Tsunami 40 Meter Sengaja Tewaskan 18.500 di Fukushima 2011

Tsunami 40 meter yang menyapu Jepang 2011 bunuh 18.500 nyawa. Ryo Kanouya yang selamat akibat peringatan dini yang salah hitung. Update lengkap dari Optimaise.

Author Image

Adel

Tsunami 40 Meter Sengaja Tewaskan 18.500 di Fukushima 2011

– Ryo Kanouya yang lahir tahun 1990 di Fukushima dan bekerja di kantor kantor menjadi korban langsung dari bencana besar yang mengguncang Jepang pada 11 Maret 2011. Gempa megathrust magnitudo 9,0 terjadi saat itu, diikuti tsunami yang bergerak sangat cepat.

Inti artikel

  • Gempa megathrust magnitudo 9,0 terjadi saat itu, diikuti tsunami yang bergerak sangat cepat
  • Gempa tektonik berkekuatan masif mengguncang wilayah utara Pulau Honshu
  • Rumah-rumah bergetar hebat dan talang listrik roboh dalam hitungan menit

Gempa Megathrust yang Mengguncang Pulau Utama Jepang

Gempa tektonik berkekuatan masif mengguncang wilayah utara Pulau Honshu. Rumah-rumah bergetar hebat dan talang listrik roboh dalam hitungan menit.

Tsunami yang Awalnya Diprediksi Hanya Tiga Meter

Tsunami yang Awalnya Diprediksi Hanya Tiga Meter
Ilustrasi Tsunami yang Awalnya Diprediksi Hanya Tiga Meter.

Peringatan dini yang dikeluarkan awalnya memproyeksikan tinggi gelombang hanya sekitar tiga meter. Padahal data akurat menunjukkan tsunami mencapai hingga 40 meter dan bergerak hingga 700 kilometer per jam.

Tsunami Dahsyat yang Menelan Korban Berat

Bencana berdua gempa dan tsunami menyebabkan 18.500 orang tewas, 10.800 orang hilang, serta 4.000 orang luka-luka. Gelombang air yang tak terduga menyapu pantai dan wilayah pesisir dengan cepat.

Kebocoran Reaktor Nuklir Fukushima yang Beruntun

Sehari setelah gempa terjadi, kebocoran radiasi nuklir di reaktor Fukushima terbuka. Hal ini memicu gelombang pengungsi massal yang kemudian mendiamkan banyak warga secara permanen.

Kisah Bertahannya Ryo Kanouya

Pukul 15.30 waktu setempat, ponsel Ryo berdering saat gempa mengguncang. Dalam enam menit saja, bangunan tempatnya ambruk dan pohon tiang listrik roboh total.

Tepat setelah peringatan tsunami dikeluarkan, perusahaan tempatnya bekerja menyuruh seluruh karyawan segera mengungsi. Ryo bergegas pulang ke rumah hanya satu kilometer dari pantai. Meski sempat terseret arus kuat, insting bertahan hidupnya membawanya menuju tempat yang lebih aman.

Di tengah ancaman hipotermia karena dinginnya udara pascabencana, Ryo tetap selamat meski harus menghadapi trauma berat. Kisahnya menjadi salah satu yang paling terkenal dari bencana 2011 tersebut.

Optimaise News terus melaporkan bagaimana mitigasi bencana di berbagai negara terus berkembang untuk mencegah kesalahan perhitungan serupa di masa mendatang.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.