Kejari Surabaya Setor Rp9,05 Miliar Rampasan TPPU Jaka Purnama ke Kas

Surabaya, Optimaise News - Kejaksaan Negeri Surabaya resmi mengeksekusi putusan pengadilan dengan menyetorkan Rp9.051.209.000 ke kas negara. Uang itu hasil rampasan perkara tindak pidana pencucian uang atau TPPU dari jar

Author Image

Adel

Kejari Surabaya Setor Rp9,05 Miliar Rampasan TPPU Jaka Purnama ke Kas

– Kejaksaan Negeri Surabaya resmi mengeksekusi putusan pengadilan dengan menyetorkan Rp9.051.209.000 ke kas negara. Uang itu hasil rampasan perkara tindak pidana pencucian uang atau TPPU dari jaringan judi online. Langkah ini memulihkan aset negara secara langsung dan menandai penutupan satu babak besar kasus perjudian daring.

Inti artikel

  • Kejaksaan Negeri Surabaya resmi mengeksekusi putusan pengadilan dengan menyetorkan Rp9.051.209.000 ke kas negara
  • Uang itu hasil rampasan perkara tindak pidana pencucian uang atau TPPU dari jaringan judi online
  • Langkah ini memulihkan aset negara secara langsung dan menandai penutupan satu babak besar kasus perjudian daring

Nominal tepat tersebut masuk sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak. Dasar hukumnya Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor 200/Pid.Sus/2026/PN Sby tanggal 22 Juni 2026 yang memerintahkan seluruh barang bukti dirampas untuk negara. Kajari Surabaya Tri Anggoro Mukti memimpin proses penyerahan itu sebagai bagian dari pemulihan keuangan publik.

Penyetoran Barang Bukti Rp9,05 Miliar ke Kas Negara

Uang Rp9.051.209.000 berasal dari sisa saldo ratusan rekening yang sebelumnya disita. Kejari Surabaya menyerahkannya utuh tanpa potongan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. Transaksi ini langsung meningkatkan kas negara dan menutup celah kebocoran dana hasil kejahatan.

Proses setoran dilakukan secara terbuka agar publik melihat hasil kerja penegak hukum. Barang bukti yang semula mengendap di rekening perusahaan fiktif kini kembali ke negara. Ini menjadi bukti konkret bahwa eksekusi putusan tidak berhenti di vonis saja.

Detail Vonis dan Eksekusi Terpidana Jaka Purnama

Detail Vonis dan Eksekusi Terpidana Jaka Purnama
Ilustrasi Detail Vonis dan Eksekusi Terpidana Jaka Purnama.

Jaka Purnama divonis 10 tahun penjara oleh majelis hakim PN Surabaya. Tuntutan jaksa sebelumnya 11 tahun, namun hakim memutus 10 tahun setelah mempertimbangkan fakta persidangan. Terpidana sudah dieksekusi dan menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan.

Vonis itu menutup tahap pidana badan. Fokus beralih ke pemulihan aset yang berhasil disetor. Perbandingan tuntutan dan putusan menunjukkan pengadilan tetap tegas meski mengurangi satu tahun dari apa yang diminta jaksa.

Perusahaan Fiktif yang Mengelola Dana Judi Online

Perusahaan Fiktif yang Mengelola Dana Judi Online
Ilustrasi Perusahaan Fiktif yang Mengelola Dana Judi Online.

Dua perusahaan fiktif, CV Global Teknologi Digital dan CV Wira Tekno Sechipta, dibentuk khusus untuk menampung dana hasil perjudian. Saldo tersisa di rekening kedua CV itulah yang menjadi sumber utama setoran Rp9,05 miliar. Mereka tidak pernah menjalankan usaha nyata.

Perusahaan semu ini hanya berfungsi sebagai penadah uang dari platform 188Bet. Setelah dibongkar, seluruh sisa dana di rekening mereka dirampas. Model seperti ini sering dipakai sindikat untuk menyamarkan aliran uang haram.

Penelusuran Aliran Dana ke Luar Negeri dan Aset

Penyidik menelusuri aliran dana sekitar Rp29 miliar yang mengalir ke rekening di Malaysia dan Filipina. Sebagian uang itu dibelikan beberapa unit apartemen di Batam. Ratusan lembar kulit ular dan kulit biawak juga ditemukan sebagai aset yang dibeli dari hasil judi.

Ratusan rekening penampungan lain sudah disita selama penyidikan. Penelusuran masih berlanjut untuk memastikan tidak ada sisa aset yang lolos. Langkah ini memperlihatkan betapa luas jangkauan jaringan 188Bet hingga ke luar negeri.

Pengembangan Perkara Jaringan Judi Online 188Bet

Perkara tidak berhenti di Jaka Purnama. Dua tersangka lain sudah dilimpahkan ke Kejari Tanjung Perak karena terkait perjudian. Penyelidikan aset dan jaringan terus digelar dengan ratusan rekening yang masih dalam proses penelusuran.

Timeline kasus berjalan dari penyidikan perusahaan fiktif, pengungkapan aliran dana lintas negara, sidang hingga putusan 22 Juni 2026, eksekusi pidana, lalu setoran aset. Implikasi hukumnya jelas: penegak hukum kini punya preseden kuat untuk merampas hasil TPPU judi online secara lebih agresif. Jaringan serupa di Indonesia akan lebih mudah dilumpuhkan bila asetnya dikejar sampai ke akar.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.