Gudang Garam (GGRM) Anjlok 4,49% Pasca Profit Taking Asing

Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) anjlok 4,49% ke Rp20.750 pada Senin lalu setelah investor asing catat net sell Rp12,59 miliar. Laba bersih semester I 2026.

Author Image

Adel

Gudang Garam (GGRM) Anjlok 4,49% Pasca Profit Taking Asing

– Saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) anjlok 4,49 persen ke Rp20.750 pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, usai sempat menyentuh Rp21.825 sebagai puncak setahun. Investor asing beralih net sell Rp12,59 miliar, membalik net buy besar pekan sebelumnya.

Inti artikel

  • Investor asing beralih net sell Rp12,59 miliar, membalik net buy besar pekan sebelumnya
  • Optimaise News merangkum, pasar segera ambil untung setelah reli dan sorotan kinerja keuangan
  • Laporan keuangan memperlihatkan laba induk Gudang Garam terbang ke Rp2,97 triliun sepanjang paruh pertama 2026

Koreksi itu muncul di tengah lonjakan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,97 triliun pada semester I-2026, naik 2.440 persen dari Rp117,16 miliar setahun sebelumnya. Optimaise News merangkum, pasar segera ambil untung setelah reli dan sorotan kinerja keuangan.

Dorongan laba bersih Rp2,97 triliun yang melonjak dramatis

Laporan keuangan memperlihatkan laba induk Gudang Garam terbang ke Rp2,97 triliun sepanjang paruh pertama 2026. Perbandingan year-on-year mencatat lonjakan sekitar 2.440 persen dari basis Rp117,16 miliar di semester I-2025.

Pendapatan justru menyusut 7,19 persen menjadi Rp41,18 triliun dari Rp44,37 triliun. Beban pokok yang lebih terkendali mengerek laba bruto ke Rp5,99 triliun, naik 58,02 persen year-on-year. Total aset per 30 Juni 2026 mencapai Rp77,79 triliun.

Segmen sigaret kretek mesin masih mendominasi pendapatan, sementara sigaret kretek tangan menyumbang porsi lebih kecil. Kesenjangan antara pendapatan turun dan laba naik menjadi fokus pasar: efisiensi biaya dan bauran produk terlihat menopang bottom line.

Investor asing putar arah dari net buy Rp130 miliar ke net sell Rp12,59 miliar

Pekan 3, 7 Agustus 2026, asing asing membukukan net buy Rp130,39 miliar di GGRM, rekor terbesar dibanding pekan-pekan sebelumnya sejak Juli. Harga sempat melesat 14,34 persen dalam sepekan dan ditutup Rp21.725 pada Jumat 7 Agustus, dengan puncak intraday dekat Rp21.800.

Senin berikutnya, arah berbalik. Volume 2,34 juta saham, frekuensi 4.723 kali, dan nilai transaksi Rp49,85 miliar diiringi net sell asing Rp12,59 miliar. Saham sempat menyentuh Rp21.825 lalu tertekan usai jeda siang hingga tutup Rp20.750.

Pada sesi berikutnya, aksi profit taking masih terasa. Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan aksi ambil untung setelah kenaikan signifikan dan menyarankan wait and see di sekitar support Rp20.300 serta resistance Rp20.950. Bagi investor ritel, reverse flow asing setelah reli laba meningkatkan profil risiko volatilitas jangka pendek.

Manajemen Gudang Garam hadapi tekanan cukai dan peredaran SKM ilegal

Manajemen memperluas varian sigaret kretek tangan (SKT) karena beban cukai segmen itu lebih rendah dibanding sigaret kretek mesin (SKM). Direktur PT Gudang Garam Tbk, Istata Taswin Siddharta, menjelaskan proses pembesaran varian SKT agar ikut menangkap permintaan rokok yang lebih murah.

“Kami di tahun 2024 dan sampai sekarang juga masih dalam proses sudah mengeluarkan dan dalam proses untuk memperbesar varian ataupun produk dalam segmen SKT sehingga kita juga bisa berpartisipasi pada demand yang timbul dari orang yang mencari rokok lebih murah,” ujar Istata.

Ia memaparkan celah cukai yang melebar: sebelum 2019 cukai SKT sedikit di atas separuh SKM untuk batang yang sama, lalu sejak 2024 proporsi itu mendekati sepertiga. Masalah lain adalah SKM tanpa pita cukai atau pelekatan salah, yang praktis membebaskan biaya cukai dan menarik konsumen dari produk resmi.

“Tapi yang menjadi masalah sekarang ada lagi SKM tanpa pita cukai ataupun dengan pita cukai yang salah pelekatan dimana mereka itu praktis biayanya nol untuk cukainya,” kata Istata. Strategi SKT jadi respons daya saing legal di tengah tekanan tarif dan daya beli, meski pendapatan keseluruhan masih tertekan.

Sentimen pasar renggang sementara di tengah aksi jual asing

Reli GGRM sebelumnya ditopang net buy asing dan rilis laba. Mandiri Sekuritas sempat mematok target sekitar Rp19.100, sementara harga pasar sempat jauh di atas level itu. Ketika asing putar arah, saham yang tadinya naik 5,46 persen di Jumat sebelumnya ikut terkoreksi tajam.

Berdasarkan sumber yang dihimpun Optimaise News, pergerakan lima hari terakhir masih bisa mencatat kenaikan tipis di beberapa data pasar, tetapi sesi setelah Senin memperlihatkan tekanan lanjutan di zona hijau yang sempat terbuka. IHSG dan LQ45 yang melemah pada sesi sejalan memperbesar sentimen risk-off di bursa domestik.

Kesehatan keuangan perusahaan tetap menunjukkan ruang laba yang lebih tebal meski top line menyusut. Bagi investor, fokus beralih ke sustainability bauran SKT, kontrol biaya, dan apakah arus asing kembali net buy setelah fase profit taking. Pantau level yang disebut analis sebagai penanda entri atau keluar: support Rp20.300 dan resistance Rp20.950.

Ringkasnya, gudang garam (GGRM) sedang diuji sentimen pasar setelah kejutan laba. Angka fundamental kuat, sementara harga saham mengikuti aliran modal asing yang cepat berbalik.

Adel
Redaktur Tren

Adel adalah redaktur tren Optimaise News. Meliput Google Trends, topik viral, dan isu hangat harian di Indonesia. Menyusun artikel tren agar pembaca paham kenapa topik naik dan apa konteksnya, bukan hanya meniru judul yang sedang ramai.