Surabaya, Optimaise News – MDR, pria 30 tahun asal Dusun Penanjan Desa Paciran Kabupaten Lamongan, ditemukan meninggal dunia di tebing Bukit Kendil pada Kamis 23 Juli 2026. Relawan LSM setempat yang menemukannya. Penemuan terjadi hanya lima hari setelah keluarga melapor hilang ke Radio Suara Surabaya.
Lokasi temuan berjarak 2-3 kilometer dari rumah korban. Informasi duka disampaikan Muhibuddin, teman SD MDR, lewat siaran radio. Warga Paciran yang Dilaporkan Hilang ke Suara Surabaya itu dikonfirmasi meninggal di area yang warga sebut Gunung Kendil.
Laporan Hilang ke Radio Lokal Lima Hari Sebelumnya
Keluarga MDR melaporkan kehilangannya ke Radio Suara Surabaya sekitar lima hari sebelum penemuan. Radio komunitas ini jadi saluran cepat bagi warga Paciran yang mencari anggota keluarga.
Laporan semacam itu menyebar kabar ke jaringan relawan dan warga sekitar. Optimaise News mencatat peran radio lokal kerap jadi jembatan informasi di wilayah pesisir Lamongan. Upaya pencarian selama lima hari itu belum diuraikan detail oleh pihak terkait.
Belum ada keterangan resmi kepolisian atau keluarga inti soal penyebab kematian. Alasan MDR berada di kawasan perbukitan juga belum terungkap.
Teman SD Sampaikan Kabar Duka Lewat Siaran Langsung

Muhibuddin menyampaikan kabar duka lewat siaran langsung radio. Ia teman sekolah dasar korban dan aktif di grup pertemanan lama.
Sebelum on air, Muhibuddin mengonfirmasi dulu ke sejumlah orang yang mengenal MDR. “Saya cek ke grup biar kabarnya akurat, baru sampaikan,” ujarnya dalam siaran. Kabar itu membuat teman-teman masa kecilnya terkejut.
Siaran langsung mempercepat penyebaran duka ke warga setempat. Radio jadi titik temu informasi yang dipercaya warga.
Relawan LSM Temukan Korban di Area Tebing Perbukitan

Relawan LSM setempat menemukan jenazah MDR di area tebing perbukitan. Warga mengenal lokasi itu sebagai Gunung Kendil atau Bukit Kendil.
Penemuan terjadi Kamis 23 Juli 2026. Kondisi jenazah dan proses evakuasi belum dijelaskan secara rinci dalam laporan awal. Tidak ada detail tambahan soal circumstansi di lokasi temuan.
Relawan bergerak berdasarkan sebaran info dari radio dan warga. Peran mereka krusial di medan tebing yang sulit dijangkau sendirian.
Jarak Temuan Hanya 2-3 Kilometer dari Rumah
Jarak temuan hanya 2-3 kilometer dari rumah korban. Meski dekat, MDR hilang selama lima hari penuh. Fakta ini menyoroti tantangan pencarian di perbukitan terjal Paciran.
Timeline ringkas memperjelas durasi: laporan hilang sekitar lima hari sebelumnya, lalu temuan pada 23 Juli. Medan tebing membuat jarak pendek terasa jauh tanpa bantuan relawan.
Warga setempat mengakui area Gunung Kendil punya kontur yang mempersulit pencarian harian. Jarak dekat rumah versus lama hilang jadi sorotan utama kasus ini.
Konfirmasi Lewat Grup Pertemanan Sekolah
Muhibuddin menerima info awal lewat grup pertemanan sekolah dasar. Ia langsung hubungi orang-orang yang kenal MDR untuk memastikan sebelum siaran.
Konfirmasi berlapis itu mencegah kabar keliru menyebar. Setelah yakin, ia sampaikan di udara agar teman dan keluarga tahu.
Peran radio komunitas dan relawan LSM terbukti jadi jembatan informasi warga. Tanpa keduanya, kabar duka mungkin lebih lambat sampai ke lingkaran dekat. Optimaise News terus memantau perkembangan resmi dari pihak berwenang.







