Surabaya, Optimaise News – FWD Insurance bersama Prestasi Junior Indonesia membuka babak baru program literasi keuangan JA SparktheDream di Surabaya dan kota mitra lain pada 2025. Program yang kini memasuki tahun ketiga itu menargetkan 2.000 siswa sekolah menengah pertama agar paham uang, pajak, dan dampak sosial dari keputusan finansial sehari-hari.
Inti artikel
- Sejak diluncurkan 2023, kegiatan serupa sudah menyentuh lebih dari 3.700 siswa dan ratusan sukarelawan
- Antusiasme peserta naik dari tahun ke tahun; beberapa di antaranya bahkan membawa pulang penghargaan di ajang kompetisi se-Asia Pasifik
- Momentum itu menjadi modal bagi batch 2025 di Surabaya dan kota lain
Cakupan wilayah meluas: selain Surabaya dan Sidoarjo, jangkauan mencakup ibu kota serta kawasan sekitarnya, Bandung Raya, plus penambahan Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Semarang. Langkah ini muncul di tengah data SNLIK 2024 OJK yang menempatkan literasi pelajar di 56,42 persen dan inklusi 69 persen, masih di bawah rata-rata nasional literasi 65,43 persen dan inklusi 75,02 persen.
Kenapa gap literasi pelajar jadi fokus di Surabaya
Optimaise News mencatat angka pelajar di bawah rata-rata nasional sebagai alarm praktis bagi guru, orang tua, dan pelaku UMKM yang kelak merekrut tenaga muda. Ketika pemahaman dasar keuangan lemah, risiko hutang konsumtif dan salah pilih produk formal naik. Program ini mencoba menutup celah lewat kelas interaktif, bukan ceramah sekali jalan.
Rudy F Manik, Chief Human Resources and Marketing Officer FWD Indonesia, menekankan bahwa kemampuan mengelola uang harus dibangun sejak bangku sekolah. Ia berharap perluasan jangkauan membantu lebih banyak anak memahami keuangan secara utuh sekaligus menumbuhkan kebiasaan sehat di lingkungan sekolah.
Sejak diluncurkan 2023, kegiatan serupa sudah menyentuh lebih dari 3.700 siswa dan ratusan sukarelawan. Antusiasme peserta naik dari tahun ke tahun; beberapa di antaranya bahkan membawa pulang penghargaan di ajang kompetisi se-Asia Pasifik. Momentum itu menjadi modal bagi batch 2025 di Surabaya dan kota lain.
Materi pajak baru dan cara siswa menerapkan di rumah

Tahun ini kurikulum ditambah sesi pengenalan pajak beserta perannya membangun negara dan masyarakat. Siswa diajak melihat pajak bukan sekadar potongan, melainkan sumber dana layanan publik. Latihan kasus sehari-hari, dari menabung, membedakan kebutuhan versus keinginan, hingga merancang solusi sosial kecil, jadi inti metode.
Pribadi Setiyanto, Ketua Dewan Pengurus Prestasi Junior Indonesia, menjelaskan bahwa pengalaman interaktif dirancang agar prinsip keuangan langsung terpakai di kehidupan nyata. Anak-anak didorong merumuskan ide yang berdampak sosial, sehingga literasi tidak berhenti di teori buku.
Bagi orang tua di Surabaya, Sidoarjo, atau kota satelit, program ini bisa menjadi jembatan: anak pulang membawa istilah sederhana tentang anggaran dan pajak, lalu mendiskusikannya di meja makan. Model sukarelawan yang mendampingi juga membuka ruang mentoring lintas generasi tanpa biaya kursus mahal.
Jangkauan 2025 dan peluang kolaborasi lokal
Daftar kota 2025 memadukan wilayah yang sudah aktif sebelumnya dengan perluasan baru. Surabaya menjadi salah satu titik penting di Jawa Timur, berdampingan dengan Sidoarjo, sementara di Jawa Barat dan Jabodetabek densitas sekolah SMP lebih tinggi. Penambahan Semarang memperkuat koridor Jawa Tengah.
Penyelenggara tidak hanya mengejar kuantitas 2.000 peserta. Mereka mengandalkan ratusan sukarelawan untuk menjaga kualitas diskusi kelas. Model ini relevan bagi komunitas UMKM yang ingin merekrut lulusan dengan rasa tanggung jawab finansial lebih matang.
Data SNLIK 2024 menjadi cermin: gap literasi pelajar versus rata-rata nasional masih nyata. Menanamkan kebiasaan cek arus kas sederhana dan paham pajak sejak SMP diharapkan memperkecil jarak itu dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, meski dampak penuh baru terukur belakangan.
Apa yang bisa dipantau orang tua dan guru
Indikator praktis yang mudah dipantau mencakup kemampuan siswa membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun anggaran saku mingguan, serta menjelaskan mengapa pajak ada. Jika anak mampu merangkai ide kecil berdimensi sosial, misalnya penggalangan dana kelas atau daur ulang bernilai ekonomi, tanda penerapan sudah mulai jalan.
Prestasi di tingkat Asia Pasifik dari alumni sebelumnya menunjukkan bahwa format kompetisi dan presentasi ide bisa memotivasi. Guru di Surabaya dapat memanfaatkan momentum itu untuk mengaitkan materi ekonomi sekolah dengan modul JA SparktheDream, tanpa menambah beban jam penuh.
Optimaise News melihat program kolaborasi FWD Insurance dan Prestasi Junior Indonesia ini sebagai salah satu jalur nonformal yang langsung menyentuh ruang kelas. Dengan target 2.000 siswa pada 2025 dan materi pajak yang baru masuk, peluang memperkecil gap literasi pelajar di Surabaya dan kota mitra menjadi lebih konkret, asalkan pendampingan sukarelawan dan diskusi orang tua tetap berlanjut di luar sesi resmi.




