Gunung Bromo Kebakaran Meluas 176 Ha Diduga dari Perapian Warga

Gunung Bromo kebakaran capai 176 hektare hingga 7 Agustus 2026. Api diduga dari perapian warga di jalur Arjosari, Ranu Pani, merambah savana ke Bukit B-29.

Author Image

Adel

Gunung Bromo Kebakaran Meluas 176 Ha Diduga dari Perapian Warga

– Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dilanda kebakaran lahan sejak Senin 3 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB. Luas area yang terbakar mencapai 176 hektare hingga Jumat 7 Agustus 2026 tanpa laporan korban jiwa di Probolinggo, Malang, maupun Lumajang.

Inti artikel

  • Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dilanda kebakaran lahan sejak Senin 3 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB
  • Luas area yang terbakar mencapai 176 hektare hingga Jumat 7 Agustus 2026 tanpa laporan korban jiwa di Probolinggo, Malang, maupun Lumajang
  • Angin kencang membuat api menjalar dari padang savana menuju Bukit B-29 di wilayah Kabupaten Lumajang

Angin kencang membuat api menjalar dari padang savana menuju Bukit B-29 di wilayah Kabupaten Lumajang. Titik awal diduga berasal dari perapian warga di jalur tradisional di atas tebing Kaldera Tengger.

Perluasan Api dari 60 ke 176 Hektare di TNBTS

Pada Rabu 5 Agustus 2026 pukul 16.45 WIB luas sementara baru sekitar 60 hektare. Rinciannya 10 hektare di Watu Gede Desa Sariwani Kecamatan Sukapura Probolinggo serta 50 hektare di Jantur TNBTS Malang.

Dalam dua hari berikutnya api terus menyebar hingga total 176 hektare. Tim pemadam tetap memantau savana yang menjadi jalur cepat perambatan karena kondisi vegetasi kering.

Optimaise News mencatat bahwa pergerakan ke arah Bukit B-29 menambah kompleksitas karena topografi curam dan akses terbatas. Upaya pemadaman fokus memutus rantai api sebelum menyentuh zona wisata densitas tinggi.

Dugaan Sumber Api di Jalur Arjosari, Ranu Pani

Dugaan Sumber Api di Jalur Arjosari–Ranu Pani
Ilustrasi Dugaan Sumber Api di Jalur Arjosari–Ranu Pani.

Rudjanta Tjahja Nugraha selaku kepala Balai Besar TNBTS memperkirakan api bermula dari warga yang menyalakan perapian di jalur tradisional penghubung desa. Jalur itu terletak di atas tebing Kaldera Tengger sekitar rute Desa Arjosari, Ranu Pani.

Menurutnya peristiwa kemungkinan tak disengaja. Warga melintas sempat membuat perapian untuk menghangatkan badan lalu lupa memadamkannya.

Vegetasi yang turut terdampak mencakup bunga Edelweiss, pohon cemara gunung, aneka tanaman hias, serta semak belukar. Kerusakan flora setempat memperlambat regenerasi ekosistem savana Bromo.

Konteks Pelaku Kebakaran Gunung Bromo dan Sejarah 2023

Pihak TNBTS masih menelusuri pelaku kebakaran gunung bromo meskipun dugaan mengarah ke kelalaian tak disengaja. Pemeriksaan jalur tradisional menjadi prioritas untuk menemukan barang bukti sisa perapian.

Berita gunung bromo kebakaran kali ini berbeda pola dari kebakaran gunung bromo 2023 yang tercatat di berbagai arsip resmi. Saat itu skala dan penyebab sempat memicu proses hukum terpisah terhadap pihak penyelenggara kegiatan.

Masyarakat diingatkan agar tidak menyalakan api terbuka di jalur pejalan kaki. Kondisi angin musim kemarau membuat risiko perambatan sangat tinggi meski titik awal kecil.

Tim gabungan terus mengerahkan unit darat dan pemantauan udara. Optimaise News akan mengikuti perkembangan luas lahan serta status penanganan di tiga kabupaten terdampak.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.