Jakarta, Optimaise News – BNN berhasil menyita aset bernilai Rp39,95 miliar dari M alias Bos Gendut, gembong narkoba di wilayah Kampung Bahari. Selain itu, uang tunai Rp1,277 miliar juga berhasil diamankan dalam pengembangan tindak pidana pencucian uang.
Inti artikel
- BNN berhasil menyita aset bernilai Rp39,95 miliar dari M alias Bos Gendut, gembong narkoba di wilayah Kampung Bahari
- Selain itu, uang tunai Rp1,277 miliar juga berhasil diamankan dalam pengembangan tindak pidana pencucian uang
- Pengumuman ini menjadi langkah penting dalam upaya BNN menggulingkan jaringan perdagangan sabu-sabu yang melibatkan bos tersebut
Pengumuman ini menjadi langkah penting dalam upaya BNN menggulingkan jaringan perdagangan sabu-sabu yang melibatkan bos tersebut. Penangkapan terjadi di bawah operasi gabungan dengan Polda Metro Jaya pada pertengahan Agustus 2026.
Latar Belakang Penangkapan Bos Gendut
M sebagai Bos Gendut merupakan buronan dalam kasus kepemilikan 98 kilogram sabu yang berhasil diungkap pada 7 November 2025. Penindakan BNN langsung menyasar wilayah Kampung Bahari sebagai basisnya. Operasi gabungan dengan polisi dimulai Kamis pagi yang berujung pada penangkapan malam itu sendiri.
Tim penyidik berhasil menyusuri jejak M dari kampung asal ke lokasi salon kecantikan di Mangga Besar. Saat operasi berlangsung, seorang anggota polisi terluka akibat perlawanan loyalis gembong narkoba tersebut. Situasi ini menunjukkan betapa gelapnya sarang perdagangan di kawasan Padukan dengan beberapa orang masih bersembunyi.
Detail Sitam Aset Rp39,95 Miliar dari Hasil TPPU

Direktur Penindakan BNN Brigjen Roy Hardy Siahaan menjelaskan bahwa sebagian besar aset merupakan hasil pengembangan dari uang tunai yang disita. Nilai tersebut termasuk properti dan barang lainnya yang berhasil ditingkatkan dalam penanganan uang kotor.
Perkembangan ini langsung terhubung dengan investigasi besar terkait jaringan sabu. Roy menegaskan bahwa beberapa orang masih bersembunyi di Kampung Bahari sehingga operasi harus dilanjutkan untuk memutus rantai distribusi.
Reaksi dan Proyeksi Penangkapan
Brigjen Roy Hardy Siahaan menyatakan bahwa upaya ini baru tahap awal dalam mengakhiri peredaran narkoba di ibu kota. Operasi Kampung Bahari tetap menjadi prioritas karena akselerasi aksi dawa harus segera berhenti.
Penangkapan pada pukul 20.09 WIB di seseorang salon tersebut menjadi bukti keberhasilan intelijen dalam melacak target. BNN berjanji akan terus mengejar sisa sasaran demi keamanan masyarakat Jakarta.







