Jakarta, Optimaise News – Bank Indonesia melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis melaporkan perubahan harga beras pada 6 Agustus 2026. Beberapa kualitas mengalami penurunan, sementara yang lain naik, menandakan tren campuran yang masih bisa diatasi pembeli.
Inti artikel
- Bank Indonesia melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis melaporkan perubahan harga beras pada 6 Agustus 2026
- Beberapa kualitas mengalami penurunan, sementara yang lain naik, menandakan tren campuran yang masih bisa diatasi pembeli
- PIHPS mencatat harga beras kualitas bawah I naik Rp100 menjadi Rp14.850 per kg
Penyesuaian ini terjadi di tengah tren harga pangan strategis yang beragam, dengan dampak potensial bagi pengeluaran rumah tangga menengah yang bergantung pada stok bulanan.
Laporan Lengkap Harga Beras dari Kualitas Bawah hingga Super
PIHPS mencatat harga beras kualitas bawah I naik Rp100 menjadi Rp14.850 per kg. Di sisi lain, beras kualitas bawah II turun Rp150 menjadi Rp14.450 per kg.
Untuk kelas medium, beras medium I turun Rp200 ke Rp16.200 per kg dan medium II turun Rp300 ke Rp15.900 per kg. Sementara beras super I turun Rp200 ke Rp17.450 per kg dan super II turun Rp200 ke Rp16.950 per kg.
| Kualitas | Harga (Rp/kg) | Perubahan (Rp) |
|---|---|---|
| Bawah I | 14.850 | +100 |
| Bawah II | 14.450 | -150 |
| Medium I | 16.200 | -200 |
| Medium II | 15.900 | -300 |
| Super I | 17.450 | -200 |
| Super II | 16.950 | -200 |
Optimaise News mencatat penyesuaian ini sebagai sinyal stabil meski ada lonjakan di segmen bawah. Bagi pembeli, tren ini bisa membantu mengoptimalkan stok bulanan tanpa tekanan ekstra.
Pergerakan Harga Bawang Merah dan Putih di Pasar Tradisional
Harga bawang merah ukuran sedang turun Rp50 menjadi Rp40.250 per kg, sementara bawang putih ukuran sedang stagnan di Rp41.800 per kg.
Penurunan bawang merah ini bisa mengurangi biaya tambahan saat masak masakan harian, terutama di daerah yang mengandalkan sayur segar.
Catatan Optimaise News menunjukkan pergerakan ini masih dalam rentang wajar, meski tetap perlu diwaspadai ketersediaan di pasar lokal.
Penurunan Harga Telur Ayam Ras dan Daging Ayam Segar
Harga telur ayam ras turun Rp100 menjadi Rp29.550 per kg, diikuti daging ayam segar yang turun Rp1.100 menjadi Rp38.800 per kg.
Penurunan protein hewani ini berpotensi meringankan beban belanja rumah tangga, terutama keluarga yang rutin mengonsumsi daging ayam dan telur setiap hari.
menurut pantauan Optimaise News, tren ini bisa mendorong konsumen untuk meningkatkan frekuensi konsumsi protein tanpa menambah beban pengeluaran.
Dampak Turunnya Harga Cabai, Daging Sapi hingga Gula Pasir
Harga cabai merah besar turun Rp1.400 menjadi Rp48.050 per kg dan cabai merah keriting turun Rp650 ke Rp47.750 per kg. Cabai rawit hijau turun Rp1.850 ke Rp50.350 per kg, meski cabai rawit merah naik Rp2.100 ke Rp57.600 per kg.
Harga daging sapi kualitas I turun Rp3.550 menjadi Rp147.500 per kg dan kualitas II turun Rp450 ke Rp141.500 per kg. Gula pasir kualitas premium naik Rp100 menjadi Rp20.400 per kg, sementara gula pasir lokal naik Rp50 ke Rp19.150 per kg.
Perubahan ini menunjukkan ketidaksamaan antar komoditas. Di satu sisi turun, di sisi lain naik, sehingga pembeli perlu memantau pergerakan harian.
Update Minyak Goreng dan Gula Pasir: Tren Stabil atau Naik?
Harga minyak goreng curah stagnan di Rp20.450 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I naik Rp300 menjadi Rp24.600 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerek II naik Rp500 menjadi Rp23.900 per liter.
Update ini terlihat sebagai campuran, di mana sebagian besar komoditas lain menunjukkan penurunan. Menurut pantauan Optimaise News, tren ini bisa menjadi peluang bagi pelaku usaha kecil untuk menyesuaikan margin jual sambil menjaga ketersediaan stok.







