Miliar Dana Asing Sabet Rp349 Miliar

TPIA serap dana asing Rp349,3 miliar terbesar, IHSG ditutup 6.231,7 (+0,91%). Total net buy Rp93,4 miliar di tengah kontras reguler surplus vs nego defisit.

Author Image

Dyah

Miliar Dana Asing Sabet Rp349 Miliar

TPIA menyerap dana asing terbesar Rp349,3 miliar saat pasar saham menutup sesi penuh Senin 20 Juli 2026. IHSG ditutup di 6.231,7 atau naik 56,2 poin setara 0,91 persen.

Inti artikel

  • TPIA menyerap dana asing terbesar Rp349,3 miliar saat pasar saham menutup sesi penuh Senin 20 Juli 2026
  • IHSG ditutup di 6.231,7 atau naik 56,2 poin setara 0,91 persen
  • Total net buy asing seluruh pasar hanya Rp93,4 miliar

Total net buy asing seluruh pasar hanya Rp93,4 miliar. Pasar reguler surplus Rp156,5 miliar, tapi nego dan tunai defisit Rp63,1 miliar. Dana asing berbalik masuk ke saham RI, IHSG menguat diiringi 421 saham naik.

TPIA Jadi Magnet Utama Dana Asing dengan Net Buy Rp349,3 Miliar

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi penyerap utama aliran asing. Nilai net buy-nya Rp349,3 miliar jauh di atas emiten lain. Transaksi harian bursa mencapai Rp16,3 triliun.

Dominasi TPIA mencerminkan fokus asing pada emiten kimia berkapitalisasi besar. Data Stockbit mencatat posisi ini puncak daftar belanja asing sesi penutupan. Optimaise News mengamati pola serupa jarang terjadi di sesi sebelumnya.

Sepuluh Emiten dengan Net Buy Asing Terbesar

Sepuluh Emiten dengan Net Buy Asing Terbesar

Urutan berikutnya diisi BRPT Rp97 miliar dan BBRI Rp93,3 miliar. BNBR menyusul Rp83,3 miliar, DEWA Rp51,9 miliar, serta CUAN Rp46,9 miliar. Empat emiten terakhir melengkapi sepuluh besar: BRMS, ADRO, INDF, dan MEDC.

Berikut ringkasan peringkat berbasis nilai net buy asing:

Peringkat Emiten Net Buy Asing (Rp miliar)
1 TPIA 349,3
2 BRPT 97
3 BBRI 93,3
4 BNBR 83,3
5 DEWA 51,9
6 CUAN 46,9
7-10 BRMS, ADRO, INDF, MEDC Data melengkapi

Peringkat ini diurutkan berdasarkan nilai transaksi, bukan volume lembar saham. Fokus nilai memberi gambaran preferensi modal asing yang lebih akurat.

Aliran Beda Arah: Reguler Surplus, Nego-Tunai Defisit

Aliran Beda Arah: Reguler Surplus, Nego-Tunai Defisit

Pasar reguler mencatat net buy asing Rp156,5 miliar. Sebaliknya, pasar nego dan tunai justru net sell Rp63,1 miliar. Selisih itu membentuk total net buy keseluruhan Rp93,4 miliar.

Kontras dua jalur transaksi ini menunjukkan asing selektif. Mereka aktif di lelang reguler, namun melepas posisi di negosiasi khusus. Hasilnya, angka bersih tetap positif meski TPIA sendiri jauh lebih besar.

IHSG Menguat ke 6.231,7 Diringi 421 Saham yang Naik

Indeks Harga Saham Gabungan ditutup di 6.231,7. Kenaikan 56,2 poin atau 0,91 persen terjadi di tengah 421 saham hijau, 220 merah, dan 324 stagnan.

Lebarnya saham yang menguat menandakan aliran positif merata. Nilai transaksi Rp16,3 triliun mendukung likuiditas harian yang sehat. Momentum ini sejalan dengan net buy asing yang kembali positif.

Sektor Kimia, Bank, dan Energi yang Dilirik

TPIA dan BRPT menempatkan sektor kimia di puncak perhatian. BBRI membawa bank big cap masuk radar. ADRO dan MEDC menarik minat di energi serta batu bara.

DEWA dan CUAN menambah warna di segmen energi terbarukan serta infrastruktur. Pilihan asing tersebar, bukan terpusat di satu industri saja. Hal ini memberi ruang diversifikasi bagi pelaku pasar lokal.

Tanya Jawab Aliran Dana Asing 20 Juli 2026

Berapa total net buy asing di seluruh pasar saham Senin 20 Juli 2026?

Total net buy asing mencapai Rp93,4 miliar. Angka itu hasil dari surplus reguler Rp156,5 miliar dikurangi defisit nego-tunai Rp63,1 miliar.

Mengapa net buy TPIA Rp349,3 miliar lebih besar dari total keseluruhan?

Karena ada net sell di pasar nego dan tunai yang mengoreksi surplus di reguler. TPIA mendominasi belanja di jalur utama, sementara emiten lain mengalami pelepasan di jalur khusus.

Saham mana saja yang masuk sepuluh besar net buy asing berbasis nilai?

TPIA, BRPT, BBRI, BNBR, DEWA, CUAN, BRMS, ADRO, INDF, dan MEDC. Data diolah Optimaise News dari Stockbit untuk penutupan penuh 20 Juli 2026.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.