Intel memperkenalkan dua System-on-Chip Starfire berbasis fabrikasi 18A yang dirancang khusus untuk pemrosesan Artificial Intelligence di satelit dan pesawat luar angkasa. Sampel chip ditargetkan dikirim pada kuartal ketiga 2026 jika rencana berjalan lancar.
Kedua SoC itu memadukan CPU delapan inti, GPU, dan Neural Processing Unit dalam satu paket kelas antariksa. Optimaise News mencatat, langkah ini membawa proses fabrikasi mutakhir ke sistem satelit yang selama ini masih sering mengandalkan prosesor lawas.
Dua varian Starfire: 10W hemat daya dan 35W performa
Arsitektur CPU mengombinasikan empat inti performa (P-cores) dan empat inti efisiensi (E-cores) di atas proses 18A. Varian berdaya rendah dibatasi 10 watt TDP, sementara varian performa mengizinkan konsumsi hingga 35 watt.
Pada model 10W, P-cores beroperasi di 1,0 GHz dan E-cores di 850 MHz agar daya tetap terkendali. Model 35W memacu P-cores hingga 3,1 GHz dan E-cores hingga 2,1 GHz untuk beban komputasi lebih berat di orbit.
GPU Intel 3 dan NPU hingga 75 TOPS

Kedua versi dilengkapi graphics tile fabrikasi Intel 3 dengan empat core Xe dan total 64 Execution Units. GPU model hemat daya berjalan 800 MHz hingga 1,0 GHz, sedangkan model performa bisa mencapai 2,0 GHz.
NPU terdedikasi menjadi nilai jual utama: varian hemat daya mencapai 45 TOPS (INT8), dan varian performa menembus 75 TOPS. Kombinasi CPU, GPU, dan NPU memungkinkan satelit memproses serta menyaring data secara lokal tanpa selalu mengirim data mentah ke pusat komputasi di Bumi.
Pengambilan keputusan real-time di orbit menjadi lebih realistis karena transfer data ke darat sering memakan waktu. Integrasi tiga unit di satu SoC juga membantu misi yang ketat pada ukuran, bobot, dan daya.
Tahan suhu ekstrem dan radiasi kosmik

Lingkungan luar angkasa kejam bagi elektronik, sehingga Starfire diklaim beroperasi pada suhu junction -55°C hingga 125°C. Dokumentasi Intel mencatat sertifikasi radiation-hardening untuk total ionizing dose, single-event latch-up, dan single-event effects.
Radiasi pengion dapat membalikkan bit pada memori atau sirkuit logika dan memicu error fatal. Paparan jangka panjang juga mengikis umur perangkat keras, sehingga chip kelas ruang angkasa wajib lolos kualifikasi ketat sebelum diluncurkan.
Kenapa AI onboard satelit makin mendesak
Permintaan komputasi AI di orbit meningkat seiring misi yang menuntut analisis sensor secara langsung di wahana. Dalam ringkasan Optimaise News, Starfire diposisikan sebagai jawaban atas kebutuhan pemrosesan real-time, AI bawaan, dan batasan daya yang ketat.
Informasi ini merujuk laporan yang dikutip dari Techspot, Jumat (17/7/2026). Keberhasilan pengiriman sampel pada kuartal ketiga akan menjadi penanda awal apakah fabrikasi 18A siap menembus misi antariksa komersial dan ilmiah.






