Pesawat tempur Israel menembakkan misil ke Masjid Al-Muttaqin di pusat Kota Gaza pada Selasa 28 Juli 2026. Masjid yang berdiri dekat gedung YMCA itu rata dengan tanah bersama deretan tenda pengungsi di sekelilingnya.
Inti artikel
- Pesawat tempur Israel menembakkan misil ke Masjid Al-Muttaqin di pusat Kota Gaza pada Selasa 28 Juli 2026
- Masjid yang berdiri dekat gedung YMCA itu rata dengan tanah bersama deretan tenda pengungsi di sekelilingnya
- Di pasar Nuseirat yang ramai, serangan terpisah menewaskan satu warga Palestina dan melukai 20 orang
Di pasar Nuseirat yang ramai, serangan terpisah menewaskan satu warga Palestina dan melukai 20 orang. Peringatan yang datang terlalu singkat membuat banyak orang tak sempat berlari mencari perlindungan.
Serangan Udara Israel di Pusat Kota Gaza
Serangan itu melanda kawasan padat penduduk di Gaza City. Ledakan hebat menghancurkan struktur masjid dan merobohkan tenda-tenda yang jadi tempat tinggal sementara keluarga pengungsi. Debu tebal menutupi jalanan sekitar YMCA setelah misil mendarat.
Warga setempat mengaku hanya mendapat peringatan beberapa detik sebelum serangan. Mereka tak sempat menyelamatkan barang-barang penting. Situasi panik menyebar cepat di tengah warga yang sudah bertahan di tengah konflik berkepanjangan. Saksi mata menggambarkan suara ledakan yang mengguncang seluruh blok.
Korban dan Kerusakan di Kamp Pengungsi Nuseirat
Pasar Nuseirat menjadi lokasi lain yang digempur. Seorang pria tewas seketika akibat ledakan, sementara 20 korban luka dilarikan ke fasilitas kesehatan darurat. Ratusan tenda pengungsi ambruk total dan memaksa keluarga-keluarga itu kehilangan tempat bernaung.
Anak-anak dan lansia kini harus bertahan di area terbuka tanpa atap. Kerusakan ini menambah daftar panjang penderitaan di kamp pengungsi yang sudah penuh sesak. Banyak yang mengaku tak tahu lagi ke mana harus pergi. Kondisi tenda yang hancur memaksa mereka hidup lebih sulit lagi.
Serangan Terpisah di Tepi Barat
Kekerasan juga meletus di Tepi Barat. Pemukim Israel menculik dua pemuda di Beit Ula dan membakar kendaraan warga di Abu Nujaym. Dua masjid di wilayah tersebut dibakar pada 26 Juli 2026 dalam aksi yang terpisah.
Insiden-insiden ini menyatukan gambaran konflik yang meluas dari Gaza hingga Tepi Barat. Israel masih terus melanggar perjanjian gencatan senjata yang disepakati pada 10 Oktober 2025. Tekanan terhadap warga sipil Palestina tak kunjung reda. Sintesis serangan di dua wilayah ini memperlihatkan pola kekerasan yang sistematis.
Dampak Luas terhadap Rumah dan Properti Sipil
Laporan dari Anadolu Agency mencatat kerusakan parah pada rumah-rumah dan properti sipil di Gaza. Israel kini menguasai lebih dari 80 persen wilayah Palestina sambil menjatuhkan 223.000 ton bahan peledak sejak Oktober 2023. Bangunan-bangunan milik warga rata dengan tanah di banyak lokasi.
Ratusan keluarga pengungsi kehilangan tempat tinggal permanen akibat serangan berulang. Mereka terpaksa hidup dalam kondisi sulit di antara reruntuhan. Krisis hunian ini semakin dalam dan sulit diatasi tanpa bantuan internasional yang memadai. Properti sipil menjadi korban utama di setiap serangan.
Kehancuran Masjid sebagai Pusat Komunitas Palestina
Data menunjukkan Israel telah menghancurkan total 1.047 masjid dan merusak 210 lainnya sejak Oktober 2023. Tiga gereja turut menjadi target, sementara 312 imam agama tewas dalam serangan-serangan itu. Masjid selama ini berfungsi sebagai pusat komunitas, tempat ibadah, sekolah darurat, dan dapur umum bagi pengungsi.
Hancurnya masjid memperburuk krisis kemanusiaan karena warga kehilangan ruang untuk berkumpul dan saling mendukung. Analisis situasi ini memperlihatkan bagaimana serangan terhadap simbol keagamaan memperdalam luka sosial. Perjanjian gencatan senjata 10 Oktober 2025 terus dilanggar dan penderitaan rakyat Palestina berlanjut tanpa titik akhir yang jelas. Kehilangan pusat komunitas ini membuat pemulihan semakin sulit.







