FIBA Perkuat Pengembangan Basket Akar Rumput di Indonesia

Author Image

Dwi

18 Juli 2026

FIBA Perkuat Pengembangan Basket Akar Rumput di Indonesia

FIBA Perkuat Pengembangan Basket Akar Rumput di Indonesia lewat program Basketball for Good yang menyasar 100 sekolah dasar dan lebih dari 3.000 siswa di lima wilayah. Program digelar Mei hingga Oktober 2026 bersama Nestlé MILO dan Perbasi, dengan penekanan pada pembentukan karakter, bukan hanya teknik bermain.

Penandatanganan MoU digelar di Jakarta, Rabu (6/5/2026). Sebagaimana dihimpun Optimaise News, inisiatif ini bagian dari FIBA Foundation dengan pendekatan Sport for Development and Peace (SDP).

Ekspansi setelah jejak di lima kota sebelumnya

Sebelum gelombang 2026, Basketball for Good sudah berjalan di Timika, Mataram, Kulon Progo, Sumbawa Barat, dan Ambon. Capaiannya mencakup 58 sekolah, 117 guru, dan 1.770 siswa.

Hasil itu menjadi modal perluasan. FIBA ingin menegaskan peran sebagai penggerak perubahan sosial, bukan sekadar badan pengatur basket dunia.

Lima wilayah dan target 100 guru olahraga

Lima wilayah dan target 100 guru olahraga

Wilayah baru meliputi Banten, Makassar, Lubuk Linggau, Kendari, dan Samarinda. Sebanyak 100 guru olahraga akan mengikuti Training of Teachers (ToT) sebelum mengajar di sekolah masing-masing.

Kurikulum mengacu pada Basketball for Good Playbook. Isinya memadukan sesi permainan basket, agility drills, dan edukasi gaya hidup sehat untuk menjangkau lebih dari 3.000 siswa.

Karakter, disiplin, dan kolaborasi swasta

Karakter, disiplin, dan kolaborasi swasta

COO FIBA Patrick Mariller menekankan basket sebagai platform pembentukan nilai. “Melalui Basketball for Good, kami memanfaatkan bola basket sebagai platform untuk membangun karakter, meningkatkan kepercayaan diri, serta menanamkan nilai disiplin dan kerja sama tim,” katanya di Kantor Perwakilan FIBA Indonesia, Jakarta.

Di kesempatan terpisah di Menara Danareksa, Mariller menambahkan dampaknya melampaui fisik. “Di Indonesia, kami melihat bagaimana pendekatan ini mampu memberikan dampak nyata bagi anak-anak, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga mental dan sosial,” ujarnya.

Anggota Board FIBA Erick Thohir menilai program sejalan dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). “Program ini menunjukkan bagaimana olahraga dapat menjadi alat perubahan sosial yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka akses lebih luas bagi anak-anak di berbagai daerah,” kata Erick.

Marketing Manager Beverages & Confectionery Business Unit PT Nestlé Indonesia, Alaa Shaaban, menyebut olahraga sebagai guru kehidupan. “Kami percaya olahraga adalah guru terbaik dalam kehidupan. Bersama FIBA, kami ingin menghadirkan dampak yang lebih luas melalui pengembangan holistik anak-anak Indonesia,” ujar Alaa.

Kenapa penguatan akar rumput penting sekarang

Pantauan Optimaise News menunjukkan kolaborasi FIBA–Nestlé MILO–Perbasi mengisi celah akses di daerah yang masih terbatas fasilitas. Pelatihan guru dirancang agar program berlanjut setelah periode Mei–Oktober 2026 berakhir.

Dengan target seratus sekolah di lima titik, pengembangan basket akar rumput diposisikan sebagai investasi jangka panjang. Anak-anak mendapat ruang bermain, kebiasaan sehat, dan keterampilan sosial dalam satu paket kurikulum.

FAQ

Apa nama program FIBA untuk basket usia dini di Indonesia?

Programnya bernama Basketball for Good, bagian dari inisiatif global FIBA Foundation berbasis Sport for Development and Peace.

Berapa sekolah dan siswa yang disasar pada 2026?

Targetnya 100 sekolah dasar dan lebih dari 3.000 siswa, didukung pelatihan 100 guru olahraga (ToT) di lima wilayah.

Wilayah mana yang menjadi lokasi implementasi?

Banten, Makassar, Lubuk Linggau, Kendari, dan Samarinda, dengan periode program Mei hingga Oktober 2026.