Semarang, Optimaise News – John Herdman sudah menetapkan skuad final 26 pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026. Solusi bola atas mengandalkan striker naturalisasi debutan Mitchell Baker setinggi 196 cm sebagai nomor 9 utama dalam skema 4-2-3-1.
Inti artikel
- John Herdman sudah menetapkan skuad final 26 pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
- Solusi bola atas mengandalkan striker naturalisasi debutan Mitchell Baker setinggi 196 cm sebagai nomor 9 utama dalam skema 4-2-3-1
- Prediksi starting XI menempatkan Baker di ujung tombak
Prediksi starting XI menempatkan Baker di ujung tombak. Duo pivot Thom Haye dan Ivar Jenner menopang, sementara trio kreatif Egy Maulana Vikri, Marselino Ferdinan, dan Ragnar Oratmangoen beraksi di belakangnya. Optimaise News mengulas skenario cadangan serta arti formasi ini bagi debut lawan Kamboja di Stadion Pakansari.
Kenapa Mitchell Baker Diproyeksikan sebagai Nomor 9 Utama
Mitchell Baker membawa keunggulan fisik yang jarang dimiliki striker lokal. Tingginya 196 cm membuatnya cocok jadi target man saat serangan buntu lewat bola gantung.
Ia berdarah Jogja-Semarang dan baru dinaturalisasi. Meski masih nol caps senior, Herdman melihat potensinya menguasai area penalti. Baker jadi pilihan tegas untuk mengunci peluang lewat header dan hold-up play.
Kehadirannya memberi opsi berbeda dibanding striker biasa. Saat lawan menutup ruang bawah, umpan silang ke Baker bisa jadi senjata andalan. Itulah alasan utama proyeksi nomor 9 padanya, bukan sekadar penempatan default.
Susunan 4-2-3-1: dari Nadeo sampai Trio di Belakang Striker
Prediksi formasi lengkap 4-2-3-1 Herdman berbunyi Nadeo Argawinata di bawah mistar. Lini belakang diisi Calvin Verdonk Walsh, Ridho Hafizh, Jordi Amat, dan Dony Tri Pamungkas.
Di tengah, Haye berpasangan Jenner sebagai pivot ganda. Mereka menjaga keseimbangan antara bertahan dan umpan vertikal. Di depan, Egy di sayap kanan, Marselino di tengah, Ragnar di kiri, lalu Baker di puncak.
Struktur ini memberi lebar dan kedalaman. Trio kreatif bisa saling tukar posisi, sementara Baker menunggu umpan terukur. Susunan ini bukan daftar kaku, melainkan jawaban teknis atas kebutuhan bola atas di turnamen padat.
Skenario Cadangan: Hubner di Bek Tengah dan Amat sebagai Pivot Bertahan
Jika Justin Hubner bergabung penuh, pasangan bek tengah berpeluang berubah jadi Hubner-Ridho. Kombinasi itu menambah soliditas dan kemampuan bangun serangan dari belakang.
Jordi Amat bisa dialihkan jadi gelandang bertahan. Gaya mainnya mirip fungsi Joey Pelupessy dulu: potong umpan lawan lalu distribusikan cepat. Opsi ini memberi Herdman fleksibilitas saat skor butuh dijaga atau tekanan lawan meningkat.
Dua skenario itu membuat formasi tidak kaku. Cadangan posisi siap dipakai tanpa merombak total. Optimaise News melihat ini sebagai nilai praktis yang jarang dibahas di prediksi generik.
Jadwal Grup A: Debut di Pakansari Lawan Kamboja
Laga pertama digelar Senin 27 Juli 2026 malam WIB. Indonesia menjamu Kamboja di Stadion Pakansari, Bogor. Starting XI dengan Baker di depan diharapkan memberi keunggulan fisik sejak kick-off.
Lanjutan Grup A membawa Timor Leste, Vietnam, lalu Singapura. Tiga poin dari Kamboja krusial untuk jalur lolos. Formasi 4-2-3-1 ini dirancang agar langsung efektif di laga pembuka di kandang sendiri.
Pakansari punya kapasitas besar dan atmosfer home. Baker dan rekan-rekan butuh adaptasi cepat agar skema bola atas langsung menyala. Jadwal padat menuntut rotasi bijak di sela empat laga grup.
Pemain Nol Caps yang Ikut Menambah Opsi Herdman
Empat pemain masih nol penampilan senior: Tim Geypens, Rizky Eka Pratama, Jens Raven, dan Mitchell Baker sendiri. Kehadiran mereka menambah kedalaman tanpa membebani kuota pengalaman.
Di laga pembuka lawan Kamboja, opsi bangku cadangan ini memberi Herdman ruang eksperimen. Geypens dan Raven bisa masuk di lini belakang atau depan jika skor sudah aman. Rizky Eka Pratama siap isi sayap jika dibutuhkan width ekstra.
Empat nama nol caps itu bukan sekadar pelengkap. Mereka memperluas pilihan taktis di turnamen singkat. Baker yang paling menonjol di antara mereka karena proyeksi langsung ke starting XI.







