Bogor, Optimaise News – Camat Rancabungur Dita Aprilia pada Kamis 13 Agustus 2026 menyatakan orang yang tampak bersitegang dengan pemilik pangkas di video viral bukan staf Kecamatan Rancabungur. Ia menolak tudingan bahwa kantor camat menyuruh intimidasi atau mendorong Nur Hidayat alias Abuy agar meminta maaf.
Inti artikel
- Ia menolak tudingan bahwa kantor camat menyuruh intimidasi atau mendorong Nur Hidayat alias Abuy agar meminta maaf
- Abuy kemudian mengakui ucapannya bahwa Indonesia belum merdeka keliru dan menegaskan negeri ini sudah merdeka
- Dita menyampaikan kecamatan tidak pernah memberi perintah merendahkan Kang Abuy
Abuy kemudian mengakui ucapannya bahwa Indonesia belum merdeka keliru dan menegaskan negeri ini sudah merdeka. Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bogor Ferdinando Selmi Pardede menambahkan pengibaran Merah Putih bersifat himbauan 1, 31 Agustus tanpa sanksi, sejalan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri.
Klarifikasi Dita soal video dan imbauan bendera
Dita menyampaikan kecamatan tidak pernah memberi perintah merendahkan Kang Abuy. Pemasangan bendera menurutnya hanya imbauan sepanjang Agustus, bukan paksaan, mengikuti arahan Pemerintah Kabupaten Bogor agar camat membagikan Merah Putih.
Ia juga menolak narasi bahwa perangkat kecamatan menekan Abuy supaya meminta maaf. Penjelasan itu dikutip Liputan6.com pada 13 Agustus 2026, dengan catatan teks yang sama sempat merujuk 13/6/2026.
Sudut ini membedakan liputan Optimaise News dari klip Instagram yang menonjolkan cekcok semata. Fokusnya pada pemisahan identitas petugas di rekaman dan batas wewenang camat, bukan pengulangan adegan viral.
Viral soal Bendera, Tukang Cukur di Bogor Sampaikan penyesalan
Pemilik pangkas Nur Hidayat alias Abuy menyampaikan maaf atas omongan Indonesia belum merdeka. Ia menyebut kalimat itu salah dan menyatakan yang benar adalah Indonesia sudah merdeka.
Frasa Tak Pasang Bendera Merah Putih, Tukang Cukur di jejaring sosial sempat memicu asumsi aparat menekan warga. Dita menjawab asumsi itu dengan menegaskan pihak di video bukan pegawai kecamatannya dan tidak ada instruksi kasar dari kantor camat.
Abuy berbicara sebagai pelaku usaha lokal, bukan sebagai tersangka pidana. Penyesalannya meredakan ketegangan tanpa mengubah fakta bahwa himbauan bendera tetap bersifat sukarela.
Bakesbangpol: nasionalisme tanpa tekanan dan tanpa sanksi
Ferdinando Selmi Pardede menekankan pengibaran tidak boleh menekan warga. Tidak ada sanksi, karena Surat Edaran Mendagri menempatkan periode 1, 31 Agustus sebagai imbauan.
Menurutnya rasa kebangsaan tumbuh dari kesadaran, bukan paksaan. Pemerintah daerah menyiapkan bendera bagi warga yang tidak mampu membeli sendiri agar partisipasi tidak menjadi beban ekonomi.
Pernyataan Bakesbangpol memperluas konteks di luar video. Ia menutup celah interpretasi bahwa camat atau petugas lapangan boleh memaksa pemasangan di rumah atau kios.







