Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperlihatkan ketahanan di sesi I perdagangan 28 Juli 2026. Investor asing mencatat jual bersih Rp228,1 miliar, namun IHSG hanya melemah 0,04 persen ke level 6.183,16.
Inti artikel
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperlihatkan ketahanan di sesi I perdagangan 28 Juli 2026
- Investor asing mencatat jual bersih Rp228,1 miliar, namun IHSG hanya melemah 0,04 persen ke level 6.183,16
- Situasi ini berbanding terbalik dengan bursa Asia yang anjlok tajam
Situasi ini berbanding terbalik dengan bursa Asia yang anjlok tajam. Indeks KOSPI Korea sempat kena trading halt setelah jatuh lebih dari 8 persen. Optimaise News menyoroti peta rotasi asing dan alasan IHSG relatif tenang.
Net Sell Asing Sesi I: Beli Rp1,5 T, Jual Rp1,7 T
Nilai beli asing di seluruh pasar mencapai Rp1,5 triliun pada sesi pertama. Penjualan asing justru lebih tinggi di angka Rp1,7 triliun. Selisihnya menghasilkan net sell atau jual bersih Rp228,1 miliar.
Snapshot angka total ini memberi ringkasan cepat bagi pelaku pasar sebelum sesi II dibuka. Tekanan jual asing terasa, tapi pasar dalam negeri mampu menyerap tanpa gejolak besar.
| Kategori | Nilai Estimasi |
|---|---|
| Beli Asing | Rp1,5 triliun |
| Jual Asing | Rp1,7 triliun |
| Net Sell | Rp228,1 miliar |
| Top Sell BMRI | Rp45,8 miliar |
| Top Buy BBCA | Rp30,9 miliar |
| IHSG Sesi I | 6.183,16 (-0,04%) |
BMRI hingga PGAS: Saham yang Paling Banyak Dilepas

Bank Mandiri (BMRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai sekitar Rp45,8 miliar. PACK, ENRG, BUMI, DSSA, dan INDY ikut masuk jajaran penjualan besar asing di sesi yang sama.
PGAS juga tercatat di antara emiten yang banyak dijual. Tekanan di sektor perbankan dan energi menunjukkan asing bersikap selektif. Mereka memilih keluar dari saham-saham tertentu di tengah sentimen regional yang lemah.
Pola jual ini tidak merata ke seluruh papan. Ada pemisahan jelas antara emiten yang dilepas dan yang justru diakumulasi. Investor lokal tampak mengambil alih di beberapa nama.
BBCA Pimpin Akumulasi Asing di Saham Big Cap
Bank Central Asia (BBCA) memimpin pembelian asing dengan estimasi Rp30,9 miliar. AMMN, BBRI, serta TINS juga masuk daftar top akumulasi asing pada sesi I.
Asing masih menaruh kepercayaan pada bank swasta besar dan sejumlah emiten tambang. Rotasi ke big cap ini menjadi peta yang jelas: top sell di BMRI dan kawan-kawan berhadapan dengan top buy di BBCA serta AMMN.
Pergerakan semacam ini biasa terjadi saat pasar global goyah. Dana asing mencari tempat parkir yang dianggap lebih stabil di dalam negeri. Hasilnya IHSG tidak ikut anjlok dalam-dalam.
IHSG di 6.183,16 Saat Indeks Asia Terkoreksi Keras
Penutupan sesi I menempatkan IHSG di 6.183,16. Pelemahan 0,04 persen itu sangat tipis dibanding mayoritas bursa Asia yang terkoreksi keras.
KOSPI menjadi contoh paling mencolok karena sempat dihentikan sementara setelah anjlok lebih dari 8 persen. Bursa regional lain ikut tertekan, namun pasar Indonesia relatif tenang.
Ketahanan ini jarang disorot secara utuh di laporan lain. Data aliran asing Rp1,5 triliun lawan Rp1,7 triliun plus level IHSG 6.183,16 memberi gambaran lengkap sebelum sesi siang. Optimaise News menilai pasar lokal masih punya daya serap yang cukup baik.






