IHSG dibuka menguat 0,17 persen atau naik sekitar 10,57 poin ke level 6.141,16 per pukul 09.00 WIB pada Kamis 29 Juli 2026. Kenaikan tipis ini terjadi setelah tekanan jual mereda sepanjang sesi sebelumnya.
Inti artikel
- IHSG dibuka menguat 0,17 persen atau naik sekitar 10,57 poin ke level 6.141,16 per pukul 09.00 WIB pada Kamis 29 Juli 2026
- Kenaikan tipis ini terjadi setelah tekanan jual mereda sepanjang sesi sebelumnya
- Pelaku pasar kini menunggu keputusan suku bunga The Fed yang diprediksi masih tahan di kisaran 3,75 persen
Pelaku pasar kini menunggu keputusan suku bunga The Fed yang diprediksi masih tahan di kisaran 3,75 persen. Sementara itu, rapat Komite Stabilisasi Stabilitas Keuangan (KSSK) yang melibatkan Danantara menjadi sorotan domestik yang bisa menentukan sentimen lebih lanjut.
Data Awal Sesi: Level, Volume, dan Lebar Pasar
Pada pembukaan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak naik ke 6.141,16 dari penutupan kemarin 6.130,59. Nilai transaksi awal mencapai sekitar Rp109 miliar dengan volume 247,24 juta lembar saham dan 24.783 kali transaksi.
Dari total 403 saham yang bergerak, 212 saham menguat, 85 melemah, dan 316 stagnan. Lebar pasar yang lebih menguat menunjukkan tekanan jual mulai mereda, meski volatilitas tetap tinggi karena faktor eksternal.
Investor ritel yang baru masuk harus waspada, karena kenaikan ini masih di tengah tunggu sinyal moneter Amerika Serikat yang bisa memicu pergerakan cepat.
Agenda Global: Ekspektasi Tahan Bunga The Fed vs Peluang Naik
Mayoritas analis memprediksi The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75 persen hari ini. Namun, probabilitas kenaikan sempat mendekati 40 persen menurut CME FedWatch.
Fokus pasar juga tertuju pada konferensi pers Ketua Fed Kevin Warsh. Ia diprediksi akan membahas harga energi sebagai gangguan pasokan jangka pendek, bukan inflasi struktural.
Keputusan The Fed bisa menjadi pemicu bagi aliran dana asing. Investor harus memantau setiap pernyataan yang bisa mengubah narasi pasar dalam hitungan jam mendatang.
Faktor Domestik: Peran Danantara di KSSK dan Risiko Gaji ASN

Rapat KSSK pertama kali dihadiri jajaran Badan Pengawas Industri dan Jasa Keuangan (BPI) Danantara. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Danantara hanya berperan memberikan masukan dari dunia usaha, sementara keputusan tetap berada di empat anggota inti.
Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas keuangan pasca rapat tersebut. Kementerian Keuangan memetakan hingga 490 daerah yang berisiko kendala bayar gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) akibat pemangkasan transfer ke daerah (TKD).
Risiko ini menjadi perhatian utama, karena jika gaji ASN terlambat, bisa memicu gejolak sosial dan tekanan pasar di kemudian hari. Danantara sendiri kini berperan sebagai jembatan antara pemerintah pusat dan sektor swasta.
Bayangan Volatilitas: Aliran Modal Asing dan Sentimen Lanjutan
Kombinasi antara sinyal moneter The Fed dan sentimen domestik dari KSSK menciptakan gambaran tunggu dan lihat yang utuh. Pelaku pasar akan memantau apakah kenaikan IHSG hari ini bertahan setelah data global keluar.
Aliran modal asing bisa menjadi penentu arah lanjutan jika The Fed sinyal stabil. Namun, peran terbatas Danantara di KSSK dan peta risiko 490 daerah ASN tetap menjadi catatan penting untuk stabilitas jangka pendek.
Secara keseluruhan, pembukaan hijau tipis ini memberikan ruang bagi investor untuk mengevaluasi posisi. Namun, kehati-hatian tetap diperlukan karena ketidakpastian transisi di BI dan momentum eksternal yang bisa berbalik cepat.







