Surabaya, Optimaise News – Progres lelang multiyears dan kesiapan lahan menentukan kapan konstruksi Flyover Taman Pelangi dimulai di Bundaran Taman Pelangi, Jalan Ahmad Yani, Gayungan, Surabaya. Anggaran sekitar Rp350, 400 miliar dari Kementerian PU memakai skema 2026, 2027. Target selesai fisik tetap 2027.
Inti artikel
- Anggaran sekitar Rp350, 400 miliar dari Kementerian PU memakai skema 2026, 2027
- Target selesai fisik tetap 2027
- Desain arus kontinu tanpa lampu merah digadang urai macet di simpul selatan itu
Desain arus kontinu tanpa lampu merah digadang urai macet di simpul selatan itu. Manfaat drainase ikut digarap agar genangan berkurang. Optimaise News merangkum alur lengkap dari lahan siap hingga dampak harian pengendara.
Status Lelang dan Skema Multiyears 2026, 2027
Proses lelang flyover taman pelangi kini berjalan. Konstruksi diharapkan mulai Juli atau Agustus 2026. Paling lambat akhir kuartal dua hingga tiga tahun itu.
Skema multiyears 2026, 2027 memberi ruang pengerjaan bertahap. Kepastian jadwal final dari Kementerian PU masih ditunggu. Implikasinya langsung ke timeline lelang agar tak molor dari target.
Pembebasan 29 persil sudah tuntas lewat konsinyasi. Bangunan di lokasi diratakan. Wali Kota Eri Cahyadi sempat tinjau pembongkaran lapangan.
Lahan bersih jadi penentu lelang. Target fisik 2027 bisa digapai jika lelang lancar. Alur utuh lahan siap ke multiyears jarang dibahas satu tempat di media lain.
Mengapa Overpass Dipilih, Bukan Underpass

Overpass dipilih karena risiko pipa gas bawah tanah tinggi. Underpass akan memaksa pindah aliran sungai. Itu lebih rumit dan memakan waktu.
Tim teknis menilai overpass lebih aman di kawasan padat utilitas Gayungan. Pengerjaan juga relatif lebih cepat dibanding menggali dalam.
Keputusan ini menghindari gangguan besar pada jaringan bawah tanah. Flyover Taman Pelangi diharapkan beroperasi tanpa kendala teknis berat.
Desain Arus Tanpa Lampu Merah ala Aloha

Desain continuous flow meniru Flyover Aloha Sidoarjo. Pengendara melaju terus di 2 hingga 2,5 lajur tanpa berhenti di simpang.
Arus dari berbagai arah digabung jadi kontinu. Model ini beda dari underpass yang sering butuh lampu lalu lintas.
Wali Kota Eri Gas Pembangunan Flyover Taman Pelangi dengan pola itu. Simpul selatan tak lagi jadi titik kemacetan panjang. Analogi arus rapi seperti papan catur memudahkan bayangan awam.
Manfaat Ganda: Urai Macet dan Perlebar Drainase
Manfaat utama urai kemacetan di Bundaran Taman Pelangi. Simpul itu menghubungkan Ahmad Yani, Rungkut, dan Jemursari.
Pelebaran saluran drainase digarap bareng. Tujuannya perlancar air hujan dan kurangi genangan di kawasan selatan Surabaya.
Kombinasi macet plus banjir jarang dirangkum utuh. Setelah beroperasi, pengendara rute Gayungan, Jemursari, pusat kota merasakan waktu tempuh lebih pendek. Tak perlu antri lampu merah lagi.
Mitigasi Lalu Lintas Saat Konstruksi
Selama konstruksi multiyears, pengaturan arus digarap bersama Polda. Rencana detail disusun agar gangguan di sekitar bundaran tetap minimal.
Pengalihan sementara dan penyesuaian jalur akan diinformasikan. Pengendara diminta antisipasi terutama di jam sibuk pagi dan sore.
Poin praktis buat pengendara: setelah selesai, arus jadi kontinu 2, 2,5 lajur tanpa putus. Pengalaman harian di taman pelangi surabaya berubah total.







