Kapal motor KM Nurul Salsa tenggelam di perairan barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (15/7/2026). Dari total 78 orang di atas kapal, 52 dinyatakan selamat, satu penumpang meninggal dunia, dan 25 orang masih hilang hingga hari ketiga operasi pencarian.
Optimaise News melaporkan, Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar terus memperbarui data korban lewat verifikasi manifes, laporan keluarga, pemerintah setempat, serta korban yang sudah dievakuasi.
Data terbaru: 52 selamat, 25 masih dicari
Angka korban KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Selayar berubah setelah tim mencocokkan laporan di posko aduan. Total orang di kapal ditetapkan 78, bukan angka awal yang lebih rendah di sejumlah laporan dini.
“Data korban terus kami perbarui berdasarkan hasil verifikasi di lapangan. Kami mencocokkan informasi dari manifes, laporan keluarga, pemerintah setempat, serta korban yang telah dievakuasi,” kata Arif dalam keterangan Jumat (17/7).
Daftar Korban KM Nurul Salsa Terbaru menempatkan 52 orang dalam kondisi selamat dan satu orang meninggal. Sisanya, 25 orang, masih dalam status pencarian aktif.
Laporan keluarga menambah jumlah yang hilang

Proses pencarian diperluas setelah kerabat korban datang ke posko dan melaporkan nama yang belum tercatat. Verifikasi itu menemukan tiga orang tambahan yang dinyatakan hilang oleh keluarga.
“Tujuannya agar tidak ada korban yang terlewat dan seluruh data yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat. Dari hasil verifikasi itu, kami mendapati ada tiga orang lagi yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya sehingga jumlah korban dalam pencarian bertambah,” sambung Arif.
Menurut pantauan Optimaise News, pendekatan verifikasi silang itu menjadi penentu angka resmi yang kini dipakai tim SAR gabungan.
Operasi SAR hari ketiga di dua sektor

Pada hari ketiga, tim SAR membagi area menjadi dua sektor utama. KN SAR Kamajaya 104 menyisir sektor II, sementara KRI Marlin 877 fokus di sektor I.
Dukungan udara datang dari pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin. Penyisiran intensif tetap digelar demi menemukan 25 korban yang tersisa di perairan Selayar.
Rute Jampea–Benteng dan gangguan mesin
Kapal berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar sekitar pukul 05.00 Wita, Rabu (15/7). Di perairan antara Nambolaki dan Bahuluang, titik pertemuan arus barat dan timur, mesin padam total dan air masuk ke ruang mesin.
Awak sempat memakai pompa alkon, namun kapal tetap tenggelam. Selain penumpang, kapal kayu itu mengangkut sekitar 17 ton muatan hasil bumi—10 ton beras, 2 ton kopra, dan 5 ton arang—plus empat ekor sapi dan enam unit sepeda motor.
Cuaca musim timur dengan gelombang tinggi sempat menghambat penanganan awal. Sejumlah penumpang yang sempat dihubungi lewat ponsel tidak lagi aktif sejak malam hari kejadian.
FAQ
Di mana nurul salsa tenggelam?
KM Nurul Salsa tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (15/7/2026).
Berapa total penumpang dan status korbannya?
Total 78 orang di atas kapal: 52 selamat, 1 meninggal dunia, dan 25 masih hilang dalam pencarian Basarnas dan tim SAR gabungan.
Siapa yang memimpin pembaruan data korban?
Kepala Kantor Basarnas Kelas A Makassar Muhammad Arif Anwar, dengan verifikasi manifes, keluarga, pemerintah setempat, dan korban yang sudah dievakuasi.






