Bandung, Optimaise News – Muhammad Zulfadli dan Vera berangkat dari Jalan Pagelarang, Jakarta Timur, pada Sabtu 18 Juli 2026 pukul 09.10 WIB dengan Toyota Innova Zenix-Q hitam pinjaman sang kakak. Itu setir kedua mereka ke Bandung setelah 2016, kali ini lewat Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed yang dulu belum ada.
Inti artikel
- Itu setir kedua mereka ke Bandung setelah 2016, kali ini lewat Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed yang dulu belum ada
- Optimaise News merangkum catatan perjalanan itu, lengkap tarif tol, jeda rest area, dan antrean makan siang di resto kota
- Kedua penumpang keluar dari rumah kakak di Jalan Pagelarang dengan mobil hitam yang dipinjam khusus untuk lintas provinsi
Rencana berangkat setelah salat subuh atau paling lambat pukul 07.00 molor, tapi rute lewat MBZ gratis 36 kilometer hingga Gerbang Pasteur KM-122 tetap menjadi jalur darat andalan. Optimaise News merangkum catatan perjalanan itu, lengkap tarif tol, jeda rest area, dan antrean makan siang di resto kota.
Berangkat Telat dari Jalan Pagelarang Jakarta Timur
Kedua penumpang keluar dari rumah kakak di Jalan Pagelarang dengan mobil hitam yang dipinjam khusus untuk lintas provinsi. Zulfadli menulis di Kompasiana bahwa ia selalu menikmati perjalanan darat antarkota, dan trip 18 Juli itu jadi episode kedua setir sendiri ke Bandung.
Pada 2016 ia masih memakai Honda Jazz menuju pernikahan keluarga di Gedung Biofarma, Pasteur. Waktu itu flyover MBZ belum dibangun melintasi Jakarta Timur, Bekasi, hingga Karawang dari ketinggian. Keterlambatan jam sembilan pagi pun tak menghapus semangat menempuh rute favorit.
MBZ Flyover 36 Km dan Rangkaian Tol ke Cipularang
Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed disebut flyover terpanjang di Indonesia, sepanjang 36 kilometer. Melintasinya gratis dan diklaim memangkas sekitar satu jam perjalanan karena pengemudi terhindar macet di jalur Tol Jakarta, Cikampek di bawah.
Mereka turun di KM-47 Cikarang Barat lalu masuk Tol Jakarta, Cikampek dengan tarif Rp27.000. Setelah itu lanjut Tol Cipularang (Cikampek, Purwakarta, Padalarang) sepanjang 58 kilometer berbayar Rp45.000. Sambungan langsung Tol Purbaleunyi sepanjang 33 kilometer menyambung ke arah Bandung tanpa putus.
Urutan tarif dan jarak itu menjadipanduan praktis bagi pengemudi yang ingin menghemat waktu dibanding arteri lama. Dalam rangkuman Optimaise News, kombinasi MBZ gratis plus tol berurutan inilah yang membedakan rute darat pribadi dari opsi kereta pegunungan atau uji mobil listrik di jalur serupa.
Istirahat KM-72: Bakso, Starbucks, Charge HP
Di tengah ruas Cipularang, rest area KM-72 jadi titik istirahat wajib. Mereka mengurus toilet, makan bakso Afung, ngopi di Starbucks, sekaligus mengisi daya handphone. Momen di rest area digambarkan sebagai jeda berharga sebelum melanjutkan setir.
Usai singgah, perjalanan terasa lebih santai. Pengemudi bisa mengatur ritme, menghindari kelelahan, dan menikmati pemandangan yang mulai berubah dari kawasan industri ke area lebih hijau.
Pemandangan Industri hingga Pegunungan Menuju Pasteur
Setelah KM-72, rute menampilkan pabrik-pabrik, sawah, perbukitan, pegunungan, dan beberapa jembatan. Lalu lintas di jalur tol membuat pemandangan lewat kaca lebih nyaman dibanding macet di bawah.
Ambang Gerbang Pasteur KM-122 muncul tanpa terasa. Pintu tol itu disebut favorit pelancong dari ibu kota. Begitu keluar, Jalan Dr. Djunjunan Pasteur langsung menyambut, dan siluet Kota Bandung sudah terlihat jelas dari sisi jalan.
Sebagai konteks moda lain, Kementerian Pariwisata dan liputan Validnews serta Kumparan sempat menampilkan tujuh jalur kereta berpemandangan indah, termasuk Bogor, Sukabumi, Cianjur yang beroperasi sejak 10 Mei 1883 serta lintas Cicalengka, Banjar dengan tikungan Kadungora berbentuk tapal kuda. Pilihan kereta itu menawarkan sawah dan tebing, sementara catatan ini menonjolkan setir mobil lewat MBZ dan tol berbayar rinci.
Tiba Siang Hari dan Antrian 183 di Aba Harja
Kedatangan bertepatan jam makan siang. Mereka langsung menuju restoran Aba Harja di Jalan Halimun. Pengunjung ramai; nomor antrian yang didapat 183, dengan sekitar 30 waiting list di belakang.
Itulah penutup perjalanan Juli 2026: selamat datang di Bandung lewat antrean resto. Artikel Kompasiana diunggah 9 Agustus 2026 pukul 09.06 WIB sebagai arsip pribadi travel story.
Bagi pembaca yang merencanakan rute serupa, memulai lebih pagi tetap ideal, namun MBZ gratis tetap membantu bila jam berangkat molor. Uji EV seperti BYD Atto 1 di Bandung, Garut menampilkan torsi 180 Nm dan jangkauan Premium 50 kWh hingga 380 km, sementara Citilink pernah membuka rute udara Bandung, Kuala Lumpur. Rute darat Innova Zenix lewat MBZ, Cipularang, Pasteur tetap pilihan yang paling detail dalam catatan tarif dan istirahat ini.






