Yogyakarta, Optimaise News – Bareskrim Polri melalui pusat laboratorium forensik menguji keaslian ijazah S1 Joko Widodo dari Fakultas Kehutanan UGM dan menyimpulkan dokumen nomor 1120 identik dengan bahan pembanding seperiode. Temuan yang diumumkan Mei 2025 itu menepis unsur pidana atas pengaduan yang masuk, dengan status ijazah dinyatakan asli serta sah.
Inti artikel
- Temuan yang diumumkan Mei 2025 itu menepis unsur pidana atas pengaduan yang masuk, dengan status ijazah dinyatakan asli serta sah
- Pemeriksaan mencakup 39 saksi dan penelusuran 13 lokasi, di antaranya SMA Negeri 6 Surakarta serta kampus UGM di Yogyakarta
- Unit forensik tidak berhenti pada nomor induk mahasiswa atau catatan registrasi saja
Pemeriksaan mencakup 39 saksi dan penelusuran 13 lokasi, di antaranya SMA Negeri 6 Surakarta serta kampus UGM di Yogyakarta. Dokumen yang diamankan meliputi formulir daftar masuk, kartu nilai studi, surat praktik lapangan, dan ijazah fisik asli yang lolos uji material berusia puluhan tahun.
Uji forensik tinta kertas dan mesin ketik 1985
Unit forensik tidak berhenti pada nomor induk mahasiswa atau catatan registrasi saja. Mereka membedah tinta, jenis kertas, dan unsur fisik lain agar dapat memastikan umur serta teknik cetak sesuai era kelulusan.
Skripsi Jokowi dinilai diketik dengan mesin ketik serta pola cetak yang lazim dipakai tahun 1985. Hasil perbandingan menunjukkan kesamaan sempurna dengan arsip sezaman yang dijadikan kontrol, sehingga status autentik diperkuat secara teknis.
Bagi pelaku usaha dan masyarakat yang sering mengandalkan verifikasi dokumen, pendekatan multi-lapis ini memberi gambaran bagaimana laboratorium forensik bekerja. Bukan sekadar cocokkan data administratif, melainkan pembuktian material yang sulit dipalsukan.
Klarifikasi dekan UGM Agustus 2025 soal material tua
Dekan Fakultas Kehutanan UGM Sigit Sunarta pada 22 Agustus 2025 menegaskan bahwa pemeriksaan menjangkau material fisik berusia puluhan tahun. Ia menjelaskan puslabfor memeriksa tinta, kertas, dan aspek pendukung lain hingga dokumen dinyatakan autentik.
Kutipan Sigit berbunyi, “Mulai dari tintanya, kertasnya, dan lain sebagainya.” Klarifikasi kampus itu memberi konteks tambahan bahwa proses ilmiah dilakukan secara menyeluruh tanpa mengabaikan jejak usia kertas dan pigmen.
Optimaise News mencatat bahwa verifikasi semacam ini menjadi rujukan penting bagi pihak yang ingin memahami standar pembuktian forensik di Indonesia. Ketika sengketa dokumen publik muncul, rangkaian uji tinta hingga penelusuran lokasi memberi dasar keputusan yang lebih solid.
Rangkaian saksi dan lokasi yang ditelusuri Bareskrim
Selain kampus UGM, petugas menelusuri sekolah menengah di Surakarta untuk memverifikasi riwayat pendidikan sebelumnya. Total 13 titik dikunjungi agar alur akademik dari pendaftaran hingga wisuda dapat dilacak lurus.
Sebanyak 39 orang digali keterangannya, mencakup pihak kampus, rekan seangkatan, dan petugas administrasi terkait. Dokumen yang dikumpulkan membentuk rangkaian bukti yang saling mengunci, mulai dari formulir awal sampai ijazah final.
Pengumuman Mei 2025 menegaskan tidak ditemukan unsur pidana. Keputusan itu menutup laporan yang dilayangkan sebelumnya dan mengembalikan fokus pada keabsahan material yang telah teruji.







