Tanaman malapari digeser perannya dari sekadar sumber minyak nabati menjadi model rantai nilai ganda: pemulihan lahan marginal plus kesiapan industri pengolahan bioenergi. Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Danu, menyampaikan paparan itu di Jakarta, Minggu (19/7/2026).
Minyak biji malapari berpotensi menjadi bahan baku biodiesel sekaligus kandidat sustainable aviation fuel (SAF). Hasil pemantauan Optimaise News menunjukan, fokus riset juga menempatkan rehabilitasi tanah kritis sebagai bagian tak terpisahkan dari penyediaan energi terbarukan malapari.
Akar pengikat nitrogen yang mengubah lahan kritis jadi produktif
Keunggulan utama malapari terletak pada kemampuan hidup di lahan kritis dan marginal yang kurang cocok bagi tanaman pangan. Sistem akarnya membawa bintil yang mengikat nitrogen, sehingga kualitas tanah bisa membaik seiring pertumbuhan.
Danu menjelaskan karakteristik itu secara langsung.
“Sistem perakarannya memiliki bintil akar yang mampu mengikat nitrogen sehingga membantu memperbaiki kualitas tanah. Karakteristik tersebut menjadikan malapari sangat potensial untuk mendukung rehabilitasi lahan sekaligus menyediakan sumber energi terbarukan,”
Dengan fiksasi nitrogen alami, lahan yang semula tidak produktif berpeluang kembali memberi hasil tanpa bersaing langsung dengan produksi pangan. Pendekatan ini menjembatani dari lahan kritis ke energi bersih tanpa menekan areal pertanian utama.
Nilai ekonomi tersebar: dari bungkil pakan hingga daun kosmetik

Nilai malapari tidak berhenti di minyak biji. Hampir seluruh bagian tanaman punya potensi ekonomi yang bisa digarap bersamaan.
Bungkil sisa ekstraksi biji berpeluang menjadi pakan ternak. Daunnya sedang diarahkan sebagai bahan baku kosmetik lewat kerja sama riset dengan mitra industri.
“Bungkil hasil ekstraksi biji berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, sementara daunnya tengah dikembangkan sebagai bahan baku produk kosmetik melalui kolaborasi riset dengan mitra industri,”
Pola multi-produk itu memperluas basis pendapatan petani dan mitra, sekaligus mengurangi risiko ketergantungan pada satu saluran pasar biofuel saja.
Strategi paralel tanam feedstock dan bangun pabrik pengolahan

Kelompok Riset Teknologi Makropropagasi BRIN tidak menunggu pasokan matang dulu baru membangun pabrik. Penanaman di sejumlah lokasi dijalankan berdampingan dengan penyiapan fasilitas pengolahan.
“Kami mengembangkan penanaman malapari di beberapa lokasi sebagai sumber bahan baku (feedstock). Pengembangannya dilakukan secara paralel dengan pembangunan fasilitas pengolahan sehingga ketika pasokan bahan baku sudah tersedia, industri pengolahannya juga telah siap beroperasi,”
Model paralel ini memangkas jeda antara panen feedstock dan operasi hilir. Begitu volume biji mencukupi, jalur industri sudah dalam posisi siap menyerap.
Kolaborasi riset-industri untuk hilirisasi malapari
Hilirisasi didorong lewat gandengan dengan perusahaan dan instansi. BRIN kembangkan energi terbarukan malapari dengan menempatkan riset makropropagasi sebagai penghubung antara kebun percontohan dan mitra pengolahan.
Minyaknya sudah diuji jalur biodiesel. Di sisi lain, peluang SAF dibuka sebagai opsi lanjutan untuk sektor penerbangan yang mencari bahan bakar nabati berkelanjutan.
Minat perusahaan luar negeri, termasuk dari Jepang, disebut sudah cukup tinggi. Itu menjadi sinyal bahwa tanaman lokal ini bisa bersaing sebagai komoditas bioenergi di pasar global.
Target edukasi agar masyarakat kenal solusi bioenergi lokal
Danu berharap publik makin akrab dengan malapari sebagai salah satu jawaban atas tantangan pasokan energi ke depan. Penguatan sumber nabati dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menopang pembangunan berkelanjutan.
“Kami telah berhasil menghasilkan biodiesel dari malapari. Harapannya, masyarakat semakin mengenal tanaman ini dan tertarik untuk ikut mengembangkannya. Bahkan, minat dari perusahaan-perusahaan luar negeri, termasuk Jepang, terhadap malapari sudah cukup tinggi,”
Dia menutup dengan penegasan daya saing global.
“Ini menunjukkan bahwa tanaman yang tumbuh di Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi komoditas bioenergi yang kompetitif di tingkat global,”
Dalam ringkasan Optimaise News, langkah edukasi menjadi penutup rantai: tanpa pengenalan luas di masyarakat dan pelaku usaha, rantai nilai ganda sulit naik skala.
FAQ
Apa yang membuat malapari cocok di lahan kritis?
Tanaman ini mampu tumbuh di lahan marginal yang kurang produktif untuk pangan. Bintil akarnya mengikat nitrogen sehingga membantu memperbaiki kualitas tanah sambil menghasilkan feedstock bioenergi.
Bagian tanaman mana saja yang bernilai ekonomi?
Minyak biji diarahkan ke biodiesel dan peluang SAF. Bungkil sisa ekstraksi berpotensi jadi pakan ternak, sedangkan daun dikembangkan untuk bahan kosmetik bersama mitra industri.
Apakah biodiesel dari malapari sudah dihasilkan?
Menurut Danu, BRIN telah berhasil menghasilkan biodiesel dari malapari. Pengembangan penanaman dan fasilitas pengolahan dijalankan secara paralel agar pasokan dan industri siap bersamaan.
Siapa yang memimpin riset dan kolaborasi hilir?
Danu dari Pusat Riset Botani Terapan BRIN menyampaikan temuan dan arah pengembangan. Kelompok Riset Teknologi Makropropagasi BRIN menggalang kolaborasi dengan perusahaan serta instansi untuk hilirisasi.







