DEWA Melonjak 9,34% ke Rp398 Usai Kontrak SSC 55 Juta BCM

DEWA naik 9,34% ke Rp398 Senin 20 Juli 2026 dipicu kontrak SSC 55 juta bcm. Asing net buy Rp51,91 miliar, Mandiri target Rp406, BCA proyeksi laba 2027 Rp1,1 T.

Author Image

Dyah

DEWA Melonjak 9,34% ke Rp398 Usai Kontrak SSC 55 Juta BCM

Saham DEWA melonjak 9,34 persen ke Rp398 pada Senin 20 Juli 2026. Lonjakan ini bukan sekadar aksi harian biasa, melainkan katalis kontrak overburden dari PT Suku Sejaka Coal (SSC) Pulau Laut yang memicu serbuan investor asing dan rekomendasi buy sekuritas.

Inti artikel

  • Saham DEWA melonjak 9,34 persen ke Rp398 pada Senin 20 Juli 2026
  • Asing mencatat net buy Rp51,91 miliar di tengah volume 983,5 juta saham senilai Rp375,98 miliar
  • Perdagangan DEWA pada Senin berlangsung sangat ramai

Asing mencatat net buy Rp51,91 miliar di tengah volume 983,5 juta saham senilai Rp375,98 miliar. Kontrak SSC menjadi kontrak pihak ketiga di luar Grup Bumi pertama yang signifikan, membuka ruang diversifikasi dan mendorong sentimen positif di pasar.

Aksi Beli Asing dan Volume Transaksi DEWA Senin

Perdagangan DEWA pada Senin berlangsung sangat ramai. Volume tembus 983,5 juta saham dengan frekuensi 41.418 kali dan nilai transaksi Rp375,98 miliar.

Investor asing aktif menyerap, menghasilkan net buy Rp51,91 miliar. Kenaikan sepekan terakhir sudah mencapai 15,03 persen, menandai momentum kuat di saham emiten grup Bakrie ini.

Saham Emiten Grup Bakrie Tiba-tiba Dilahap pasar setelah berita kontrak beredar. Aktivitas beli asing ini mencerminkan keyakinan terhadap prospek operasional jangka menengah DEWA.

Indikator Nilai
Harga penutupan Rp398 (+9,34%)
Volume transaksi 983,5 juta saham
Frekuensi 41.418 kali
Nilai transaksi Rp375,98 miliar
Net buy asing Rp51,91 miliar
Kenaikan sepekan 15,03%

Data di atas menegaskan likuiditas tinggi. Saham emiten grup ini bergerak dengan partisipasi luas dari investor institusi maupun ritel.

Kontrak SSC 55 Juta BCM Jadi Pemicu Utama

Kontrak SSC 55 Juta BCM Jadi Pemicu Utama

PT Suku Sejaka Coal menandatangani kontrak overburden 55 juta bcm plus produksi batubara 5 juta ton. Kontrak ini berpotensi diperpanjang sesuai kinerja operasional di lapangan.

Ini kontrak pihak ketiga di luar Grup Bumi pertama yang signifikan bagi DEWA. Selama ini mayoritas pekerjaan masih terikat di dalam grup, sehingga kehadiran SSC membuka diversifikasi klien nyata.

Optimaise News mencatat pasar merespons positif karena kontrak tersebut memberi kepastian volume pekerjaan. Emisi emiten grup bakrie yang bergantung pada overburden kini punya jangkar baru di luar afiliasi lama.

Proyek Pulau Laut menjadi bukti kemampuan DEWA menarik klien independen. Hal ini mengurangi persepsi risiko konsentrasi bisnis pada satu grup saja.

Mandiri Sekuritas Pasang Target Rp406

Mandiri Sekuritas Pasang Target Rp406

Mandiri Sekuritas segera merespons dengan rekomendasi buy. Target harga dipatok di Rp406, sementara level stoploss dipasang di bawah Rp394.

Rekomendasi ini keluar setelah mempertimbangkan kontribusi kontrak SSC terhadap pipeline overburden. Analis melihat ruang upside masih terbuka di level saat ini.

Stoploss di bawah Rp394 memberi batas risiko jelas bagi investor. Saham emiten Grup Bakrie, yang juga sebagian dimiliki investor institusi, kini punya panduan teknikal yang solid dari sekuritas besar.

Kehadiran rekomendasi resmi memperkuat keyakinan pasar. Banyak pelaku menunggu konfirmasi volume aktual dari kontrak baru ini di kuartal mendatang.

Proyeksi BCA Sekuritas: Laba 2027 Tembus Rp1,1 T

BCA Sekuritas merilis proyeksi lebih optimistis. Overburden 2027 diperkirakan mencapai 205 juta bcm, naik 27 persen dari basis sebelumnya.

Pendapatan diproyeksi tembus Rp7,9 triliun atau tumbuh 19 persen. Laba bersih diperkirakan Rp1,1 triliun, setara kenaikan 23 persen.

Angka-angka itu didukung pipeline kontrak baru termasuk SSC. Grup bakrie yang selama ini dikenal lewat berbagai emiten tambang kini punya cerita pertumbuhan lebih terukur di DEWA.

Proyeksi ini menjadi penopang sentimen jangka menengah. Investor melihat peluang revaluasi jika realisasi volume overburden sesuai target.

Tren Hijau DEWA Sepanjang Juli 2026

DEWA mencatat tren hijau konsisten sepanjang Juli 2026. Kenaikan sepekan 15,03 persen menjadi puncak dari serangkaian aksi akumulasi.

Momentum ini ditopang berita kontrak dan rekomendasi sekuritas. Saham emiten grup bakrie lainnya belum tentu mendapat respons secepat DEWA di periode yang sama.

Likuiditas harian tetap tinggi meski harga sudah naik tajam. Hal ini menunjukkan minat beli belum mereda dan support teknikal masih solid.

Optimaise News memantau pergerakan ini sebagai indikasi pergeseran fokus investor ke emiten kontraktor tambang dengan pipeline diversifikasi. Tren hijau Juli menjadi fondasi bagus memasuki semester kedua.

FAQ Seputar Kenaikan Saham DEWA

Apa pemicu utama lonjakan DEWA 9,34 persen?

Katalis utamanya adalah kontrak overburden 55 juta bcm plus 5 juta ton batubara dari PT Suku Sejaka Coal di Pulau Laut. Kontrak ini menjadi yang pertama signifikan dari pihak ketiga di luar Grup Bumi.

Berapa target dan stoploss Mandiri Sekuritas untuk DEWA?

Mandiri Sekuritas merekomendasikan buy dengan target Rp406. Level stoploss dipasang di bawah Rp394 untuk membatasi risiko.

Bagaimana proyeksi BCA Sekuritas untuk kinerja 2027?

Overburden diproyeksi 205 juta bcm (+27 persen), pendapatan Rp7,9 triliun (+19 persen), dan laba bersih Rp1,1 triliun (+23 persen). Kontrak SSC menjadi salah satu penopang angka tersebut.

Seberapa besar aksi asing di DEWA Senin kemarin?

Investor asing mencatat net buy Rp51,91 miliar. Volume transaksi mencapai 983,5 juta saham senilai Rp375,98 miliar dengan frekuensi 41.418 kali.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.