Marc Marquez Bangkit di MotoGP 2026 berkat Strategi Jumat

Author Image

Dwi

18 Juli 2026

Marc Marquez Bangkit di MotoGP 2026 berkat Strategi Jumat

Marc Marquez mengungkap kunci kebangkitannya di MotoGP 2026: ia sengaja mencari batas kemampuan motor sejak sesi latihan Jumat agar tidak melakukan kesalahan fatal saat balapan. Setelah menyapu Sprint Race dan Grand Prix Jerman, pebalap Ducati Lenovo itu naik ke peringkat ketiga klasemen dan hanya berjarak 18 poin dari pemuncak.

Menurut pantauan Optimaise News, lima pebalap teratas hanya dipisahkan 24 poin, sehingga konsistensi diyakini menjadi penentu juara dunia di akhir musim. Marquez menjadi salah satu pebalap dengan performa paling stabil dalam beberapa seri terakhir.

Dari defisit 102 poin ke jarak 18 poin

Kebangkitan itu terasa signifikan usai operasi saraf kejepit di lengan kanan selepas MotoGP Italia di Mugello. Saat kembali balapan, Marquez sempat tertinggal hingga 102 poin dari puncak klasemen.

Kini selisihnya tinggal 18 poin. Ia juga menyoroti ancaman rival dari Aprilia yang terus menaikkan level.

“Musim ini motor Aprilia melaju sangat cepat. Mereka juga terus meningkatkan levelnya,”

kata Marquez, merujuk pada performa Jorge Martin, Ai Ogura, dan Marco Bezzecchi, seperti dilansir Crash.net.

Bagaimana Marc Marquez Bangkit di MotoGP 2026 berkat ‘Strategi Jumat‘?

Pendekatan baru itu muncul setelah awal musim yang penuh frustrasi. Saat saraf di lengan kanannya masih bermasalah, ia sering terjatuh tanpa mengetahui penyebabnya.

“Saya mencoba melakukan kesalahan pada hari Jumat. Saya memulai hari Jumat dengan mengandalkan insting,”

ujar pebalap asal Spanyol itu.

“Saya lebih memilih terjatuh saat itu untuk memahami di mana batasnya. Dengan begitu saya bisa bertahan saat balapan di beberapa sirkuit, seperti yang saya lakukan di Assen.”

“Pada awal musim, ketika saraf saya bermasalah, saya sering terjatuh tanpa ada peringatan. Sekarang kondisi fisik saya justru membatasi saya di beberapa area. Itu membantu saya memahami batas kemampuan,”

tuturnya. Intinya, risiko dikendalikan di hari Jumat agar balapan akhir pekan lebih aman dan terukur.

133 poin dalam lima seri usai Mugello

Perubahan pendekatan itu mulai membuahkan hasil. Dalam lima seri sejak Mugello, Marquez menjadi pebalap dengan perolehan poin terbanyak, yakni 133 poin.

Hanya Ai Ogura yang mampu mendekatinya dengan 117 poin. Catatan Optimaise News menunjukkan momentum itu sejalan dengan kemenangan ganda di Jerman dan naiknya posisi klasemen.

Paruh pertama musim yang paling berat

Meski begitu, Marquez mengakui paruh pertama MotoGP 2026 menjadi salah satu periode paling berat dalam kariernya. Hingga seri Jerman, ia sudah mengalami 11 kali kecelakaan, hampir menyamai total 14 crash sepanjang musim 2025.

“Anda tidak bisa membayangkan betapa berat dan menegangkannya paruh pertama musim ini bagi saya,”

ujar Marquez.

“Lima balapan pertama sangat sulit karena saya tidak mengerti apa yang terjadi. Saya terus terjatuh tanpa tahu penyebabnya. Saraf saya sama sekali tidak memberi peringatan.”

Dengan jarak klasemen yang masih tipis, strategi mencari batas lebih awal di hari Jumat menjadi senjata untuk menjaga konsistensi hingga akhir musim.

FAQ

Apa yang dimaksud Strategi Jumat Marc Marquez?

Ia sengaja menguji batas motor dan mengandalkan insting sejak latihan Jumat, bahkan siap terjatuh di hari itu, agar tidak membuat kesalahan fatal saat balapan.

Berapa jauh Marquez dari puncak klasemen sekarang?

Setelah menyapu Sprint dan GP Jerman, ia di peringkat ketiga dan hanya berjarak 18 poin dari pemuncak, dari sebelumnya tertinggal 102 poin usai Mugello.

Berapa poin yang dikumpulkan Marquez dalam lima seri terakhir?

Ia meraih 133 poin, terbanyak di antara pebalap lain; Ai Ogura menyusul dengan 117 poin.

Mengapa awal musim 2026 terasa berat baginya?

Masalah saraf di lengan kanan membuatnya sering crash tanpa peringatan; hingga Jerman ia sudah 11 kali kecelakaan, hampir menyamai 14 crash sepanjang 2025.