Masjid Quba: Persembahan Takwa Rasulullah Pasca Hijrah dari Makkah

Masjid Quba dibangun Rasulullah SAW di awal hijrah 622 M di Quba: gotong royong batu, ayat takwa, pahala setara umrah, kini 5.860 m² dan 20.000 jamaah.

Author Image

Nurul

Masjid Quba: Persembahan Takwa Rasulullah Pasca Hijrah dari Makkah

– Masjid Quba adalah masjid pertama yang didirikan Rasulullah SAW bersama para sahabat di awal hijrah dari Makkah ke Madinah tahun 622 M. Beliau singgah dulu di kawasan Quba, selatan Yatsrib (kemudian Madinah), lalu membangun tempat ibadah sederhana dari batu, tanah, dan pelepah kurma.

Inti artikel

  • Masjid Quba adalah masjid pertama yang didirikan Rasulullah SAW bersama para sahabat di awal hijrah dari Makkah ke Madinah tahun 622 M
  • Dari pondasi itu lahir pusat ukhuwah, belajar, dan salat berjamaah
  • Optimaise News merangkum kisahnya dari sumber sejarah dan riwayat yang beredar luas

Dari pondasi itu lahir pusat ukhuwah, belajar, dan salat berjamaah. Keutamaannya terpaku di firman Allah tentang masjid yang berdirinya atas dasar takwa, serta hadis yang menyetarakan salat di situ dengan pahala umrah. Optimaise News merangkum kisahnya dari sumber sejarah dan riwayat yang beredar luas.

Sangkar Hijrah: Hari Senin yang Membekukan Quba

Pada 622 M, tekanan dari Quraisy memaksa hijrah. Rasulullah SAW meninggalkan Makkah menuju Yatsrib tanpa langsung masuk pusat kota. Ia tiba di Quba pada hari Senin, seperti yang disebut sejumlah riwayat, lalu menetap beberapa hari di wilayah Bani Amr bin Auf.

Sumber lain menyebut tanggal sekitar 8 Rabiul Awal atau 23 September 622 M. Nama Quba sendiri lekat dengan sumur terkenal di kawasan itu. Jarak desa itu kira-kira enam kilometer selatan Madinah; kini desa dan masjidnya sudah menyatu dengan kota.

Bulan Rabiul Awal juga menyimpan jejak lain di zaman Nabi: kelahiran, puncak perjalanan hijrah, pembangunan masjid pertama, dan kelak kewafatan. Di sanalah komunitas muslim mula-mula menata hidup aman setelah tekanan di Makkah.

Gotong Royong Batu: Nabi Langsung Tarik Batu Pertama

Gotong Royong Batu: Nabi Langsung Tarik Batu Pertama
Ilustrasi Gotong Royong Batu: Nabi Langsung Tarik Batu Pertama.

Pembangunan tidak diserahkan hanya ke sahabat. Rasulullah SAW ikut mengangkat batu dan material hingga badan berdebu pasir. Abu Bakar, Umar bin Khattab, dan Utsman bin Affan ikut dalam barisan gotong royong Muhajirin dan Anshar.

Bangunan awal jauh dari kemegahan hari ini: dinding batu dan tanah liat, atap pelepah kurma, lahan wakaf yang dalam catatan kemudian disebut sekitar 1.200 meter persegi. Setelah singgah beberapa hari, barulah perjalanan dilanjutkan ke pusat Madinah, diikuti pembangunan Masjid Nabawi.

Fungsi masjid sejak hari pertama melampaui tempat ruku dan sujud. Di situlah umat berkumpul, belajar, dan merajut persaudaraan. Nabi SAW sering mengimami jamaah terbuka saat kiblat masih mengarah ke Masjid Al-Aqsa.

Ayat Ta’wa dan Pahala Umrah di Sisi Masjid

Keistimewaan Quba ditautkan para ulama tafsir dengan Surat At-Taubah ayat 108. Di situ disebut masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama lebih patut didatangi untuk salat; di dalamnya ada orang-orang yang suka membersihkan diri, dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.

