Akhir Pencarian Kapal Tenggelam di Malaysia Disetop, 23 WNI

Author Image

Bagus

18 Juli 2026

Akhir Pencarian Kapal Tenggelam di Malaysia Disetop, 23 WNI

Malaysia resmi menghentikan operasi pencarian dan penyelamatan korban kapal tenggelam di perairan lepas pantai Pulau Pangkor, negara bagian Perak. Dari total 39 WNI yang ditemukan, 23 orang selamat dan 16 dinyatakan meninggal dunia.

Insiden melibatkan penumpang tanpa dokumen yang dilaporkan tenggelam Senin (11/5/2026). Operasi gabungan berjalan hampir sepekan sebelum diakhiri, sebagaimana dihimpun Optimaise News.

Angka penumpang dikoreksi jadi 39 WNI

Informasi awal menyebut 37 penumpang, dengan 14 orang hilang, berdasarkan wawancara awak kapal yang selamat. Di lapangan, otoritas SAR Malaysia menemukan tambahan korban hingga total mencapai 39 orang.

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menegaskan koreksi itu. “Sebelumnya, informasi awal yang disampaikan oleh Pihak Malaysia berdasarkan interview dengan awak kapal yang selamat, jumlah penumpang kapal sebanyak 37 orang, dengan 14 orang dinyatakan hilang,” katanya, Senin (18/5/2026).

“Namun demikian, dalam proses operasi pencarian di lapangan, otoritas SAR Malaysia menemukan tambahan korban sehingga total korban yang berhasil ditemukan mencapai 39 orang,” sambungnya.

“Dari keseluruhan operasi pencarian, otoritas Malaysia berhasil menemukan total 39 WNI, yang terdiri dari 23 korban selamat dan 16 korban meninggal dunia,” ujar Heni.

Asal 23 WNI yang selamat

Asal 23 WNI yang selamat

Dua puluh tiga WNI yang selamat berasal dari Aceh, Banten, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sumatera Utara. Mereka menjadi fokus pendampingan setelah pencarian kapal tenggelam dihentikan.

Kapal yang tenggelam di perairan Perak semula dilaporkan mengangkut puluhan migran Indonesia tanpa dokumen. Ketidakakuratan data penumpang sempat mempersulit perhitungan korban di awal operasi.

Operasi SAR resmi berakhir 16 Mei

Operasi SAR resmi berakhir 16 Mei

Badan Penegakan Maritim Malaysia (MMEA) Perak mengumumkan operasi pencarian dan penyelamatan berakhir Sabtu (16/5). Keputusan diambil setelah tidak ada lagi penemuan baru di area pencarian.

Unsur yang terlibat meliputi Angkatan Laut Kerajaan Malaysia, Kepolisian Maritim, dan komunitas nelayan setempat. Operasi dimulai sejak kapal tenggelam pada Senin (11/5).

MMEA Perak mengakui data awal tidak sepenuhnya akurat. “Informasi awal yang diperoleh pada hari pertama operasi menyatakan bahwa jumlah total korban adalah 37. Namun, angka tersebut diyakini tidak akurat,” demikian pernyataan MMEA Perak.

KBRI Kuala Lumpur dampingi korban dan keluarga

RI koordinasi dengan Malaysia tangani 39 WNI korban lewat KBRI Kuala Lumpur. Proses mencakup identifikasi jenazah, pendampingan korban selamat, dan fasilitasi kekonsuleran bagi keluarga.

“KBRI Kuala Lumpur terus berkoordinasi erat dengan otoritas Malaysia terkait proses identifikasi jenazah, pendampingan terhadap para korban selamat, serta fasilitasi kekonsuleran yang diperlukan bagi para WNI terdampak dan keluarganya,” kata Heni.

Kemlu menyampaikan apresiasi kepada otoritas SAR dan Polisi Maritim Malaysia atas penanganan di lokasi. Catatan Optimaise News menunjukkan penghentian pencarian menutup fase darurat, sementara urusan identifikasi dan pemulangan masih berlanjut.