Surabaya, Optimaise News – Pemkot Surabaya mengincar penyelesaian verifikasi digital Perlinsos 100 persen dalam waktu satu hingga dua hari mendatang. Capaian saat ini sudah mencapai 99,74 persen dari total 1.003.068 kartu keluarga di kota ini, dengan hanya 2.610 KK yang masih belum terdata. Angka sisa ini terkonsentrasi di Kelurahan Dukuh Setro dan menjadi prioritas utama untuk penutupan gap terakhir.
Inti artikel
- Pemkot Surabaya mengincar penyelesaian verifikasi digital Perlinsos 100 persen dalam waktu satu hingga dua hari mendatang
- Angka sisa ini terkonsentrasi di Kelurahan Dukuh Setro dan menjadi prioritas utama untuk penutupan gap terakhir
- Proses ini tidak hanya mempercepat pelayanan publik tetapi juga memastikan distribusi bantuan tepat sasaran bagi semua penerima
Mobilisasi 13.049 agen verifikasi melalui aplikasi Sayang Warga menjadi kunci utama agar tidak ada warga yang ketinggalan dalam pendataan bansos. Proses ini tidak hanya mempercepat pelayanan publik tetapi juga memastikan distribusi bantuan tepat sasaran bagi semua penerima.
Capaian Hampir Sempurna Lewat Aplikasi Sayang Warga
Program pendataan digital Perlinsos telah berjalan lancar berkat aplikasi Sayang Warga yang kini lebih matang. Dari 1.000.458 KK yang sudah terjangkau, angka ini mencerminkan komitmen Pemkot untuk mendigitalkan pelayanan sosial di seluruh wilayah. Kolaborasi dengan perangkat daerah telah menghasilkan sistem yang efisien dan cepat.
Eddy Christijanto dari Diskominfo menyatakan bahwa proses verifikasi kini langsung menghasilkan keluaran setelah infrastruktur awal diperbaiki. Uji coba yang dimulai sejak 4 Juni 2026 telah menjadi pilot project sukses yang sekaligus menunjukkan kemajuan digitalisasi bansos nasional.
Bottleneck Terakhir di Kelurahan Dukuh Setro

Meski secara keseluruhan capaian tinggi, 2.610 KK yang belum terdata masih terkonsentrasi di Kelurahan Dukuh Setro. Kondisi ini menjadikan kelurahan tersebut sebagai bottleneck operasional akhir yang memerlukan penekanan ekstra. Akses teknologi dan keterlibatan warga di lokasi ini kemungkinan menjadi tantangan tersendiri.
Penyebab kemungkinan berupa masalah lokal seperti jaringan internet lemah atau keterbatasan informasi bagi sebagian warga. Hal ini menjadi pelajaran berharga untuk penanganan serupa di daerah lain agar kesenjangan tidak melebar.
13.049 Agen Siap Fasilitasi Warga Tanpa IKD
Tim 13.049 agen siap membantu warga yang belum memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk verifikasi melalui aplikasi Sayang Warga. Agen-agen ini akan memfasilitasi pendaftaran langsung tanpa memerlukan dokumen lengkap, sehingga memperluas jangkauan program bansos. Langkah ini krusial agar setiap warga terjangkau dengan tepat.
Agen akan datang ke rumah atau lokasi warga untuk proses verifikasi instan. Keterlibatan penuh mereka diharapkan menutup semua kesenjangan yang tersisa dan memastikan penerima bantuan tepat sasaran tanpa terkecuali.
Verifikasi Instan Setelah Perbaikan Infrastruktur
Setelah perbaikan infrastruktur awal, proses verifikasi Perlinsos kini berjalan dengan cepat dan langsung. Face recognition serta cross-check dengan data PLN, Polri, ATR/BPN membantu mempercepat pengecekan dan koreksi kesalahan. Angka 51.000 KK penerima baru yang berhasil ditambahkan setelah koreksi inclusion/exclusion error menandakan efektivitas sistem baru.
Anggaran yang disiapkan mencapai Rp1.300 triliun untuk mendukung seluruh program ini. Kolaborasi antara ASN dan RT/RW semakin memperkuat proses pendataan di lapangan.
Koreksi Error Bansos dan Implikasi bagi Penerima
Koreksi error bansos sebanyak 25 persen atau sekitar 25.000 KK telah berhasil diperbaiki, ditambah penambahan 51.000 KK penerima baru yang setara dengan 175.000 jiwa. Implikasi utamanya adalah kemungkinan besar warga akan menerima bantuan tepat sasaran tanpa terkecuali. Kepala Bakom RI Muhammad Qodari mengapresiasi uji coba Perlinsos digital di Surabaya karena menunjukkan keadilan sistem mesin dengan kolaborasi penuh antara ASN dan perangkat daerah.







