Serang, Optimaise News – Pelatih Andoni Iraola mengakui skuad Liverpool kehabisan bensin usai serangkaian pergantian pemain dalam laga pramusim kontra AS Monaco di Anfield, Minggu malam WIB 9 Agustus 2026. The Reds unggul 2-0 lewat Alexander Isak dan Florian Wirtz, lalu ambruk 2-3, pola collapse kedua beruntun setelah kalah dari Leeds.
Inti artikel
- The Reds unggul 2-0 lewat Alexander Isak dan Florian Wirtz, lalu ambruk 2-3, pola collapse kedua beruntun setelah kalah dari Leeds
- Kegagalan ini menambah pertanyaan besar soal kesiapan sistemnya sebelum tandang Newcastle di pembuka Premier League 2026-2027
- Liverpool vs Monaco di Stadion Anfield dibuka menjanjikan
Menurut rangkuman Optimaise News dari keterangan BBC Sport, Iraola menekankan bahwa level yang diinginkan belum bisa dijaga sepanjang 90 menit. Kegagalan ini menambah pertanyaan besar soal kesiapan sistemnya sebelum tandang Newcastle di pembuka Premier League 2026-2027.
Skor balik di Anfield: dari 2-0 ke kekalahan telak
Liverpool vs Monaco di Stadion Anfield dibuka menjanjikan. Alexander Isak memecah kebuntuan menit 16 setelah menerima umpan dari Ryan Gravenberch. Florian Wirtz menggandakan keunggulan di menit 29, sehingga The Reds unggul dua gol dalam setengah jam pertama.
Monaco bangkit lewat penalti Aleksandr Golovin di menit 44. Mika Biereth menyamakan kedudukan menit 56 setelah rebound, lalu Paris Brunner mengunci kemenangan 3-2 di menit 88. Duel yang semula terkendali berubah total di babak kedua.
Pola comeback ini mengingatkan kekalahan 2-4 dari Leeds United. Dua laga pramusim terakhir sama-sama dimulai unggul, lalu gembos usai pergantian skuad.
Pengakuan Iraola: stamina dan level belum cukup setelah substitusi

Selepas laga, Iraola tidak menutupi kelemahan. “Pertandingan ini cukup mirip dengan pertandingan yang kami mainkan melawan Leeds,” katanya dikutip BBC Sport. Ia menilai 30 menit pertama bagus, namun kemampuan menjaga intensitas masih kurang.
“Kami memenangkan dua pertandingan pramusim pertama, tetapi dalam dua pertandingan terakhir, kami tidak bisa mempertahankan level yang kami inginkan sepanjang pertandingan,” lanjutnya. Begitu beberapa pemain diganti, kelelahan muncul dan ritme hilang.
“Jadi, kami masih harus bekerja keras,” tegas Iraola. Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, pengakuan ini menandai bahwa transisi rotasi masih menjadi pekerjaan rumah utama sebelum musim resmi dimulai.
Teka-teki bek tengah: duet van Dijk dengan Ndukwe yang terbatas izin
Di lini belakang, Virgil van Dijk baru kembali merumput bersama Alisson dan Cody Gakpo setelah rehat panjang pasca Piala Dunia. Di laga ini ia dipasangkan dengan bek muda 18 tahun Ifeanyi Ndukwe.
Ndukwe tampil menjanjikan, tetapi kabarnya harus dipinjamkan musim ini karena kendala izin kerja. Teka-teki siapa partner tetap van Dijk di Premier League belum terjawab, meski Iraola terus mengevaluasi opsi.
Kerapuhan setelah substitusi di Anfield semakin menyoroti risiko pairing yang belum matang. Implikasi pola comeback beruntun langsung terasa bagi kesiapan sistem Iraola menjelang tandang Newcastle.
Jadwal sisa uji coba: Como lalu tandang Newcastle
Iraola masih punya dua laga uji coba beruntun. The Reds dijadwalkan menghadapi Como pada 16 Agustus 2026 sebelum memulai Liga Inggris 2026-2027.
Pekan pembuka membawa Liverpool melawat ke markas Newcastle dua minggu setelah laga Monaco. Waktu untuk memperbaiki stamina dan soliditas bertahan tinggal sempit.
Hasil 2-3 di Anfield menjadi peringatan nyata. Tanpa perbaikan cepat di rotasi dan lini belakang, risiko collapse serupa di kompetisi resmi tetap mengintai.
Sinyal positif lini serang Isak-Wirtz di tengah krisis belakang
Kontras muncul di lini depan. Duet Alexander Isak dan Florian Wirtz, yang digabungkan dengan nilai transfer sekitar 225 juta pound, menunjukkan chemistry awal yang solid lewat dua gol di 30 menit pertama.
Isak merampungkan umpan Gravenberch dengan akurat, sementara Wirtz menambah tren positif serangan. Sinyal ini menghibur di tengah krisis stamina dan teka-teki bek.
Monaco sendiri membawa minat transfer terpisah. Pelatih Filipe Luis ingin mempertahankan Lamine Camara meski Crystal Palace menawarkan 50 juta euro; klub Prancis meminta minimal 60 juta euro, sementara Liverpool dan Manchester United turut memantau.
Bagi pembaca di Indonesia, laga pramusim ini lebih dari sekadar skor 2-3. Ia memetakan risiko lengkap: collapse berulang, pengakuan pelatih, pairing bek terbatas, dan sisa jadwal ketat sebelum Premier League dibuka.







