Benfica ditahan Academico de Viseu dengan skor 2-2 pada Minggu 9 Agustus 2026 di Estádio da Luz. Laga pekan pertama Primeira Liga 2026-27 itu menjadi pembuka musim tuan rumah setelah sanksi tutup tribun memaksa pertandingan berlangsung tanpa penonton di dalam stadion.
Inti artikel
- Benfica ditahan Academico de Viseu dengan skor 2-2 pada Minggu 9 Agustus 2026 di Estádio da Luz
- Kembali ke kasta tertinggi setelah 37 tahun absen, Academico finis runner-up Liga 2 berkat unggul head-to-head dari Torreense
- Optimaise News merangkum bagaimana tim dari Viseu meraih poin di kandang raksasa Portugal lewat intensitas dan organisasi yang ketat
Kembali ke kasta tertinggi setelah 37 tahun absen, Academico finis runner-up Liga 2 berkat unggul head-to-head dari Torreense. Optimaise News merangkum bagaimana tim dari Viseu meraih poin di kandang raksasa Portugal lewat intensitas dan organisasi yang ketat.
Gol balasan Viseu ubah arah laga Benfica vs Academico de Viseu
Vangelis Pavlidis membuka keunggulan Benfica di menit 10. Gianluca Prestianni menambah skor menjadi 2-1 pada menit 58. Namun Academico menjawab cepat lewat Ruben Pereira di menit 55, disusul Andre Clovis pada menit 67 yang mengunci hasil imbang.
Pendukung Benfica hanya bisa menyaksikan dari luar stadion. Sanksi penutupan tribun menghilangkan suasana gaduh yang biasa mengganggu lawan. Kiper Academico Ewerton mengaku puas dengan penampilannya. Ia bilang tim tetap fokus dan ia sempat membuat sejumlah penyelamatan penting di laga pertama I Liga setelah hampir empat dekade absen.
Lima bek dan absen penonton bantu Bruno Pinheiro

Pelatih Bruno Pinheiro menjelaskan beda ritme fisik dan kompetitif yang besar dibanding level sebelumnya. Ia memasang garis lima bek untuk menutup lebar lapangan yang sering dieksploitasi Benfica. Menurutnya, tribun kosong justru memudahkan komunikasi antar pemain di lapangan.
Pinheiro mengakui, jika tribun penuh, peluang kebobolan 3-4 di babak pertama jauh lebih tinggi. Sisi yang sama dikritik bek Benfica Tomas Araujo. Ia menyoroti cara kebobolan lewat sudut dan umpan silang, sekaligus menyebut suporter sebagai pemain ke-12 yang dirampas sanksi klub.
Hasil ini memberi sinyal campur aduk. Benfica gagal menang di laga rumah pertama musim, sementara Academico de Viseu membuktikan ketahanan mental setelah 37 tahun menanti level tertinggi. Optimaise News mencatat poin berbagi di Estádio da Luz bisa jadi modal moral Viseu untuk bertahan di Liga, sekaligus pengingat bagi Benfica soal kerapian set piece.
Pertandingan tanpa audience di dalam justru menonjolkan aspek taktis. Pinheiro memanfaatkan ruang kosong di tribun untuk mengatur barisan bela. Araujo menuntut konsentrasi lebih tinggi pada bola mati. Kedua kutipan itu memberi sudut pandang langsung dari aktor di lapangan tentang mengapa skor 2-2 bisa terjadi di laga pembuka.
Academico datang sebagai tim yang baru naik kelas lewat head-to-head, bukan dominasi absolut. Benfica masuk sebagai favorit yang kehilangan dorongan dari tribun. Kombinasi itu menghasilkan duel seimbang di mana empat gol tercipta dari serangan cepat dan bola mati, bukan dominasi total satu sisi.







