Harga Minyak Terus-terusan Sabet US$94,07

Harga minyak terus-terusan melonjak sentuh level tertinggi enam pekan. Brent tutup US,07 (+3,36%), WTI US,83 di tengah eskalasi AS-Iran dan ancaman.

Author Image

Dyah

Harga Minyak Terus-terusan Sabet US$94,07

Eskalasi ketegangan militer di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah global ke puncak hampir enam pekan pada perdagangan 22 Juli 2026. Brent menguat US$3,06 atau 3,36 persen dan ditutup di US$94,07 per barel, sempat menyentuh US$95,47 sebagai level tertinggi sejak 11 Juni.

Inti artikel

  • Eskalasi ketegangan militer di Timur Tengah mendorong harga minyak mentah global ke puncak hampir enam pekan pada perdagangan 22 Juli 2026
  • Brent menguat US$3,06 atau 3,36 persen dan ditutup di US$94,07 per barel, sempat menyentuh US$95,47 sebagai level tertinggi sejak 11 Juni
  • West Texas Intermediate (WTI) ikut menguat US$2,49 atau 2,95 persen ke US$86,83 per barel

West Texas Intermediate (WTI) ikut menguat US$2,49 atau 2,95 persen ke US$86,83 per barel. Optimaise News mencatat penutupan ini menandai level tertinggi hampir enam pekan di tengah serangan beruntun Amerika Serikat ke Iran serta ancaman terhadap jalur pelayaran energi utama.

Serangan AS ke Iran dan Ancaman Trump Kerek Harga

Amerika Serikat melanjutkan serangan udara terhadap Iran pada malam kesebelas secara beruntun. Langkah itu menyusul aksi Kuwait yang mencegat drone Iran. Pasar merespons cepat karena risiko gangguan pasokan dari kawasan produsen utama semakin nyata.

Presiden Trump memperingatkan akan meruntuhkan jembatan dan fasilitas listrik Iran bilamana Teheran menyerang kapal yang melintasi Selat Hormuz. Ancaman itu memperketat sentimen spekulatif di bursa berjangka. Trader memasukkan premi risiko geopolitik yang lebih tinggi ke dalam harga kontrak.

Garda Revolusi Iran (IRGC) memberi peringatan bahwa jalur di sisi selatan Selat Hormuz kini dilengkapi ranjau. Pernyataan itu menambah kekhawatiran pasar soal kebebasan navigasi di chokepoint yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia. Tekanan naik makin terasa di sesi penutupan.

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tinggi

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tinggi
Ilustrasi ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tinggi.

Kelompok Houthi mengancam tanker Arab Saudi di Bab el-Mandeb. Mereka juga menyatakan akan melakukan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Ancaman ganda itu langsung menekan rute ekspor di Laut Arab dan Laut Merah.

Operasi maritim Eropa Aspides menilai kapal berafiliasi Israel, Amerika Serikat, atau Saudi lebih rentan diserang di Teluk Aden maupun Laut Merah. Penilaian itu membuat pemilik kapal dan penjamin asuransi menaikkan premi war risk. Biaya logistik energi global ikut terdorong naik.

Berbeda dengan laporan yang menyebut harga minyak sentuh level tertinggi sepekan atau harga minyak melonjak ke level tertinggi lima pekan, penutupan 22 Juli 2026 justru menandai puncak hampir enam pekan. Pasar melihat kombinasi risiko Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb sebagai pendorong utama.

Kontrak Harga Tutup Perubahan Persentase Catatan
Brent US$94,07/barel +US$3,06 +3,36% Sempat US$95,47 (tertinggi sejak 11 Juni)
WTI US$86,83/barel +US$2,49 +2,95% Level tertinggi hampir enam pekan
Selisih Brent 3 bulan US$9,26/barel Melebar Tertinggi sejak 22 Mei (backwardation)

Backwardation Brent Melebar Tanda Pasar Sangat Ketat

Backwardation Brent Melebar Tanda Pasar Sangat Ketat
Ilustrasi Backwardation Brent Melebar Tanda Pasar Sangat Ketat.

Selisih kontrak Brent tiga bulan melebar ke US$9,26 per barel. Angka itu menjadi yang tertinggi sejak 22 Mei dan menandakan struktur backwardation yang kuat. Pasar memandang pasokan segera lebih mahal dibanding kontrak berjangka yang lebih jauh.

Struktur harga seperti ini biasanya muncul saat pelaku pasar khawatir stok fisik menipis dalam waktu dekat. Eskalasi militer di dua chokepoint sekaligus memperkuat sinyal tersebut. Optimaise News melihat pelemahan struktur contango sebelumnya sudah digantikan oleh tekanan backwardation yang tajam.

Trader mencatat bahwa setiap eskalasi di Selat Hormuz atau Bab el-Mandeb langsung terefleksi ke spread kontrak. Volume transaksi di sesi penutupan meningkat seiring spekulasi lanjutan. Harga spot dan near-month menjadi lebih sensitif terhadap berita keamanan maritim.

Tanya Jawab Lonjakan Harga Minyak 22 Juli 2026

Berapa harga penutupan Brent dan WTI pada 22 Juli 2026?
Brent ditutup US$94,07 per barel setelah naik US$3,06 (3,36 persen) dan sempat menyentuh US$95,47. WTI menguat US$2,49 (2,95 persen) ke US$86,83 per barel. Kedua kontrak mencapai level tertinggi hampir enam pekan.

Apa faktor utama yang mendorong harga minyak terus-terusan melonjak?
Faktor utama meliputi serangan Amerika Serikat ke Iran pada malam kesebelas beruntun, ancaman Trump terhadap infrastruktur Iran, peringatan ranjau IRGC di selatan Selat Hormuz, serta ancaman Houthi terhadap tanker Saudi di Bab el-Mandeb. Penilaian Aspides soal risiko tinggi di Teluk Aden dan Laut Merah juga menambah premi war risk.

Mengapa selisih kontrak Brent tiga bulan dianggap penting?
Selisih itu melebar ke US$9,26 per barel, tertinggi sejak 22 Mei. Angka ini menandakan backwardation yang kuat, artinya pasar mengantisipasi pasokan segera lebih ketat dibanding periode mendatang. Kondisi tersebut biasanya memperkuat tekanan kenaikan harga spot.

Dyah
Redaktur Hiburan

Dyah adalah redaktur hiburan Optimaise News. Meliput film, selebriti, drama Asia, dan industri hiburan regional. Menyusun berita hiburan berbasis rilis, unggahan resmi, dan konteks industri agar pembaca mendapat ringkasan yang jelas, bukan sekadar copas judul viral.