Peringatan Tsunami Dicabut Usai 60 Gempa Susulan Gempa Kumamoto

Gempa magnitudo 6,8 di Kumamoto memicu peringatan tsunami yang dicabut meski 60 gempa susulan tercatat, 13 tewas dan 9.000 mengungsi.

Author Image

Adel

Gempa bumi magnitudo 6,8 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa malam 28 Juli 2026. Badan Meteorologi Jepang mencatat lebih dari 60 gempa susulan hingga Rabu pagi, sementara peringatan tsunami yang sempat dikeluarkan telah dicabut.

Inti artikel

  • Gempa bumi magnitudo 6,8 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa malam 28 Juli 2026
  • Lebih dari 9.000 warga mengungsi di 506 pusat evakuasi di lima prefektur
  • Badan Meteorologi Jepang terus mencatat aktivitas seismik pasca gempa utama, dengan magnitudo antara 1 hingga 4

Menurut pantauan Optimaise News, gempa tersebut menewaskan 13 orang dan melukai ratusan lainnya, dengan puluhan ribu rumah mengalami pemadaman listrik serta gangguan air. Lebih dari 9.000 warga mengungsi di 506 pusat evakuasi di lima prefektur.

Rentetan Gempa Susulan Meningkatkan Kekhawatiran Tsunami

Badan Meteorologi Jepang terus mencatat aktivitas seismik pasca gempa utama, dengan magnitudo antara 1 hingga 4. Peringatan tsunami sempat dikeluarkan untuk Laut Ariake dan Laut Yatsushiro, namun dicabut sekitar dua jam kemudian setelah pantauan gelombang laut menunjukkan tidak ada ancaman tinggi.

Kekhawatiran tetap tinggi karena lokasi pusat gempa di laut dangkal berpotensi memicu gelombang. Hal ini menunjukkan volatilitas zona rawan yang masih aktif hingga sekarang.

Kerusakan Parah di Aeon Mall Kumamoto dan Upaya Penyelamatan

Ledakan terjadi di pusat perbelanjaan Aeon Mall yang memiliki sekitar 200 toko. Bagian atas bangunan utama hancur dan sebagian runtuh, menyebabkan dua perempuan berusia 20-an tewas serta satu orang mengalami henti jantung.

Tim penyelamat menyisir puing di pabrik kertas di Kota Yatsushiro. Dua pekerja ditemukan dalam kondisi henti jantung, sementara sembilan lainnya masih dinyatakan hilang. Menteri Pertahanan Jepang mengerahkan 3.600 personel dan 20 pesawat untuk operasi penyelamatan.

Pernyataan Pemerintah Jepang tentang Korban dan Pengungsi

Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan pemerintah berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan sebanyak mungkin korban. Juru bicara pemerintah Minoru Kihara menambahkan bahwa 7 orang mengalami luka berat dan 29 lainnya luka ringan hingga Rabu pagi.

Saat itu, 9.186 orang telah mengungsi di 506 pusat evakuasi di Prefektur Kumamoto dan Fukuoka. Pasokan listrik terputus untuk puluhan ribu rumah tangga, dan fasilitas nuklir di sekitar tetap aman tanpa kerusakan.

Faktor Geologis yang Membuat Jepang Rawan Tsunami

Jepang berada di Cincin Api Pasifik sehingga rawan gempa berkala. Gempa dangkal di laut menjadi pemicu gelombang tsunami. Pemerintah Jepang telah membangun sistem pertahanan seperti seawall, gerbang tsunami, dan sistem pengereman otomatis Shinkansen.

Setiap tanggal 1 September menjadi hari evakuasi nasional. Sejarah bencana seperti gempa 2011 di Fukushima tetap menjadi pelajaran penting.

Pelajaran dari Peristiwa Ini bagi Persiapan Indonesia

Wilayah Indonesia yang rawan tsunami, seperti pesisir selatan, perlu tingkatkan sistem peringatan dini dan evakuasi. Pantauan Optimaise News menunjukkan pentingnya koordinasi antarinstansi untuk menghadapi ancaman serupa.

Publik diimbau selalu waspada terhadap guncangan tanah dan mengikuti arahan BMKG. Peristiwa ini mengingatkan betapa pentingnya kesiapan dini di wilayah rawan.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.