Campus League Basketball 2026 The Nationals resmi digelar di Basketball Court Universitas Pelita Harapan (UPH), Tangerang, Banten, pada 7–17 Juni 2026. Juara lima regional—Surabaya, Yogyakarta, Samarinda, Bandung, dan Jakarta—langsung bertabrakan di hari pembuka yang ketat.
Pembukaan The Nationals menyatukan wakil terbaik lewat ujian daya saing basket kampus level nasional. Optimaise News mencatat, CEO Ryan Gozali menempatkan momen ini sebagai babak sejarah baru kompetisi.
Lima wilayah unjuk kekuatan di lapangan UPH Tangerang
Perhelatan Nasional Ada di UPH! Campus League kali ini menampung talenta dari lima zona yang sudah lolos lewat seri regional. Venue kampus di Tangerang jadi pusat seluruh laga The Nationals.
Format nasional menghadirkan sekitar 18 tim terbaik universitas se-Indonesia. Setiap laga diposisikan sebagai panggung untuk menampilkan level tertinggi basket kampus.
Konsep ini meniru semangat liga kampus di negara maju, di mana olahraga perguruan tinggi menjadi kebanggaan publik. Fokusnya bukan hanya juara, tetapi pencarian bakat baru yang siap naik ke panggung lebih luas.
Drama poin tipis mewarnai laga putra Grup B

Drama terbesar hari pertama muncul di laga putra Grup B. Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menang tipis 55-54 atas Institut Perbanas.
Skor selisih satu poin itu mencerminkan intensitas sepanjang permainan. Kedua tim berebut momentum hingga detik-detik penutup tanpa memberi celah longgar.
UKSW berhasil menjaga ketenangan saat tekanan final memuncak. Hasil itu memberi bekal berharga untuk fase grup sekaligus menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.
Tim putri unjuk dominasi di sejumlah laga pembuka

Di lini putri, tuan rumah UPH unggul 61-51 atas Binus. Kontrol permainan dan efisiensi serangan membuat UPH menutup laga dengan selisih yang nyaman.
Soegijapranata Catholic University mencatat kemenangan telak 92-27 atas Universitas Katolik Parahyangan. Dominasi skor itu menegaskan jarak kualitas yang lebar di laga pembuka.
Universitas Surabaya juga memukul Universitas Ciputra Makassar 89-45. Tiga hasil putri itu memberi sinyal kuat bahwa kompetisi putri berjalan kompetitif sekaligus menampilkan selisih kapasitas antar-tim.
Kontribusi pemain kunci yang jadi penentu hasil
Di laga UKSW versus Perbanas, Stevie Willie Saputra menjadi motor serangan dengan 18 poin. Samuel Kafiar menambah delapan poin untuk mengamankan kemenangan tipis.
Dari kubu Perbanas, Baltazar Noerisqun membukukan 14 poin. Fathur Rahman menyumbang delapan poin saat mencoba memaksa comeback di momen-momen krusial.
Performa individu itu memperlihatkan bahwa perbedaan tipis di papan skor sering ditentukan oleh ketenangan eksekusi, bukan hanya volume tembakan. Nama-nama tersebut langsung menjadi sorotan pantauan Optimaise News di hari pembuka.
Format dan harapan kompetisi antarkampus berlanjut
Campus League Basket Seri Nasional Diharapkan Jadi Awal perjalanan lebih besar bagi ekosistem basket kampus. Ryan Gozali menekankan arti historis The Nationals pertama dalam pernyataan persnya.
“Hari ini hari yang sangat spesial karena The Nationals pertama, kalian jadi sejarah dari perjalanan panjang Campus League,” kata CEO Campus League, Ryan Gozali.
“Kami terinspirasi dengan liga kampus dari negara-negara maju dimana olahraga kampus bisa jadi kebanggaan untuk banyak orang. Kami berharap banyak talenta baru yang muncul, jadi tunjukkan level tertinggi kalian. Semoga ini awal dari mimpi besar kami,” sambungnya.
Seri nasional ini juga dipandang sebagai tangga menuju kompetisi regional Asia bagi juara terpilih. Dengan rentang 7–17 Juni, setiap laga grup menjadi penentu nasib di fase eliminasi.







