Medan, Optimaise News – Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Rudjanta Tjahja Nugraha menduga titik api di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, bermula dari perapian yang dinyalakan warga di jalur tradisional penghubung desa. Karhutla yang terpantau sejak Senin, 3 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, merembet hingga sekitar 176 hektare vegetasi dan memicu penutupan total empat pintu wisata sejak Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB.
Inti artikel
- Pihak BB TNBTS menekankan kemungkinan tidak ada niat membakar hutan
- Frasa pencarian soal pelaku kebakaran gunung bromo kini mengacu pada dugaan perapian itu, bukan insiden industri
- Kondisi ini berbeda dari kejadian historis yang sering dikaitkan dengan kata kunci kebakaran gunung bromo 2023 di arsip publik
Optimaise News merangkum, api menjalar ke savana dan arah Bukit B-29 di Lumajang tanpa laporan korban jiwa, sementara angin kencang dan medan kaldera terjal mempersulit pemadaman darat dan udara.
Dugaan titik awal api di jalur tradisional penghubung desa
Menurut Rudjanta, api diduga berasal dari atas tebing Kaldera Tengger di jalur tradisional yang menghubungkan Desa Arjosari dengan Ranu Pani. Ia menuturkan, warga yang melintas saat cuaca dingin kadang membuat perapian untuk menghangatkan badan, lalu meninggalkan bara yang tidak disengaja.
Pihak BB TNBTS menekankan kemungkinan tidak ada niat membakar hutan. Himbauan kepada masyarakat, pengunjung, dan pelaku jasa wisata tetap tegas: jangan menyalakan api di dalam kawasan TNBTS, terutama di jalur desa yang jarang diawasi.
Frasa pencarian soal pelaku kebakaran gunung bromo kini mengacu pada dugaan perapian itu, bukan insiden industri. Kondisi ini berbeda dari kejadian historis yang sering dikaitkan dengan kata kunci kebakaran gunung bromo 2023 di arsip publik.
Luas 176 hektare dan vegetasi edelweiss hingga semak yang hangus

Data BB TNBTS hingga Jumat, 7 Agustus 2026, menyebut area terdampak mencapai sekitar 176 hektare. Vegetasi yang hangus meliputi edelweiss, cemara gunung, tanaman hias, mentigen, akasia, dan semak belukar.
Pada masa awal, laporan BPBD Provinsi Jawa Timur mencatat sekitar 60 hektare terbagi di Watu Gede, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Probolinggo (sekitar 10 hektare) dan kawasan Jantur di Malang (sekitar 50 hektare). BPBD Kabupaten Malang kemudian memprediksi total bisa sekitar 135 hektare atau lebih, dengan titik aktif di Pusung Ledok Bedor sekitar 1,5 kilometer dari Pusung Jantur.
Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, penghitungan kerugian vegetasi dan ekologis belum dilakukan karena masih butuh tenaga ahli. Kabid Kedaruratan BPBD Jatim Satriyo Nurseno menyebut data luas masih berkembang seiring pemetaan lapangan.
Penutupan empat pintu wisata dan opsi refund tiket online

Surat edaran BB TNBTS menutup total wisata Gunung Bromo dari empat wilayah: Lumajang, Malang, Pasuruan, dan Probolinggo. Pintu yang ditutup meliputi Cemorolawang (Probolinggo), Wonokitri (Pasuruan), Jemplang dan Coban Trisula (Malang), serta Senduro (Lumajang).
Penutupan berlaku sejak Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang akan diumumkan kemudian. Sebelumnya hanya akses Coban Trisula dan Senduro yang ditutup, sementara Wonokitri dan Cemoro Lawang masih dibuka terbatas hingga lautan pasir.
Rudijanta Tjahja Nugraha menegaskan penutupan demi efektivitas pemadaman dan keselamatan pengunjung. Pengunjung yang sudah memesan tiket daring boleh reschedule atau refund dengan melengkapi formulir lewat aplikasi booking online TNBTS.
Pelaku jasa wisata lokal diminta menghentikan aktivitas di dalam kawasan dan menyampaikan update resmi ke tamu. Checklist singkat bagi pemesan tiket: cek notifikasi admin aplikasi, isi formulir refund atau ubah tanggal, dan tunda perjalanan sampai penutupan dicabut.
Hambatan angin kencang serta operasi helikopter water bombing
Sejak sore hingga malam 8 Agustus, angin kencang mempercepat jalaran api di Jalur Lingkar Kaldera Tengger blok Jantur. Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, saat angin sempat mereda, tim maju ke Jemplang lewat jalur lama dan memutus api agar tidak menyeberang dengan jaring laba-laba.
BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing dan menyiapkan operasi modifikasi cuaca. Pada Sabtu, tiga helikopter bergantian menyemprot, termasuk unit milik BNPB dan TNI AL, dengan total water bombing 4.800 liter menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan. Drone BPBD Jatim juga dipakai membasahi hotspot di savana.
Hotspot masih berasap di Pusung Ledok Bedor. Cuaca di wilayah Bromo sempat cerah dengan angin sedang, namun medan lereng curam tetap membatasi akses tim darat.
Status siaga darurat Jatim dan koordinasi tim gabungan
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan lewat Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026. Status berlaku 180 hari, dari 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.
Tim gabungan terdiri dari BPBD Jatim, BPBD Probolinggo, Malang, dan Lumajang, BB TNBTS, polisi kehutanan, Manggala Agni, Marinir, pemandu Semeru terdaftar, Masyarakat Peduli Api, warga Ranu Pani dan Ngadas, serta TNI, Polri, dan BNPB. Awal pemadaman mengandalkan gepyok, sprayer, dan tangki air; lama-kelamaan ditambah water bombing udara.
Tidak ada laporan korban jiwa. Gubernur Khofifah Indar Parawansa sejak 4 Agustus sudah meminta dukungan helikopter berkapasitas besar agar pemadaman tidak hanya mengandalkan alat tradisional dan drone berkapasitas 100, 150 liter.







