Bandung, Optimaise News – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan langsung menunjukkan kemarahan besar saat menyaksikan hasil penebangan pohon yang dilakukan secara diam-diam di pinggir perempatan Jalan RE Martadinata dan Jalan Cihapit pada 31 Juli 2026. Sekitar 10 batang pohon besar atau lebih yang biasanya memberikan keteduhan bagi warga dan ojol telah ditebang malam hari awal Juli ketika lalu lintas relatif sepi.
Inti artikel
- Penebangan itu berlangsung buru-buru, dengan seluruh batang pohon dipindah dan dilempar ke area parkir padal di tempat yang sama
- Proses pembersihan sisa-potongan dilakukan hingga kawasan terlihat rapi pada pagi hari
- Pohon-pohon ini berfungsi sebagai peneduh dan penyeimbang ekosistem perkotaan yang vital bagi lingkungan sekitar
Penebangan itu berlangsung buru-buru, dengan seluruh batang pohon dipindah dan dilempar ke area parkir padal di tempat yang sama. Proses pembersihan sisa-potongan dilakukan hingga kawasan terlihat rapi pada pagi hari. Pohon-pohon ini berfungsi sebagai peneduh dan penyeimbang ekosistem perkotaan yang vital bagi lingkungan sekitar.
Proses Penebangan Malam Hari yang Mencurigakan di Pinggir Jalan Riau
Awal bulan Juli 2026, kawasan itu menjadi sorotan warga yang sering membicarakan kejanggalan terkait pohon-pohon besar yang tiba-tiba hilang. Biasanya penebangan dilakukan oleh petugas dinas setelah persiapan pohon pengganti dan pada siang hari dengan pengamanan ketat. Kali ini, kegiatan berlangsung malam hingga dini hari dengan gerakan cepat yang tidak memperhatikan ketertiban umum.
Kesaksian Ojol Yana yang Melihat Gerak-gerik Pelaku

Ojol bernama Yana yang biasa mangkal di kawasan menyaksikan seluruh rangkaian gerakan pelaku. Dia berniat merekam kejadian sebagai bukti tetapi mengurungkan niat karena khawatir terseret masalah lebih besar. Menurut Yana, aksi penebangan dilakukan untuk mengurangi penghalang papan videotron sehingga tulisannya tetap terlihat jelas oleh semua pengendara.
Tiang besar juga ikut dipindahkan karena dianggap menghalangi jalur pengendara. Kawasan semula menjadi tempat berteduh favorit bagi ojol dan warga yang suka bersantai di bawah pohon, namun setelah hilang, Yana merasakan gersang dan panas karena pengurangan tempat istirahat di siang hari.
Dampak Hilangnya Pohon bagi Ojol dan Warga di Bandung

Gerakan buru-buru penanganan sisa penebangan meninggalkan bekas batang pohon yang diduga dicor sebagai tanda hasil potongan. Pelaku sempat mengenakan seragam mirip petugas resmi, namun kendaraan yang mereka gunakan bukan milik dinas perumahan. Ini menambah tingkat kecurigaan masyarakat yang mengaitkan kejadian dengan motif tambahan pembukaan lahan baru untuk lapangan padal.
Dampak langsung terasa bagi pengguna jalan. Pojok yang tadinya melindungi dari panas kini terbuka dan memperbesar kerindangan tanaman kota yang hilang. Warga sekitar menginginkan pelaku dikenai sanksi serta pohon dikembalikan sebagai bentuk keadilan lingkungan.
Langkah Hukum yang Dilakukan Wali Kota Muhammad Farhan
Muhammad Farhan langsung memerintahkan penyegelan area dan pembersihan total saat melakukan sidak mendadak. Dia menyatakan kemarahan besar terhadap pelaku yang menggunakan cara tidak resmi tanpa persiapan pohon pengganti. Inspeksi itu menjadi respons cepat untuk mengatasi dampak jangka panjang di kawasan yang terkena pengaruh kota Bandung.
Langkah hukum ini mengingatkan semua pihak pada prosedur standar yang harus dipatuhi sebelum ada aksi penebangan. Dengan bukti visual dari kesaksian Yana, potensi pelanggaran bisa ditindak lebih tegas agar kasus serupa tidak berulang.






