Jakarta, Optimaise News – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Dalam Negeri Niken Tomsi Tohir mendorong anggota mengasah kreativitas lewat pelatihan decoupage sepatu. Kegiatan digelar di Kampus IPDN Cilandak, Jakarta, pada 23 Juli 2026. Hasil karya diubah menjadi simbol kebersamaan nasional sekaligus peluang penghasilan rumah tangga.
Inti artikel
- Kegiatan digelar di Kampus IPDN Cilandak, Jakarta, pada 23 Juli 2026
- Hasil karya diubah menjadi simbol kebersamaan nasional sekaligus peluang penghasilan rumah tangga
- Teknik kerajinan berbiaya rendah itu membuka jalan kemandirian ekonomi keluarga
Teknik kerajinan berbiaya rendah itu membuka jalan kemandirian ekonomi keluarga. Sepatu hasil pelatihan direncanakan dipakai pada kegiatan 17 Agustus menyambut HUT RI ke-81. Optimaise News merangkum alur lengkap agar pembaca melihat potensinya secara praktis.
Pelatihan di IPDN Cilandak Perkuat Skill Anggota
Tema acara menekankan peningkatan kreativitas dan kemandirian ekonomi lewat karya seni. Niken Tomsi Tohir menekankan pentingnya setiap anggota menguasai kemampuan baru. Skill ini bisa langsung diterapkan di lingkungan rumah tangga sehari-hari.
Lokasi di Kampus IPDN Cilandak memudahkan akses peserta. Pelatihan digelar intensif supaya dasar teknik dikuasai dengan cepat. Hasilnya diharapkan menumbuhkan rasa percaya diri para anggota dalam berkarya.
Dengan skill yang diperkuat, anggota tak hanya aktif di organisasi. Mereka juga siap berkontribusi pada momen kebangsaan. Peran DWP dalam pemberdayaan perempuan semakin nyata melalui kegiatan ini.
Teknik Ringan dengan Bahan dari Perajin Lokal dan Marketplace

Decoupage dinilai mudah dipelajari oleh pemula sekalipun. Biaya produksi rendah sehingga cocok untuk skala rumah tangga. Teknik ini hanya butuh ketelitian menempel motif pada permukaan sepatu.
Bahan utama mencakup sepatu dari perajin lokal. Tisu bermotif dan lem mudah didapat di toko kerajinan maupun marketplace daring. Akses marketplace menjadi panduan praktis bagi siapa saja yang ingin mencoba produksi mandiri di rumah.
Pemilihan sepatu sebagai media spesifik mendukung perajin lokal secara langsung. DWP menjembatani pemberdayaan anggota sekaligus ekonomi kerakyatan. Mirip dengan DWP Kota Makassar Ikut Pelatihan Kriya Decoupage 3D, fokus tetap pada media yang aplikatif dan murah.
Modal kecil memungkinkan hobi seni berubah menjadi sumber penghasilan. Siapa pun bisa memulai tanpa investasi besar. Itulah keunggulan utama kerajinan ini di tengah kebutuhan ekonomi keluarga.
Karya Sepatu Disiapkan untuk Kegiatan 17 Agustus

Hasil karya sepatu direncanakan dipakai anggota saat kegiatan 17 Agustus. Peringatan HUT RI ke-81 menjadi momen tepat menampilkan keterampilan. Integrasi langsung ke agenda perayaan menjadikan sepatu simbol kebersamaan nasional.
Setiap anggota akan mengenakan karya sendiri. Hal itu memperkuat rasa memiliki terhadap perayaan kemerdekaan. Kontribusi sederhana lewat kerajinan justru memperdalam makna persatuan.
Dari ruang pelatihan di IPDN, sepatu-sepatu itu akan hadir di panggung kebangsaan. Sudut ekonomi keluarga bersatu dengan kontribusi nasional dalam satu narasi utuh. Pembaca bisa melihat skill rumahan berdampak lebih luas.
Harapan Ketua: Semangat Berkarya Tumbuh di Lingkungan DWP
Niken berharap pelatihan menambah pengetahuan sekaligus potensi pendapatan rumah tangga. Semangat berkarya diharapkan tumbuh subur di lingkungan DWP. Karya yang dihasilkan harus bermanfaat bagi keluarga.
Ia juga menginginkan hasil tersebut membanggakan bangsa. Hubungan hobi seni dengan penambahan penghasilan muncul berkat modal kecil. Anggota didorong terus berinovasi setelah pelatihan selesai.
Peran DWP dalam mendukung perajin lokal semakin terlihat lewat inisiatif ini. Pemberdayaan anggota lewat kerajinan berbiaya rendah menjadi prioritas bersama. Optimaise News menilai langkah serupa relevan bagi banyak organisasi perempuan di daerah.







