Arab Saudi telah memasuki periode Jamrat Al Qaydh sejak pertengahan Juli 2026. Fase tradisional ini berlangsung hingga awal Agustus, ketika suhu di banyak wilayah diprediksi menyentuh titik tertinggi sepanjang tahun.
Peringatan medis modern kini berpadu dengan penanda budaya panen kurma. Warga diminta menahan aktivitas luar ruangan di jam-jam terik dan menambah asupan cairan demi menghindari kelelahan panas maupun heat stroke.
Penanda budaya panen kurma di tengah cuaca terik
Dalam tradisi setempat, masa ini juga disebut Tabbakh Al Tamr atau pemasak kurma. Panas ekstrem mempercepat buah kurma menuju tahap rutab, yakni kondisi lunak dan segar yang dinantikan petani.
Periode tersebut tidak hanya menandai musim panen. Udara menjadi sangat terik, hembusan hawa panas lebih sering muncul, dan kelembapan naik terutama di zona pesisir.
Laporan Gulf News pada 18 Juli 2026 menegaskan anjuran para pakar agar publik menahan diri di luar ruang saat matahari memuncak. Optimaise News mencatat bahwa kerangka peringatan kali ini menautkan warisan budaya dengan risiko kesehatan yang nyata.
Sinkronisasi fase rasi Gemini dengan puncak panas tahunan

Dimulainya Jamrat Al Qaydh tahun ini berbarengan dengan Al Han’ah. Al Han’ah adalah fase kedua rasi Gemini pada penanggalan langit yang diwariskan masyarakat Arab.
Al Han’ah bertahan 13 hari dan menempati urutan keempat di musim panas menurut sistem yang sudah dipakai berabad-abad. Petani masih merujuk penanda itu untuk membaca pergantian musim dan mengatur kerja ladang.
Barjas Al-Fulaih dari Masyarakat Astronomi Afaq menjelaskan bahwa penanggalan bintang ini membantu warga memahami pola iklim lokal. Saat Saudi Masuki Fase Terpanas dalam Setahun, Warga yang bergantung pada cuaca jadi lebih peka terhadap perubahan harian.
Ancaman dehidrasi dan kelelahan panas yang perlu diwaspadai

Lonjakan suhu membuka risiko heat exhaustion dan heat stroke. Keduanya berbahaya bila tubuh kekurangan cairan dan terpapar sinar matahari terlalu lama tanpa istirahat.
Pola ekstrem sebenarnya sudah terasa sejak Juni 2026, ketika prakiraan gelombang panas menyentuh sekitar 50 derajat Celsius di Provinsi Timur serta 45–47 derajat di Riyadh, Al-Qassim, Madinah, dan Northern Borders. Lonjakan Juli memperkuat tren musim panas yang menekan daya tahan tubuh.
Bagi jemaah, pekerja lapangan, dan warga pesisir, kombinasi angin panas plus kelembapan tinggi memperberat beban fisiologis. Dehidrasi bisa datang diam-diam bila asupan cairan tertinggal dari pengeluaran keringat.
Langkah sederhana jaga tubuh saat sinar matahari memuncak
Barjas Al-Fulaih mengingatkan agar paparan matahari langsung dihindari pada jam terpanas, terutama dari tengah hari hingga sore. Aktivitas outdoor sebaiknya digeser ke pagi dini atau menjelang magrib bila memungkinkan.
Perbanyak minum air dan cairan lain agar tubuh tetap terhidrasi. Langkah sederhana ini dinilai krusial untuk menurunkan risiko kelelahan panas yang bisa memburuk menjadi sengatan berbahaya bila diabaikan.
Menurut pantauan Optimaise News, imbauan serupa juga relevan bagi wisatawan dan jemaah yang belum terbiasa dengan iklim gurun. Istirahat di ruangan berpendingin, pakaian longgar berwarna terang, serta topi atau payung membantu mengurangi beban termal kulit.
Perubahan kelembapan pesisir yang memperberat kondisi
Suhu diperkirakan terus naik di sejumlah daerah, terutama Provinsi Timur dan Riyadh. Zona pesisir menghadapi tekanan ganda: udara panas bertemu kelembapan tinggi sehingga tubuh lebih sulit mendinginkan diri.
Badan cuaca kerajaan memprakirakan angin berdebu di beberapa kawasan, termasuk Tabuk, Makkah, Al-Baha, Asir, dan Jazan. Hujan intensitas menengah sampai deras, berpeluang disertai es, juga diwaspadai di wilayah serupa plus Provinsi Timur.
Madinah diperkirakan mendapat hujan ringan di sejumlah titik. Di Laut Merah, angin berhembus barat laut hingga barat sekitar 20–45 kilometer per jam di utara dan tengah; di selatan arahnya barat laut hingga utara dengan kecepatan 15–50 kilometer per jam.
FAQ
Apa itu Jamrat Al Qaydh?
Ini periode tradisional puncak musim panas di Arab Saudi yang dimulai pertengahan Juli dan diperkirakan berakhir di awal Agustus. Masyarakat setempat juga menyebutnya Tabbakh Al Tamr karena panas mempercepat pematangan kurma.
Mengapa fase ini dianggap paling terik setahun?
Secara budaya dan pengamatan cuaca, suhu di sebagian besar wilayah menyentuh level tertinggi tahunan, disertai angin panas dan kelembapan naik di pesisir. Tahun ini fase tersebut berbarengan dengan Al Han’ah selama 13 hari.
Bagaimana cara mengurangi risiko sengatan matahari?
Hindari paparan sinar langsung dari siang hingga sore, perbanyak cairan, dan kurangi aktivitas di luar ruangan. Segera cari perawatan bila muncul gejala kelelahan atau sengatan panas.
Apakah hujan dan debu masih mungkin terjadi?
Ya. Angin berdebu diprakirakan di sejumlah provinsi barat dan selatan, sementara hujan menengah hingga lebat—dengan peluang es—mungkin melanda wilayah serupa dan Provinsi Timur.





