Jakarta, Optimaise News – Memahami Idgham Mimi menjadi kunci utama agar bacaan Al-Qur’an mengalir dengan tartil yang sesuai kaidah ilmu tajwid. Hukum ini melibatkan peleburan suara mim sukun dengan mim berharakat sehingga terbentuk satu bunyi yang bertasydid.
Inti artikel
- Memahami Idgham Mimi menjadi kunci utama agar bacaan Al-Qur’an mengalir dengan tartil yang sesuai kaidah ilmu tajwid
- Hukum ini melibatkan peleburan suara mim sukun dengan mim berharakat sehingga terbentuk satu bunyi yang bertasydid
- Sebagai umat Muslim, menguasai aturan-aturan ini membantu menjaga keaslian bacaan Nabi Muhammad SAW dan menghindari kekeliruan yang bisa men
Sebagai umat Muslim, menguasai aturan-aturan ini membantu menjaga keaslian bacaan Nabi Muhammad SAW dan menghindari kekeliruan yang bisa mengubah makna ayat.
Apa Itu Idgham Mimi dan Dasar Buku Rujukannya
Idgham Mimi didefinisikan sebagai proses meleburkan suara mim sukun (مْ) ke dalam huruf mim berharakat (مَ مِ مُ) yang ada di depannya sehingga keduanya berubah menjadi satu mim bertasydid.
Buku Panduan Praktis dan Lengkap Tahsin Tajwid Tahfiz untuk Pemula susunan Ibnu Rusyd menjelaskan secara bahasa bahwa idgham berarti memasukkan atau melebur sedangkan mimi merujuk pada huruf mim yang berdua.
Optimaise News mencatat dari buku ini bahwa hukum mempelajari tajwid merupakan fardhu kifayah sehingga tetap lestari untuk dipelajari bersama.
Teknik Melebur Mim Sukun ke Mim Berharakat dengan Ghunnah
Cara membaca idgham Mimi memerlukan suara yang melebur sempurna antara dua bunyi mim tersebut disertai dengungan (ghunnah) yang kuat dan ditahan selama tiga ketukan.
Pendengung yang kuat ini membuat bacaan terasa alami dan tidak terburu-buru seperti dalam contoh ayat Ar-Rum 3 yang menjadi wahummin-ba’di.
Buku Marzuki dan Sun Choirul Ummah dalam Dasar-dasar Ilmu Tajwid menekankan bahwa posisi bibir harus tertutup rapat dengan sedikit getaran saat melakukan idgham ini.
Sepuluh Ayat Lengkap Beserta Lafal Bacaan Idgham Mimi
Ayat suci Al-Qur’an memuat idgham Mimi dalam berbagai bentuk yang bisa langsung diamalkan saat membaca.
Berikut contoh lengkapnya agar pembaca langsung mempraktikkan saat tilawah harian:
1. Surah Az-Zumar Ayat 15: شِئْتُمْ مِّنْ دُوْنِهٖۗ dibaca syi’tummin-duunihi
2. Surah Ar-Rum Ayat 3: وَهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ dibaca wahummin-ba’di
3. Surah An-Nahl Ayat 10: مَاۤءً لَّكُمْ مِّنْهُ dibaca maaa-allakumminhu
4. Surah An-Nisa Ayat 1: خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ dibaca khalaa-qakumminnafsin
5. Surah An-Nisa Ayat 8: هُمْ مِّنْهُ وَقُوْلُوْا dibaca humminhu-waquuluu
6. Surah Ali Imran Ayat 10: اَوْلَادُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ شَيْئًاۗ dibaca Aulaaduhumminallahi syaiaa
7. Surah Al Mulk Ayat 12: لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ كَبِيْرٌ dibaca Lahummaghfiratun wa ajrun kabiir
8. Surah Yasin Ayat 8: فَهُمْ مُّقْمَحُوْنَ dibaca Fahummuqmahuun
9. Surah Al Humazah Ayat 8: اِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُّؤْصَدَةٌ dibaca Innahaa alaihimmushadah
10. Surah Al Quraisy Ayat 4: وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ dibaca waamanahummin khaufin
Kenapa Tanda Tasydid di Mushaf Jadi Petunjuk Utama
Tanda tasydid (ّ) pada mushaf modern biasanya menandai adanya idgham Mimi sehingga pembaca langsung mengetahui hukum yang harus diterapkan.
Hanya beberapa ayat yang secara otomatis ditandai dengan tasydid sesuai aturan idgham Mimi sehingga bacaan menjadi lebih mudah diikuti.
Hubungan Idgham Mimi dengan Kewajiban Fardhu Kifayah Tajwid
Mempelajari idgham Mimi menjadi bagian penting dari fardhu kifayah yang mengharuskan sekelompok umat memahami ilmu ini agar bacaan Al-Qur’an selalu sesuai dengan hadis Nabi.
Optimaise News mencatat bahwa pemahaman mendalam terhadap hukum ini tidak hanya menjaga keakuratan bacaan melainkan juga memperkuat penghayatan umat terhadap ayat-ayat suci.





