Pelatih Aston Villa Unai Emery melempar pujian setinggi langit kepada Luis Enrique menjelang duel PSG Vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026. Laga di Red Bull Arena, Salzburg, digelar Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 02.00 WIB, mempertemukan juara Liga Champions dengan juara Liga Europa.
Inti artikel
- Pujian itu disampaikan agar Villa mendapat motivasi tambahan di laga yang juga jadi adu taktik dua juru taktik Spanyol
- Pertemuan di Salzburg menjadi laga ke-13 antara Luis Enrique dan Unai Emery sejak bentrok pertama musim 2013-2014
- Saat itu Celta Vigo di tangan Enrique berhadapan dengan Sevilla asuhan Emery
Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, Emery (54 tahun) menilai Enrique sebagai pelatih nomor satu dunia saat ini, bersanding dengan Pep Guardiola, dan merasa dirinya belum setara. Pujian itu disampaikan agar Villa mendapat motivasi tambahan di laga yang juga jadi adu taktik dua juru taktik Spanyol.
Emery vs Enrique: Duel Spanyol yang Sudah 13 Kali Bertemu
Pertemuan di Salzburg menjadi laga ke-13 antara Luis Enrique dan Unai Emery sejak bentrok pertama musim 2013-2014. Saat itu Celta Vigo di tangan Enrique berhadapan dengan Sevilla asuhan Emery. Sejak itu, keduanya saling hormat di lapangan meski sering bersaing.
Dalam 12 pertemuan sebelumnya Enrique unggul delapan kemenangan, Emery tiga, dan satu hasil imbang (persentase kemenangan Enrique sekitar 66,7 persen). Keduanya berasal dari Spanyol utara dan membangun rivalitas klasik yang tetap sopan di luar lapangan.
Satu episode bersejarah terjadi di Piala Super Eropa 2015: Barcelona Enrique menang 5-4 atas Sevilla Emery setelah perpanjangan waktu. Emery sempat balas 2-1 di La Liga 2015-2016, tetapi rekor keseluruhan tetap memihak pelatih PSG.
Rekor Kemenangan PSG Ante Madrid vs Villa
PSG datang sebagai juara Liga Champions dan pemegang Piala Super Eropa 2025. Musim lalu di final Super Eropa, skuad Paris imbang 2-2 lawan Tottenham Hotspur lalu menang 4-3 lewat adu penalti. Enrique juga punya jejak juara Super Eropa bersama Barcelona 2015.
Villa meraih Liga Europa usai mengalahkan Freiburg di final. Klub Inggris itu ingin menambah trofi Eropa setelah finis keempat Premier League 2025-2026. Sejarah keempat club yang mempertahankan Super Eropa dua musim beruntun hanya dimiliki Ajax, AC Milan, dan Real Madrid (terakhir 2016-2017). PSG ingin menyusul daftar itu.
Di Liga Champions 2024-25, Villa sempat menang 3-1 di leg kedua perempat final, tetapi kalah agregat 4-5. Youri Tielemans yang sempat mencuri perhatian di babak itu kini telah hengkang, sehingga Villa harus menata ulang lini tengah.
Unai Emery Tegaskan Kualitas Luis Enrique Jadi Penguat Semangat Villa
Emery membuka soal PSG Vs Aston Villa – Unai Emery Puji dengan jelas: Enrique adalah benchmark yang membuatnya terus belajar. Ia menyebut Guardiola sebagai cermin tuntutan tinggi, dan Enrique ada di lapisan yang sama. Rasa belum setara itu justru digarap sebagai bahan motivasi skuat Villa.
Optimaise News mencatat dari keterangan narasumber bahwa Emery menghargai intensitas pertemuan sejak 2013. Pengalaman Eropa Villa sejak 2022, plus jejak Emery di Sevilla, Villarreal, dan AC Milan, diyakini bisa mengubah momentum meski rekor head-to-head kurang menguntungkan.
Bagi Villa, pujian itu bukan basabasi pramusim. Emery memakai status Enrique sebagai pelatih papan atas agar pemain tidak diliputi rasa minder di hadapan juara Champions.
PSG Siap Pertahankan Gelar di Piala Super Eropa 2026
Luis Enrique membawa PSG ke Salzburg dengan misi ganda: pertahankan trofi Super Eropa dan buka musim dengan instrumen mental juara. Di kertas, kedalaman skuad Paris membuat mereka favorit. Namun pramusim belum meyakinkan: kalah 0-3 dari Mallorca dan imbang 1-1 lawan Manchester United.
Catatan positif tetap ada. PSG selalu mencetak gol dalam 28 laga beruntun di semua kompetisi; kekalahan tanpa gol terakhir terjadi Januari 2026 lawan Paris FC (0-1). Pengalaman Enrique di final Super Eropa, ditambah proses Madrid-Barcelona era dulu, menjadi modal psikologis di Red Bull Arena.
Kondisi Pramusim PSG dipertanyakan jelang Babak yang Ditentukan Waktu
Kick-off Kamis dini hari WIB memaksa kedua pelatih mengatur rotasi dan kesiapan fisik. Favoritisme PSG diimbangi risiko adu penalti, ranah yang kerap menjadi kekuatan Emery. Prediksi tipis 2-1 ke Paris beredar di media prediksi, tetapi sejarah duel mereka penuh drama perpanjangan waktu.
Bagi penonton Indonesia, laga jam 02.00 WIB adalah spektakel taktik Spanyol modern: rekor 13 pertemuan, pujian Emery yang setinggi langit, dan peluang PSG jadi club keempat yang double Super Eropa. Rivalitas klasik ini jarang tampil sejenih di panggung intercontinental sekali musim.







