Sukabumi, Optimaise News – BPBD Jabar menyatakan belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan bangunan setelah gempa magnitudo 5,3 mengguncang wilayah Pangandaran pada malam tadi. Peristiwa ini terjadi pukul 21.55 WIB pada 5 Agustus 2026 dan berpotensi memengaruhi aktivitas warga di beberapa kabupaten sekitar.
Inti artikel
- Peristiwa ini terjadi pukul 21.55 WIB pada 5 Agustus 2026 dan berpotensi memengaruhi aktivitas warga di beberapa kabupaten sekitar
- Gempa tersebut memiliki episenter 79 kilometer barat daya Pangandaran sehingga guncangannya terasa lebih kuat di wilayah Barat Jawa
- Warga diminta waspada karena potensi kerusakan struktur bisa terjadi meski saat ini belum terlihat kerusakan besar
Gempa tersebut memiliki episenter 79 kilometer barat daya Pangandaran sehingga guncangannya terasa lebih kuat di wilayah Barat Jawa. Menurut data sementara dari berbagai pemantauan, intensitas III MMI terasa di beberapa kecamatan Bandung dan wilayah Jateng termasuk Sukabumi serta Cilacap. Warga diminta waspada karena potensi kerusakan struktur bisa terjadi meski saat ini belum terlihat kerusakan besar.
Guncangan Terasa di Berbagai Daerah Jabar
Guncangan gempa ini dirasakan di kecamatan Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, Solokanjeruk, dan Kabupaten Bandung. Intensitas yang sama juga dilaporkan di Nagrak, Kalapanunggal, Cilacap, serta sebagian wilayah Sukabumi dan Jateng. Data dari jejaring pemantau menunjukkan guncangan intensitas II hingga III MMI melaporkan di Soreang, Ciwidey, Pangalengan, dan Kota Sukabumi.
Tagana Pangandaran langsung bertindak memantau kondisi pesisir Pantai Pendarahan Ikan Cikidang. Tim ini fokus mengecek potensi bahaya seperti longsor atau tsunami meski saat ini belum ada indikasi kerusakan signifikan. Kepala BPBD Tasikmalaya juga melaporkan dinding PAUD Kober Sirojul Huda di Kampung Sukamulya mengalami kerusakan ringan sehingga pihak terkait sedang melakukan verifikasi lebih lanjut.
BPBD Imbau Warga Periksa Bangunan
Kepala Pelaksana BPBD Jabar Teten Ali Mulku Engkun mengimbau seluruh BPBD di Kabupaten Bandung dan Sukabumi untuk segera melakukan pengecekan terhadap retakan bangunan. Warga juga diminta memeriksa kondisi rumah sebelum kembali beraktivitas sehari-hari serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD. Data pemantauan sementara ini dikumpulkan dari jejaring BPBD, BMKG, serta komunitas radio amatir yang aktif di wilayah terdampak.
Saat ini belum ada indikasi kerusakan besar meski gempa magnitudo 5,3 ini cukup kuat dan terasa hingga daerah sekitar. BPBD terus memperbarui informasi berdasarkan hasil verifikasi lapangan. Warga diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan. Pemantauan ini penting untuk memastikan keamanan masyarakat di wilayah rawan gempa.
Optimaise News akan terus mengikuti perkembangan ini dan memberikan update terkini seputar gempa di Jabar. Informasi resmi dari BMKG menjadi acuan utama agar tidak terjadi kerancuan di tengah masyarakat.





