Petasol Pirolisis BRIN: Emisi 5x Lebih Rendah di 60 Lokasi

Author Image

Bagus

19 Juli 2026

Petasol Pirolisis BRIN: Emisi 5x Lebih Rendah di 60 Lokasi

Riset lembaga riset nasional membuktikan pirolisis mampu mengubah plastik sulit didaur ulang menjadi bahan bakar setara solar sambil memangkas emisi hingga lima kali lipat dibanding open dumping, open burning, atau insinerasi. Pantauan Optimaise News mencatat produk Petasol sudah mencapai TRL 8–9 dan beroperasi di lebih dari 60 lokasi, dengan indeks kelayakan teknis 87 persen serta periode balik modal sekitar 2,4 tahun.

Angka nasional 2024 menempatkan volume sampah sekitar 38 juta ton, di mana 19–20 persennya berupa plastik bernilai rendah yang sulit diproses metode biasa. Langkah ini diarahkan mendukung ekonomi sirkular dan target bebas sampah, seiring arahan penanganan lingkungan dari tingkat pusat hingga daerah.

Skala masalah plastik bernilai rendah di tingkat nasional

Volume sampah nasional 2024 menembus kisaran 38 juta ton. Dari total itu, 19–20 persen berupa plastik bernilai rendah seperti kantong, kemasan makanan, dan styrofoam.

Material tersebut sering gagal masuk rantai daur ulang konvensional. Akibatnya, beban TPA dan praktik pembakaran terbuka tetap tinggi di banyak wilayah.

Heru Susanto dari unit riset industri berkelanjutan di BRIN menegaskan skala tantangan itu dalam keterangan di Jakarta. “Indonesia menghasilkan sekitar 38 juta ton sampah pada 2024, dengan sekitar 19-20 persen berupa sampah plastik bernilai rendah seperti kantong plastik, kemasan makanan, dan styrofoam yang sulit didaur ulang melalui metode konvensional,” ujarnya, sebagaimana dilansir Antara, Sabtu (18/7/2026).

Cara pirolisis menghasilkan bahan bakar bernilai ekonomi

Cara pirolisis menghasilkan bahan bakar bernilai ekonomi

Proses termal tanpa oksigen memecah rantai polimer plastik menjadi fraksi minyak, gas, dan residu. Output minyak diolah menjadi bahan bakar yang punya nilai jual, bukan hanya dikubur atau dibakar.

Pendekatan ini memangkas beban pengelolaan sekaligus membuka jalur sirkular. Optimaise News mencermati bahwa BRIN dorong pemanfaatan teknologi pirolisis sebagai opsi nyata untuk fraksi plastik yang selama ini tidak laku di pasar daur ulang.

“Melalui teknologi pirolisis, sampah plastik bernilai rendah tersebut dapat dikonversi kembali menjadi bahan bakar yang bernilai ekonomi. Teknologi ini menjadi salah satu solusi alternatif untuk mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus mendorong ekonomi sirkular,” ucap Heru.

Jejak penerapan Petasol hingga puluhan lokasi

Jejak penerapan Petasol hingga puluhan lokasi

Petasol adalah bahan bakar minyak terbarukan setara solar yang dikembangkan lembaga riset nasional. Tingkat kesiapterapan teknologinya sudah di angka TRL 8–9, menandakan siap replikasi lapangan.

Implementasi tercatat di lebih dari 60 lokasi di Indonesia. Sejalan dengan upaya BRIN Kembangkan Teknologi Pirolisis Berskala Industri, unit lapangan di sejumlah wilayah diarahkan mampu memproses kapasitas harian 1 hingga 5 ton.

“Teknologi tersebut memiliki indeks kelayakan teknis 87 persen dengan periode balik modal sekitar 2,4 tahun,” papar Heru. Angka itu menjadi acuan investor dan pemerintah daerah saat mempertimbangkan unit pengolahan lokal.

Data emisi dan kelayakan teknis yang diperoleh

Pengujian emisi menempatkan keluaran unit pirolisis di bawah baku mutu lingkungan. Kajian Life Cycle Assessment (LCA) menjadi dasar perbandingan dengan metode lama.

“Berdasarkan kajian Life Cycle Assessment (LCA), emisi dari teknologi pirolisis mencapai sekitar 315 kg CO2 ekuivalen per ton, atau hingga lima kali lebih rendah dibandingkan metode open dumping, open burning, maupun insinerasi konvensional,” kata Heru.

Dengan jejak karbon yang jauh lebih kecil, opsi ini menekan risiko polusi udara dan air tanah dibanding pembuangan terbuka. Kelayakan teknis 87 persen dan ROI sekitar 2,4 tahun memperkuat argumen skala industri.

Kontribusi terhadap target bebas sampah dan sirkular

Replikasi unit pirolisis di daerah diharapkan mempercepat pengurangan fraksi plastik yang menumpuk. BRIN dorong teknologi pirolisis sebagai solusi yang dilengkapi data lapangan, sehingga kebijakan bisa berbasis bukti.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menginstruksikan jajaran pusat dan daerah agar penanganan sampah dilakukan secara konsisten. Aksi darurat sampah diposisikan sebagai langkah konkret dari arahan itu.

Dengan Petasol yang sudah terbukti di puluhan titik, rantai nilai sampah plastik bernilai rendah bisa bergeser dari beban biaya menjadi sumber bahan bakar. Model ini mendukung target bebas sampah tanpa mengabaikan batas emisi.

FAQ

Berapa besar volume sampah plastik bernilai rendah di Indonesia?

Pada 2024 total sampah sekitar 38 juta ton; 19–20 persen di antaranya plastik bernilai rendah seperti kantong, kemasan makanan, dan styrofoam.

Apa itu Petasol dan seberapa siap teknologinya?

Petasol adalah bahan bakar minyak terbarukan setara solar hasil pirolisis. Statusnya TRL 8–9, kelayakan teknis 87 persen, dan sudah diterapkan di lebih dari 60 lokasi.

Seberapa rendah emisi pirolisis dibanding metode lain?

Menurut LCA, emisi sekitar 315 kg CO2 ekuivalen per ton—hingga lima kali lebih rendah dari open dumping, open burning, atau insinerasi konvensional, dan masih di bawah baku mutu.

Berapa lama estimasi balik modal unit pirolisis?

Periode balik modal diperkirakan sekitar 2,4 tahun berdasarkan paparan peneliti BRIN.

Bagus
Redaktur Berita & Game

Bagus adalah redaktur berita Optimaise News. Meliput isu nasional, kriminal, dan game. Menyusun hard news dan berita umum dengan prioritas kejelasan siapa-apa-kapan-di mana, cocok untuk halaman beranda dan pembaca yang butuh ringkasan cepat.