Tasikmalaya, Optimaise News – Gempa M5.3 mengguncang Kabupaten Pangandaran pada Rabu 5 Agustus 2026 pukul 21.55.41 WIB. Hiposenter berada di kedalaman 18 kilometer dengan koordinat 8,12 LS dan 107,91 BT. Pusat gempa terletak di laut sekitar 79 kilometer barat daya dari kabupaten tersebut. Tagana Kabupaten Pangandaran melakukan pemantauan langsung dan menyatakan tidak ada laporan kerusakan.
Inti artikel
- Gempa M5.3 mengguncang Kabupaten Pangandaran pada Rabu 5 Agustus 2026 pukul 21.55.41 WIB
- Hiposenter berada di kedalaman 18 kilometer dengan koordinat 8,12 LS dan 107,91 BT
- Pusat gempa terletak di laut sekitar 79 kilometer barat daya dari kabupaten tersebut
Optimaise News mencatat guncangan dirasakan hingga Bandung dan wilayah sekitarnya. Ketua Tagana Nana Suryana menegaskan situasi tetap kondusif dan aman tanpa perlu evakuasi besar-besaran. Warga bisa melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan tenang.
Guncangan di Wilayah Jabar dan Jateng
Intensitas III-IV MMI terasa di Kabupaten Sukabumi dan Bandung. Intensitas III MMI dirasakan di Nagrak, Cilacap, Kalapanunggal, Kertasari, Baleendah, Dayeuhkolot, Majalaya, Arjasari, serta Solokanjeruk. Daerah Soreang, Kota Sukabumi, Ciwidey, Pangalengan, dan Banjarnegara mengalami intensitas II-III MMI.
Intensitas II MMI dilaporkan di Sumedang, Ngamprah, Parongpong, Cihanjuang, Pelabuhanratu, dan Lembang. Warga di Ciamis, Tasikmalaya, Garut, hingga Bandung juga merasakan getaran. Guncangan ringan ini tidak menyebabkan kerusakan struktural di pemukiman atau infrastruktur.
Pemantauan Tagana dan Penilaian Aman
Tim Tagana Pangandaran aktif memantau pesisir dan wilayah rawan. Nana Suryana menyatakan situasi kondusif dan aman tanpa evakuasi berlebihan. Warga di sekitar pantai tetap waspada meski tidak ada bahaya potensial yang terdeteksi.
Untuk pelaku usaha kecil di Pangandaran dan sekitarnya, gempa ini tidak menghambat aktivitas. Ribuan UMKM bisa beroperasi normal dan mengantisipasi cuaca pasca-gempa. Selalu siapkan kesiapsiagaan dasar seperti tas darurat agar siap menghadapi situasi serupa.
Optimaise News merekomendasikan warga pantai aktifkan aplikasi pemantauan BMKG. Pantau update resmi setiap 30 menit untuk cegah dampak tak terduga di masa depan.





