Perlinsos Digital Surabaya Tekan 25.000 KK Bansos Salah Sasaran

Uji coba Perlinsos Digital Surabaya tekan kesalahan sasaran bansos 25 persen. Lihat capaian 99,94 persen dari 1.003.068 KK dan target 100 persen mendatang.

Author Image

Adel

Perlinsos Digital Surabaya Tekan 25.000 KK Bansos Salah Sasaran

Perlinsos Digital di Surabaya berhasil menekan kesalahan sasaran penerima bansos hingga 25 persen. Uji coba yang berlangsung 20 Juni hingga 7 Juli 2026 ini terbukti efektif melalui integrasi data dari berbagai kementerian dan teknologi face recognition.

Inti artikel

  • Perlinsos Digital di Surabaya berhasil menekan kesalahan sasaran penerima bansos hingga 25 persen
  • Sistem Perlinsos Digital menggabungkan Nomor Induk Kependudukan dengan Kartu Indonesia Elektronik serta facial recognition
  • Proses verifikasi selesai hanya dalam 15 hingga 45 menit

Integrasi NIK IKD dan Face Recognition untuk Verifikasi Cepat

Sistem Perlinsos Digital menggabungkan Nomor Induk Kependudukan dengan Kartu Indonesia Elektronik serta facial recognition. Proses verifikasi selesai hanya dalam 15 hingga 45 menit. Hasilnya, pemeriksaan data menjadi jauh lebih cepat dan akurat daripada metode manual sebelumnya.

Capaian Pendataan 99,94 Persen dari 1.003.068 Kepala Keluarga

Capaian Pendataan 99,94 Persen dari 1.003.068 Kepala Keluarga
Ilustrasi Capaian Pendataan 99,94 Persen dari 1.003.068 Kepala Keluarga.

Dari total 1.003.068 kepala keluarga di Surabaya, sistem berhasil mendata 99,94 persen dengan presisi tinggi. Angka ini mencerminkan kesuksesan digitalisasi massal dalam waktu singkat. Surabaya menjadi salah satu dari 42 daerah percontohan nasional yang terpilih untuk uji coba besar.

13.094 Agen Perlinsos Dorong Proses Digitalisasi Massal

13.094 agen dari ASN, PKH, TKSK, RT/RW, serta masyarakat turun ke lapangan. Mereka mengerahkan pendataan di berbagai kecamatan. Agen-agen ini menjadi tulang punggung proses digitalisasi yang melibatkan ribuan kepala keluarga setiap hari.

Qodari Apresiasi Sukses Uji Coba sebagai Pilot Nasional

Menteri Sosial Tri Rismaharini Qodari menilai hasil uji coba ini sangat positif sebagai pilot program nasional. Di Kantor Kecamatan Tambaksari, ia menyaksikan langsung dampaknya di lapangan. Sukses Surabaya ini diharapkan dapat dijadikan model untuk seluruh Indonesia.

101.000 KK Lama: 25.000 Dinyatakan Tidak Berhak

Dari 101.000 kepala keluarga penerima lama, 25.000 orang ternyata tidak berhak. Mereka dikeluarkan dari daftar penerima. Angka ini menunjukkan penurunan kesalahan sasaran yang signifikan.

51.000 KK Baru Terjaring Setara 175.000 Jiwa

Sistem berhasil menjaring 51.000 kepala keluarga baru yang selama ini terabaikan. Angka tersebut setara dengan 175.000 jiwa. Kelompok masyarakat ini selama bertahun-tahun tidak tercatat sebagai penerima bansos.

119.000 KK Berhak, 359.856 KK Menolak

Ada 119.000 kepala keluarga yang dinyatakan berhak menerima bansos. Namun, 359.856 orang memilih menolak karena merasa tidak berhak. Sikap mereka mencerminkan kesadaran diri yang tinggi.

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Tercapai 100 Persen

Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan bahwa capaian hampir 100 persen ini merupakan bagian dari transformasi nasional. Ia mengajak seluruh warga mendukung program tersebut. Target 100 persen ingin tercapai dalam 1-2 hari mendatang.

Penggunaan Face Recognition Integrasi dengan KTP-el untuk Cross-Check Aset

Face recognition terintegrasi dengan Kartu Tanda Penduduk elektronik memungkinkan cross-check aset. Hal ini membantu mendeteksi potensi penyalahgunaan dana bansos. Teknologi ini semakin memperkuat akuntabilitas penerimaan.

Sisa 2.610 KK Belum Terdata, Target Rampung Cepat

Saat ini masih ada sekitar 2.610 kepala keluarga yang belum terdata sepenuhnya. Pemkot Surabaya menargetkan penyelesaian dalam waktu singkat. Semua data akan dicek ulang sebelum verifikasi akhir.

Langkah Praktis Warga Daftar via Agen Perlinsos

Warga yang ingin mendaftar dapat melalui aplikasi Sayang Warga atau agen terdekat. Proses mandiri juga tersedia bagi yang sudah memiliki data lengkap. Jika ada kesalahan verifikasi, warga bisa mengajukan sanggah secara resmi.

Digitalisasi ini sangat penting untuk menekan anggaran bansos yang mencapai Rp1.300 triliun atau 30 persen APBN. Optimaise News mencatat bahwa program ini juga meningkatkan efisiensi distribusi dana sosial secara nasional. Bagi masyarakat, langkah praktis ini membantu mereka terhubung langsung dengan penerima bantuan.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.