Garut, Optimaise News – Kemenhaj menargetkan pembangunan 40 Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu di seluruh Indonesia pada tahun anggaran 2026. Tiga daerah pelopor sudah mulai tahap fisik konstruksi di Kota Cimahi, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebagai bukti awal pemerataan.
Inti artikel
- Kemenhaj menargetkan pembangunan 40 Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu di seluruh Indonesia pada tahun anggaran 2026
- Calon jemaah kini bisa urus administrasi, bimbingan manasik, dan setoran bank dalam satu gedung saja
- Hal ini mengubah proses haji menjadi lebih praktis dan efisien tanpa perlu bolak-balik kantor di berbagai tempat
Calon jemaah kini bisa urus administrasi, bimbingan manasik, dan setoran bank dalam satu gedung saja. Hal ini mengubah proses haji menjadi lebih praktis dan efisien tanpa perlu bolak-balik kantor di berbagai tempat.
Tiga Daerah Pelopor yang Sudah Masuk Tahap Fisik
Tiga lokasi ini menjadi percontohan sekaligus representasi pemerataan nasional. Kota Cimahi di Jawa Barat sudah memasuki tahap pondasi dan struktur dasar. Sementara Kabupaten Garut juga di Jawa Barat mulai pekerjaan lapangan untuk memastikan kesiapan dalam waktu dekat.
Kabupaten Hulu Sungai Selatan di Kalimantan Selatan menunjukkan progres di wilayah timur dengan fokus pada aksesibilitas dan dukungan lingkungan. Kehadiran ketiganya memberikan gambaran jelas bahwa target 40 PLHUT bukan sekadar rencana, melainkan langkah konkret yang sedang berjalan.
Apa Saja yang Bisa Diurus di Gedung PLHUT
Gedung PLHUT dirancang sebagai layanan satu pintu. Calon jemaah bisa mendaftar, mengikuti bimbingan manasik, dan langsung berkonsultasi dengan bank penerima setoran dalam satu lokasi saja. Perubahan ini sangat dirasakan masyarakat karena menghilangkan kerumitan birokrasi yang selama ini melanda proses persiapan haji.
Dengan fitur ini, calon jemaah menghemat waktu dan tenaga. Mereka tidak perlu datang bergantian ke berbagai instansi, sehingga proses yang seharusnya ribet jadi lebih ringkas dan terstruktur. Ini menjadi nilai tambah nyata bagi masyarakat luas yang menginginkan kemudahan dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah.
Dana SBSN dan Filter Satker Lintas Kementerian

Pendanaan PLHUT berasal dari Surat Berharga Syariah Negara untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas. Penetapan satker dilakukan bersama Biro Perencanaan Kemenhaj, Bappenas, serta Kementerian Keuangan agar lokasi dan satker sudah lolos filter ketat sebelum alokasi dana. Proses ini mencegah penyimpangan dan menjamin keadilan distribusi.
Filter lintas kementerian menjadi kunci agar setiap PLHUT sesuai dengan kebutuhan daerah. Dengan pendekatan ini, pemerintah lebih mudah memantau pelaksanaan dan menjaga agar target nasional tercapai tepat waktu. Calon jemaah yang akan memanfaatkan fasilitas ini akan merasakan manfaat dari proses yang sudah tersaring dengan baik.
Pengadaan Digital untuk Jaga Mutu Bangunan
Pengadaan bangunan PLHUT dikordinasikan melalui Biro Umum dengan sistem E-purchasing Mini Kompetisi. Pendekatan digital ini bertujuan mencegah pengerjaan asal-asalan dan meminimalkan risiko penyimpangan. Tim teknis bisa memantau setiap tahap dengan lebih ketat sehingga kualitas hasil akhir lebih terjamin.
Keunggulan digitalisasi terlihat jelas di tahap tender dan monitoring. Masyarakat bisa lebih percaya bahwa fasilitas yang dibangun memang sesuai standar dan tidak ada celah untuk korupsi. Ini menjadi langkah strategis agar PLHUT tidak hanya menjadi tempat ibadah tapi juga aset berkualitas tinggi untuk generasi mendatang.
Percepatan 37 Lokasi Sisa hingga Target Nasional
Kemenhaj berkomitmen mempercepat pengadaan di 37 lokasi tersisa agar target 40 PLHUT tercapai pada tahun anggaran 2026. Kepala Biro Umum Slamet dan Kepala Biro Perencanaan M. Noer Alya Fitra menegaskan komitmen ini di Jakarta pada 29 Juli 2026. Mereka menekankan fokus pada transparansi dan efisiensi agar proyek berjalan lancar.
Dengan sinergi antar kementerian, proses percepatan ini bisa berjalan lebih dinamis. Calon jemaah di berbagai daerah bakal merasakan manfaat ketika PLHUT satu pintu ini sudah beroperasi secara nasional. Target ini tidak hanya soal angka, melainkan kemudahan akses ibadah yang lebih merata di seluruh Indonesia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu PLHUT? Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu adalah gedung layanan satu pintu yang direncanakan Kemenhaj untuk memudahkan calon jemaah dalam proses persiapan haji.
Bagaimana proses satu pintu di PLHUT? Calon jemaah bisa menyelesaikan pendaftaran, manasik, dan setoran bank dalam satu gedung tanpa harus pindah lokasi.
Siapa yang mendukung dana PLHUT? Pendanaan berasal dari Surat Berharga Syariah Negara dengan pengawasan ketat dari Bappenas dan Kementerian Keuangan.
Kapan target 40 PLHUT selesai? Target utama adalah tahun anggaran 2026 dengan percepatan lokasi tersisa agar tepat waktu.







