Surabaya, Optimaise News – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memerintahkan audit keuangan berkelanjutan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) dari Balai Kota. Perintah preventif ini lahir setelah penahanan mantan Direktur Utama KBS berinisial CA oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur terkait dugaan korupsi anggaran pakan satwa dan operasional sekitar Rp10 miliar periode 2016, 2024.
Inti artikel
- Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memerintahkan audit keuangan berkelanjutan di Kebun Binatang Surabaya (KBS) dari Balai Kota
- Dari Balai Kota, Eri menekankan audit bukan urusan sekali selesai
- Ia ingin sistem pengawasan berulang diterapkan di KBS agar celah serupa bisa ditutup dini
Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya menyatakan, audit terus-menerus diperlukan agar tata kelola BUMD lebih transparan dan tidak hanya reaktif terhadap kasus. Optimaise News mencatat langkah tersebut melindungi alokasi pakan satwa sekaligus menata ulang pengawasan perusahaan daerah lainnya di Surabaya.
Perintah Audit Berkelanjutan dari Balai Kota
Dari Balai Kota, Eri menekankan audit bukan urusan sekali selesai. Ia ingin sistem pengawasan berulang diterapkan di KBS agar celah serupa bisa ditutup dini.
Kebijakan ini muncul setelah indikasi dividen lemah memicu pergantian skema audit. Auditor independen rekomendasi BPK menemukan selisih kas yang berkembang dari sekitar Rp8 miliar menjadi Rp10 hingga 10,2 miliar.
Alur utuhnya jelas bagi pembaca awam. Dividen kecil mendorong ganti direksi 2024, realisasi dividen lonjak lebih dari empat kali lipat dibanding 2023, temuan selisih muncul, penahanan terjadi, lalu perintah audit berkelanjutan ditetapkan. Pola ini bisa jadi acuan pengawasan BUMD lain di kota ini.
Modus Laporan Fiktif dan Potongan Porsi Pakan

Modus yang diungkap melibatkan laporan keuangan fiktif. Porsi pakan hewan juga dikurangi sehingga satwa merasakan dampak langsung.
Uang hasil dugaan korupsi diduga dipakai untuk kepentingan pribadi. Pengurangan porsi pakan jadi celah yang merugikan kesehatan dan kesejahteraan hewan selama bertahun-tahun.
Dampaknya merembet ke fasilitas kebun dan staf. Kerugian negara, kondisi satwa, serta kebutuhan reformasi tata kelola saling terkait erat dalam kasus ini.
Dukungan Penuh ke Kejati serta Status Tahanan

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendukung langkah penuntasan dugaan korupsi KBS oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Ia meminta pihak yang bersalah bertanggung jawab penuh.
Mantan Dirut Choirul Anwar kini ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Surabaya. Status tahanan ini menegaskan keseriusan penegakan hukum atas perkara yang berlangsung lama.
Dukungan Pemkot terhadap proses hukum Kejati Jatim bersifat penuh. Eri berharap pemeriksaan berjalan transparan tanpa campur tangan.
Dua Puluh Saksi dan Jangkauan Pemeriksaan
Penyidik sudah memeriksa 20 saksi terkait dugaan korupsi di KBS. Jangkauan pemeriksaan mencakup periode panjang dari 2016 sampai 2024.
Keterangan para saksi membantu mengungkap alur dana dan modus yang dipakai. Proses ini masih berlanjut untuk memperkuat bukti di pengadilan.
Jumlah saksi sebanyak itu menunjukkan skala pemeriksaan yang luas. Setiap keterangan dipetakan agar tidak ada celah yang terlewat.
Jaminan Alokasi untuk Pakan Satwa dan Pegawai
Pemkot Surabaya menjamin alokasi anggaran pakan satwa dan gaji pegawai tetap terpenuhi. Audit berkelanjutan akan memonitor realisasi agar potongan tidak terulang.
Bagi BUMD lain di Surabaya, perintah ini jadi peringatan. Pengawasan keuangan harus berkesinambungan agar kesejahteraan satwa dan staf tidak dikorbankan demi kepentingan pribadi.
Dengan sintesis penuh dari temuan dividen lemah hingga reformasi tata kelola, kasus KBS mengajarkan deteksi dini. Optimaise News melihat komitmen Eri menjaga akuntabilitas publik di seluruh badan usaha daerah sebagai langkah jangka panjang yang bisa ditiru.







