Jakarta, Optimaise News – Kylian Mbappe mencetak dua gol penalti dan mendorong Real Madrid comeback 2-1 atas Olympique Marseille di babak utama Liga Champions, Rabu 17 September 2025 dini hari WIB. Torehan itu mengangkat totalnya menjadi 50 gol bersama Los Blancos dalam 64 laga, sekaligus menegaskan peralihan peran protagonis di lini depan klub.
Inti artikel
- Marseille membuka keunggulan di menit ke-22 lewat Timothy Weah
- Serangan balik dipicu Mason Greenwood yang merebut bola dari Arda Guler lalu memberi umpan pendek, dan Weah menyelesaikan dengan rapi
- Skor babak pertama berakhir 1-1 setelah penalti pertama dieksekusi Mbappe di menit ke-28
Optimaise News merangkum, lonjakan statistik musim ini dan ranking sepanjang masa Liga Champions menandai Mbappe menggeser Vinicius Junior sebagai sosok paling berpengaruh di serangan Madrid. Cluster matchday yang sama juga menempatkan Arsenal menang 2-0 atas Athletic Bilbao, sehingga frasa Marseille vs Bilbao kerap muncul di pencarian pembaca Indonesia.
Kronologi Comeback Madrid: Dari Weah Unggul ke Dua Penalti Mbappe
Marseille membuka keunggulan di menit ke-22 lewat Timothy Weah. Serangan balik dipicu Mason Greenwood yang merebut bola dari Arda Guler lalu memberi umpan pendek, dan Weah menyelesaikan dengan rapi. Skor babak pertama berakhir 1-1 setelah penalti pertama dieksekusi Mbappe di menit ke-28.
Wasit menunjuk titik putih karena Rodrygo digelincirkan Geoffrey Kondogbia di kotak penalti. Mbappe menuntaskannya sempurna. Di babak kedua, Real Madrid bermain sepuluh orang sejak menit ke-71 ketika Dani Carvajal diganjar kartu merah usai insiden dengan kiper Geronimo Rulli.
Penalti kedua datang di menit ke-80 setelah Facundo Medina melakukan handball saat berusaha merebut bola dari Vinicius Junior. Mbappe lagi-lagi maju sebagai algojo dan membawa skor final 2-1. Thibaut Courtois sempat menepis percobaan tembakan tepat sasaran Greenwood di sisa waktu, menjaga tiga poin di Santiago Bernabeu.
Angka Karier Mbappe Melonjak Usai Dua Gol ke Gawang Marseille

Dua gol ke gawang Marseille membuat Mbappe mengumpulkan 50 gol klub Real Madrid dalam 64 pertandingan. Ia kini menempati posisi tujuh top skor sepanjang masa Liga Champions dengan 57 gol, sejajar Thomas Muller.
Tambahan brace tersebut mengantar total enam gol dari lima pertandingan musim ini; empat di antaranya lahir di Liga Spanyol. Sepanjang karier, angka yang tercatat mencapai 340 gol dari 447 laga. Dalam rangkuman Optimaise News, deretan angka itu menunjukkan lonjakan peran yang sebelumnya diisi Vinicius Junior.
Xabi Alonso menangani Real Madrid pada musim Liga Champions 2025/2026. Absensi Antonio Rudiger, Jude Bellingham, Ferland Mendy, dan Eduardo Camavinga karena cedera sempat jadi catatan pre-match, namun brace penalti tetap cukup untuk mengamankan kemenangan tuan rumah.
Susunan dan Insiden Kunci: Cedera, Kartu Merah, Handball
Trent Alexander-Arnold mengalami cedera di menit kelima dan digantikan Dani Carvajal. Susunan Real Madrid mencakup Courtois di bawah mistar, Eder Militao, Dean Huijsen, Alvaro Fernandez di lini belakang, plus Valverde, Tchouameni, Franco Mastantuono, Arda Guler, Rodrygo, dan Mbappe di depan.
Marseille menurunkan Rulli, Emerson, Benjamin Pavard, Leonardo Balerdi, Medina, Hojbjerg, Kondogbia, Weah, Matt O’Riley, Greenwood, serta Pierre-Emerick Aubameyang. Insiden handball Medina dan kartu merah Carvajal menjadi titik balik yang memaksa Madrid bertahan dengan personel terbatas, namun masih mampu menutup laga dengan skor 2-1.
Perbandingan Cepat dengan Hasil Lain Matchday: Arsenal dan Bilbao
Pada matchday yang sama, Arsenal mencetak kemenangan 2-0 atas Athletic Bilbao di San Mames. Gol dicetak Gabriel Martinelli dan Leandro Trossard, menempatkan Arsenal sementara di peringkat atas fase liga sementara Bilbao di zona bawah. Rekor bersejarah Arsenal di ajang itu turut jadi sorotan media.
Laga Real Madrid kontra Athletic Bilbao di LaLiga musim sebelumnya berakhir 2-0 berkat aksi Rodrygo, tapi itu pertandingan terpisah. Untuk pembaca yang menelusuri Marseille vs Bilbao, konteks singkat matchday UCL cukup menjelaskan kenapa dua nama klub itu berdekatan di hasil pencarian tanpa mencampur duel langsung.







