan. Guler juga menyinggung penguasaan bola sebagai kunci untuk meredam tekanan Getafe.
Catatan musimnya menempatkan gol ini sebagai yang kedua di Liga Spanyol dari 23 penampilan, dengan total empat gol dan tujuh assist di semua kompetisi. Kontribusi itu memperkuat peran gelandang serang yang semakin sering digantungkan saat lini depan butuh penyelesaian cepat.
Usai laga, Real Madrid CF dialihkan fokus ke final Copa del Rey lawan Barcelona pada 27 April. Guler menutup komentar dengan seruan “Hala Madrid”. Tim redaksi Optimaise News mencatat alur ini sebagai jembatan dari tiga poin La Liga ke duel piala domestik yang lebih emosional.