Hadis dari Sahl bin Hunaif RA meriwayatkan sabda Nabi: barang siapa keluar menuju Masjid Quba lalu salat di dalamnya, baginya pahala seperti pahala umrah (HR Ibnu Majah). Riwayat serupa dalam jalur lain menegaskan salat di situ setara umrah.

Bagi peziarah hari ini, makna praktisnya sederhana: bersuci di tempat tinggal, datang dengan niat, salat sunnah atau dhuha, lalu merenungkan nilai gotong royong yang membesarkan masjid pertama itu. Sintesis spiritual dan sosial itu yang membedakan Quba dari sekadar destinasi foto.

Keistimewaan Sabtu: Tradisi Rasulullah di Quba

Abdullah bin Umar meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu, berjalan kaki atau berkendaraan, lalu salat dua rakaat (HR Muslim). Kebiasaan itu menandai bahwa jarak enam kilometer tidak menghalangi rutin ziarah dan ibadah.

Tradisi Sabtu itu masih menjadi acuan jamaah umrah dan haji yang menyempatkan diri dari Madinah. Optimaise News mencatat dari himpunan sumber bahwa keutamaan salat tetap menjadi magnet utama, melampaui hanya kesan bangunan besar.

Expand hingga 5860 Meter Persegi: Maju Modern Saat Ini

Dari bentuk sederhana, masjid mengalami renovasi berlapis di berbagai masa pemerintahan Islam, termasuk perluasan sejak masa Utsman bin Affan hingga catatan sekitar 1405 H. Luas kini mencapai sekitar 5.860 meter persegi dengan daya tampung hingga 20.000 jamaah.

Fasilitas modern menyebut tujuh pintu utama plus pintu tambahan, empat menara, puluhan kubah kecil, perpustakaan, dan area layanan. Halaman luas memudahkan jamaah musim haji. Perbandingan visualnya jelas: dulu pelepah kurma dan debu di tangan Nabi; kini arsitektur yang menampung ribuan orang tanpa menghapus jejak takwa hari pertama.

Timeline ringkas membantu mengingat: 622 M pendirian awal di Quba; setelah itu Masjid Nabawi; abad demi abad perluasan; era modern dengan kapasitas raksasa. Bagi pembaca yang merencanakan ziarah, fokusnya tetap niat, salat, dan menghayati gotong royong yang membentuk umat, bukan hanya menghitung meter persegi.

FAQ
Kapan dan di mana Masjid Quba dibangun?
Di kawasan Quba selatan Madinah, pada awal hijrah 622 M, setelah Rasulullah SAW tiba hari Senin dan singgah beberapa hari di Bani Amr bin Auf.
Apa keutamaan salat di Masjid Quba?
Menurut hadis (HR Ibnu Majah dan riwayat sejalan), salat di situ bernilai seperti pahala umrah. Ayat At-Taubah 108 menekankan pondasi takwa sejak hari pertama.
Seberapa besar masjid sekarang dibanding awal?
Bangunan awal sangat sederhana di lahan yang kemudian dicatat sekitar 1.200 m²; kini sekitar 5.860 m² dengan kapasitas hingga 20.000 jamaah, empat menara, dan fasilitas lengkap.
Apakah Rasulullah sering datang setelah masjid berdiri?
Ya. Beliau biasa mendatangi Quba setiap Sabtu, berjalan atau berkendaraan, lalu salat dua rakaat.
Nurul
Redaktur Teknologi

Nurul adalah redaktur teknologi Optimaise News. Meliput gadget, laptop, handphone, spesifikasi, dan harga perangkat untuk pembaca yang banding-banding sebelum beli. Fokus pada fakta spek, rentang harga, dan konteks pemakaian (kerja, kuliah, gaming ringan).