Kurs rupiah ditutup di Rp18.055 per dolar AS pada Selasa 28 Juli 2026 setelah sempat menyentuh level terlemah harian Rp18.095. Pemulihan tipis lima poin dari pembukaan Rp18.060 terjadi di tengah bayangan ganda transisi Gubernur Bank Indonesia dan peluang kenaikan suku bunga The Fed.
Inti artikel
- Kurs rupiah ditutup di Rp18.055 per dolar AS pada Selasa 28 Juli 2026 setelah sempat menyentuh level terlemah harian Rp18.095
- Empat sesi perdagangan beruntun di zona merah menekan mata uang Indonesia
- Rupiah dibuka melemah 0,33 persen di Rp18.060
Empat sesi perdagangan beruntun di zona merah menekan mata uang Indonesia. Optimaise News merangkum jalur intraday, timeline domestik, serta odds pasar moneter AS yang membuat rupiah tetap rentan meski sempat bangkit menjelang tutup.
Empat Sesi Merah: Buka, Terlemah, dan Penutupan Rp18.055
Rupiah dibuka melemah 0,33 persen di Rp18.060. Tekanan berlanjut hingga menyentuh Rp18.095 sebagai level terlemah harian. Menjelang penutupan, mata uang lokal pulih lima poin dan ditutup di Rp18.055, setara depresiasi 0,31 persen dibanding sesi sebelumnya.
Ini menandai empat hari beruntun di zona merah. Jalur tersebut menunjukkan pelemahan material di pagi hari lalu recovery tipis di sore. Data ringkas pergerakan hari itu dapat dilihat pada tabel berikut.
| Level | Nilai (Rp/US$) | Keterangan |
|---|---|---|
| Pembukaan | 18.060 | Melemah 0,33% |
| Terlemah | 18.095 | Level harian terendah |
| Penutupan | 18.055 | Pulih 5 poin dari buka |
| Depresiasi harian | 0,31% | Empat sesi merah beruntun |
Bagi importir, pelemahan beruntun menaikkan biaya barang luar negeri dalam rupiah. Eksportir mendapat ruang lebih longgar, namun ketidakpastian arah kebijakan membuat pelaku usaha tetap waspada.
Transisi BI: Destry Damayanti sebagai Gubernur Sementara

Perry Warjiyo mundur pada 25 Juli 2026. Sehari kemudian, 26 Juli, Destry Damayanti ditetapkan sebagai pejabat Gubernur Bank Indonesia sementara. Pergantian ini menambah bayangan di pasar valas domestik.
Destry menegaskan keputusan BI bersifat kolektif-kolegial. Bank sentral tetap menjaga stabilitas nilai tukar, sistem pembayaran, dan sistem keuangan. Penegasan itu dimaksudkan menenangkan pelaku pasar yang khawatir arah kebijakan berubah mendadak.
Dolar AS Tipis Menguat Jelang Akhir FOMC

Indeks dolar AS (DXY) naik tipis 0,01 persen ke 101,491 pada pukul 15.00 WIB. Penguatan minor ini cukup menahan rupiah di zona lemah. Rapat FOMC berlangsung dua hari dan berakhir 29 Juli 2026.
Pasar menunggu sinyal moneter AS. Ekspektasi suku bunga lebih ketat menjaga daya tarik aset berdenominasi dolar. Akibatnya, permintaan dolar tetap kuat dan menekan mata uang emerging market, termasuk rupiah.
Odds CME FedWatch: Peluang Naik 25 Bp dan September
Menurut CME FedWatch, peluang kenaikan 25 basis poin pada pertemuan ini mencapai 36,3 persen. Angka itu naik tajam dari 16 persen pekan lalu. Untuk September, peluang naik suku bunga bahkan menyentuh 81 persen.
Angka-angka ini berbeda penekanan dari ringkasan umum. Kenaikan ekspektasi moneter AS langsung berdampak pada aliran modal. Investor cenderung menahan aset dolar, sehingga tekanan pada rupiah berlanjut meski ada recovery intraday.
Tekanan Eksternal vs Jaminan Kelangsungan Kebijakan BI
Tekanan eksternal dari The Fed bertemu dengan masa transisi di Bank Indonesia. Meski Destry menjamin kelangsungan kebijakan stabilitas, pasar masih mencerna dual bayangan itu. Empat sesi merah menjadi bukti bahwa recovery tipis belum cukup menghapus sentimen wait-and-see.
Timeline ringkas membantu awam memahami urutan peristiwa. Perry mundur 25 Juli, Destry interim 26 Juli, lalu FOMC berakhir 29 Juli. Rangkaian itu menjelaskan mengapa rupiah tetap tertekan meski sempat naik lima poin dari buka. Optimaise News melihat sintesis ini sebagai gambaran utuh bagi pemegang aset berdenominasi dolar maupun pelaku perdagangan internasional.





