Newport Minta Maaf & Janji SOP Ketat, 5 Pihak Dilapor Polisi

Newport minta maaf atas video bacaan Ad-Dhuha di booth festival Ancol. Lima pihak dilaporkan ke polisi, SOP ketat dijanjikan agar tak terulang.

Author Image

Adel

Newport Minta Maaf & Janji SOP Ketat, 5 Pihak Dilapor Polisi

– Direktur Newport Handoko Sasongko secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada umat Muslim, tokoh agama, serta masyarakat Indonesia terkait kegaduhan di booth festival The Sounds Project di Ancol, Jakarta Utara, Minggu 9 Agustus. Insiden yang viral itu melibatkan seorang perempuan yang melafalkan Surat Ad-Dhuha utuh di lokasi brand minuman beralkohol, disusul sorakan staf dan pertanyaan MC soal identitas serta pesanan.

Inti artikel

  • Peristiwa tersebut memicu reaksi hukum cepat
  • Ketua Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia Zainul Arifin menilai aksi itu masuk wilayah penistaan agama dan sudah diadukan ke Bareskrim Polri
  • Handoko menekankan bahwa aktivitas di booth bukan program resmi, konsep promosi, tantangan, atau arahan perusahaan

Peristiwa tersebut memicu reaksi hukum cepat. Ketua Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia Zainul Arifin menilai aksi itu masuk wilayah penistaan agama dan sudah diadukan ke Bareskrim Polri. Advokat Muhammad Rizki dari Tim Hukum Muslim juga membawa lima pihak ke Polda Metro Jaya: penyelenggara acara, produsen minuman, dua MC, dan perempuan yang melafazkan ayat, sambil menegaskan rasa tersinggung sebagai muslim atas cara promosi tersebut.

Pengawasan Lapangan Gagal, Spontanitas Pengunjung Jadi Pemicu

Handoko menekankan bahwa aktivitas di booth bukan program resmi, konsep promosi, tantangan, atau arahan perusahaan. Menurutnya, momen itu muncul mendadak dari pengunjung. Ia menyesali kelalaian pengawasan di lapangan sehingga muncul tindakan yang bertentangan dengan nilai agama, keyakinan, budaya, dan adat setempat.

Bagi Optimaise News, kasus ini menjadi cermin bagi brand yang menggelar aktivasi publik, terutama di Indonesia yang sensitif terhadap urusan religi. Manajemen Newport menyebut kejadian tersebut sebagai peringatan keras untuk merancang pedoman operasional jauh lebih ketat yang berpijak pada penghormatan nilai keagamaan. Mereka menegaskan komitmen penuh agar peristiwa serupa tidak berulang.

Video yang beredar memperlihatkan perempuan membacakan Surat Ad-Dhuha dari awal sampai akhir tanpa jeda di booth brand miras, lalu diikuti sorakan sales. MC di lokasi sempat bertanya soal identitas: di mana temannya, siapa yang membacakan surat tadi, mau apa, dan pesanan apa. Rangkaian interupsi itu memperparah kesan bahwa ayat suci dipakai sebagai atraksi penjualan.

Laporan Polisi dan Dampak bagi Brand di Event Publik

Laporan Polisi dan Dampak bagi Brand di Event Publik
Laporan Polisi dan Dampak bagi Brand di Event Publik.

Langkah hukum yang diambil ALMI dan Tim Hukum Muslim menempatkan lima pihak dalam sorotan. Rizki dan rekan-rekannya merasa promosi miras dengan cara tersebut melukai perasaan umat. Mereka melaporkan EO acara, produsen, dua MC, serta perempuan yang melafazkan agar proses penegakan hukum berjalan.

Handoko tidak membela diri dengan dalih lokal semata. Ia justru mengaku gagal memastikan standar perilaku di area booth. Perusahaan kini fokus menyusun aturan ketat agar setiap interaksinya tetap hormat pada keyakinan masyarakat. Bagi pelaku UMKM dan merek lokal yang sering ikut festival musik atau bazaar, episodenya memberi pelajaran praktis: pengawasan staf dan skrip MC harus diuji sebelum aktivitas dimulai.

Tanpa pedoman yang jelas, momen spontan pengunjung mudah berubah menjadi kontroversi nasional. Newport berjanji kejadian ini tidak diulangi. Pembaca Optimaise News yang mengelola brand kecil maupun menengah dapat mencontoh sikap koreksi terbuka sambil memperkuat SOP lapangan agar aktivitas pemasaran tetap aman dari isu penistaan.

Insiden Ancol juga menegaskan bahwa media sosial mempercepat reaksi publik. Dalam hitungan jam video menyebar, laporan polisi menyusul, dan merek harus merespons. Kombinasi maaf resmi, pengakuan kelalaian, dan rancangan pedoman baru menjadi jalur yang dipilih Newport untuk meredam kegaduhan sambil menjaga kehormatan nilai religi.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.