Pelita Jaya Bertekad Kantongi Final

Author Image

Dwi

19 Juli 2026

Pelita Jaya Bertekad Kantongi Final

Dengan tekad Tak Mau Kecewa Lagi, Pelita Jaya Bertekad Menang di final Indonesian Basketball League (IBL) 2026 lewat format Best of 5 yang baru. Kesiapan fisik-mental serta keunggulan kandang di laga pembuka digadang sebagai fondasi meraih gelar.

Laga pembuka melawan Bogor Hornbills digelar di PJ Arena, Rasuna Said, Jumat (19/6/2026) pukul 19.00 WIB. Optimaise News mencatat pelatih David Singleton menekankan pentingnya proses agar kerja keras musim ini tak sia-sia.

Format Baru Best of 5 Mengubah Dinamika Seri Final

IBL 2026 memperkenalkan format final Best of 5, berbeda dari Best of 3 musim sebelumnya. Pola Home-Home-Away-Away-Home berlaku bagi unggulan teratas sehingga setiap laga membawa bobot tinggi.

Singleton menyadari seri ini akan berat bagi skuatnya. Setiap kemenangan atau kekalahan langsung memengaruhi posisi di dalam rangkaian pertandingan yang lebih panjang.

Kesiapan Fisik dan Ritme Tim Menjelang Laga Pembuka

Kesiapan Fisik dan Ritme Tim Menjelang Laga Pembuka

Singleton (38), yang berasal dari San Francisco, California, berbicara kepada media di PJ Arena pada Kamis (18/6/2026). Ia mengungkap kondisi fisik regu sudah pulih dan fokus beralih ke aspek teknis serta mental.

“Persiapannya sejauh ini bagus, kami telah memulihkan kondisi fisik kami kembali. Sekarang kami sedang mengerjakan aspek teknis dan tentunya bagian mental dari permainan ini,” kata David Singleton.

“Saat ini, kami memiliki ritme dan momentum yang baik. Kami hanya perlu turun ke lapangan dan mewujudkannya,” lanjutnya.

Lawan Kejutan yang Wajib Diwaspadai di PJ Arena

Lawan Kejutan yang Wajib Diwaspadai di PJ Arena

Bogor Hornbills muncul sebagai kejutan usai mencapai final untuk pertama kalinya. Singleton mengingatkan pemainnya agar tetap waspada dan tidak lengah menghadapi lawan tersebut.

“Kami menghormati lawan. Semua lawan kami adalah lawan yang sangat tangguh. Jadi kami berharap bisa memberikan hal yang lebih dari biasanya, dan sekali lagi, kami bersemangat untuk laga nanti,” tuturnya.

Dalam ringkasan Optimaise News, sikap hormat itu diiringi target tampil lebih baik daripada seri sebelumnya. Perhatian diarahkan penuh ke pertandingan Jumat di markas sendiri.

Fokus Proses untuk Hindari Pengulangan Hasil Musim Lalu

Musim lalu Pelita Jaya finis sebagai runner-up setelah kalah 1-2 dari Dewa United dalam format Best of 3. Singleton tak ingin pengalaman itu terulang di final 2026.

“Kami tak ingin semua kerja keras yang dilakukan sia-sia. Saya pikir musim lalu adalah patah hati bagi tim ini, dan saya tahu seberapa besar keinginan mereka untuk merespons dan melakukan yang lebih baik kali ini karena kami telah bekerja sangat keras,” ujar David.

“Kami tetap setia pada proses kami musim ini. Kami akan melakukan segala yang kami bisa agar tidak merasakan perasaan (kalah) itu lagi,” tegasnya.

Momentum Kandang Jadi Modal Awal di Seri Final

Keunggulan home court di dua laga awal menjadi modal penting dalam pola seri Best of 5. Singleton menekankan pentingnya memanfaatkan dukungan di PJ Arena sejak game pembuka.

“Jadi kami harus fokus pada hari Jumat, dan wajib tampil lebih baik daripada laga di seri terakhir. Dan kami menantikan untuk bermain dengan baik di kandang.”

Dengan ritme positif yang sudah dibangun, Pelita Jaya berharap bisa membuka seri dengan kemenangan. Langkah itu diyakini membuka jalan menuju gelar juara yang didambakan.

FAQ

Kapan laga pertama final IBL 2026 digelar?

Laga pertama final digelar Jumat (19/6/2026) pukul 19.00 WIB di PJ Arena, Rasuna Said, Jakarta.

Format seri final IBL 2026 seperti apa?

Format yang dipakai adalah Best of 5 dengan pola Home-Home-Away-Away-Home bagi unggulan teratas.

Siapa lawan Pelita Jaya di final?

Pelita Jaya menghadapi Bogor Hornbills, tim kejutan yang baru pertama kali menembus final IBL.

Dwi
Redaktur Olahraga

Dwi adalah redaktur olahraga Optimaise News. Meliput sepak bola, basket, dan kompetisi internasional: skor, jadwal siaran, transfer, dan analisis pertandingan untuk pembaca Indonesia. Tulisan mengacu sumber pertandingan dan rilis resmi, disusun agar cepat dibaca di beranda dan Google Discover.