Jakarta, Optimaise News – Kuasa hukum Hermawanto dari YHI-PP mendesak sterilisasi total seluruh area sekolah pada Senin 10 Agustus 2026, usai penemuan 996 pucuk senjata di ruangan mantan ketua yayasan. Tuntutan itu disampaikan sambil sekolah memberlakukan pembelajaran jarak jauh selama satu minggu ke depan agar proses pembersihan dan pengamanan bisa berjalan tanpa gangguan.
Inti artikel
- Hermawanto menegaskan sudah memiliki rekaman komunikasi langsung dengan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan
- Klarifikasi Polda Metro Jaya menyebutkan hanya satu dari 996 temuan yang benar-benar senjata api
- Benda itu adalah Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA yang tercatat atas nama DS, sosok yang sudah meninggal dunia pada 2020
Hermawanto menegaskan sudah memiliki rekaman komunikasi langsung dengan penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Ia menilai langkah itu mendesak karena masih ada ruangan tertutup yang dipasangi police line dan isinya belum diketahui publik maupun pihak sekolah.
Rincian Resmi: Hanya Satu Senjata Api Asli
Klarifikasi Polda Metro Jaya menyebutkan hanya satu dari 996 temuan yang benar-benar senjata api. Benda itu adalah Franchi SPAS-15 kaliber 12 GA yang tercatat atas nama DS, sosok yang sudah meninggal dunia pada 2020. Senjata tersebut sudah diamankan satuan Polres Metro Jakarta Selatan.
Sebanyak 995 pucuk sisanya merupakan senjata angin. Rinciannya mencakup empat senapan angin kaliber 4,5 mm, 215 pistol angin sejenis, serta 776 revolver angin kaliber sama. Seluruh barang angin itu kini disimpan di gudang Subdit Wasendak Ditintelkam Polda Metro Jaya.
Optimaise News mencatat, temuan dokumen impor SI/5483/XII/2008 yang berkaitan dengan softgun atau senapan angin juga ikut diamankan. Legalitas dokumen tersebut masih dalam penelusuran penyidik dan belum dinyatakan sah atau bermasalah secara resmi.
Alasan Sterilisasi Saat PJJ Diterapkan

Hermawanto meminta sterilisasi dilaksanakan tepat pada Senin ketika kegiatan belajar daring dimulai. Menurutnya, ruang-ruang yang masih disegel berpotensi menyimpan barang lain sehingga pemetaan ulang seluruh bangunan menjadi kebutuhan mendesak bagi keamanan warga sekolah.
Pihak sekolah telah mengirim surat formal ke Kemdikdasmen. Isi surat meminta perlindungan hukum karena institusi tersebut menaungi jenjang SD dan menengah. Langkah administratif ini diambil untuk memastikan proses penanganan di luar tembok sekolah tidak menimbulkan risiko hukum tambahan bagi pengelola.
Rekaman komunikasi yang disebut Hermawanto menjadi salah satu dasar desakannya. Ia ingin seluruh area bebas dari sisa material yang belum teridentifikasi sebelum siswa kembali hadir secara fisik.
Langkah Pengamanan dan Status Legalitas

Satuan terkait memindahkan 995 senjata angin ke gudang Wasendak agar tidak tersebar. Sementara Franchi SPAS-15 tetap dalam penguasaan Polres Metro Jakarta Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait kepemilikan mendiang DS.
Proses penelusuran dokumen impor nomor SI/5483/XII/2008 dilanjutkan tanpa tenggat yang diumumkan. Penyidik masih memverifikasi apakah pengadaan softgun atau senapan angin itu sesuai aturan yang berlaku pada masa impornya.
Sterilisasi total yang diminta diharapkan mencakup setiap ruangan yang masih tertutup police line. Dengan PJJ berjalan seminggu, petugas berpeluang lebih leluasa melakukan penyisiran tanpa mengganggu aktivitas belajar mengajar.







